KabarNet

Aktual Tajam

Berkah Allah dari Wafatnya Ustadz Jeffry Al Buchori

Posted by KabarNet pada 29/04/2013

Iring-iringan Jenazah Alm. Ust. Jeffry Al Buchori (Uje)

Iring-iringan Jenazah Alm. Ust. Jeffry Al Buchori (Uje)

Jakarta – KabarNet: Sosok Almarhum Ustadz Jeffry Al Buchori (Uje) sebagai seorang “ustadz gaul” yang fenomenal ternyata membekas sangat dalam di hati sanubari umat Islam Indonesia dari berbagai kalangan, baik kalangan remaja maupun mereka yang sudah berusia lanjut.

Hal itu terbukti dengan hadirnya puluhan ribu umat Islam yang membanjiri Masjid Istiqlal saat dilakukan sholat jenazah Uje, bahkan membanjiri jalan-jalan saat masyarakat mengiringkan jenazahnya. Masyarakat akhirnya membanjiri pula kompleks makam TPU Karet, Tengsin, sehingga sempat membuat iring-iringan jenazah Uje sulit memasuki kompleks tersebut, dan dibutuhkan waktu serta usaha agar jenazah bisa mendekati lokasi liang lahat yang sudah disiapkan.

Wafatnya Uje sebagai seorang da’I yang dicintai masyarakat ternyata juga membawa berkah tersendiri bagi ribuan orang. Banyak sekali masyarakat yang kebagian berkah rejeki pada hari wafatnya Uje, bahkan sampai beberapa hari setelah jenazah Uje dimakamkan.

Yang sudah jelas kecipratan berkah rejeki adalah para tukang parkir, sopir angkot, sopir ojek, dan terutama para pedagang asongan disekitar Masjid Istiqlal, disekitar TPU Karet Tengsin, dan pedagang asongan di sekitar tempat kediaman Uje saat sebelum dimakamkan dan setiap hari ketika dilakukan acara tahlilan.

KabarNet Kebanjiran Pengunjung 

Seluruh media informasi baik televisi, media online maupun cetak sampai hari ini masih terus memberitakan dan mengulas berita kematian Uje serta menceritakan biografinya. Bahkan, media online kecil seperti KabarNet pun pada hari wafatnya Uje sempat kebanjiran pengunjung, hampir mencapai angka 38.000 pengunjung dalam sehari. Hal itu tentu karena berkah kebesaran nama Almarhum Ustadz Jeffry Al Buchori, dan mungkin juga lantaran KabarNet adalah media pertama yang terlebih dahulu memberitakan kabar kematian Uje pada dini hari Jum’at 26/4/2013 sebelum kemudian disusul oleh media-media lain.

Pagi dini hari tersebut Redaktur KabarNet pun dibuat sibuk menjawab telepon dan email dari sejumlah media lain yang meminta konfirmasi dan klarifikasi terkait keabsahan berita kematian Uje yang pertama kali disiarkan oleh KabarNet. Hal ini menunjukkan betapa kebesaran sosok Uje sebagai seorang Da’i sedemikian diidolakan oleh masyarakat.

Berkah dari Allah SWT Terus Mengalir, Bahkan Setelah Uje Dimakamkan

Banyaknya peziarah yang berdatangan menziarahi makam Ustaz Jeffry di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Tengsin, Blok A II, Jakarta Pusat mendatangkan keuntungan bagi pedagang dadakan. Pedagang dadakan tersebut sengaja datang ke area sekitar makam Uje untuk berjualan.

“Pas saya dengar berita meninggalnya Uje, saya langsung ke sini. Saya tahu bakal ramai nih. Makanya saya dagang di sini,” kata Hendry (31), pedagang minuman saat ditemui TPU Karet Tengsin, Sabtu (27/4/2013).

Pria asal Lampung ini mengaku menangguk keuntungan berlipat sejak berjualan dari hari Jum’at (26/4) saat Uje dimakamkan. Dia menjelaskan, jika dalam sehari dirinya bisa menjual tiga galon es teh, maka di depan makam Uje, sebanyak tiga galon sudah habis dalam waktu hanya setengah hari.

Keuntungan besar tidak hanya ditangguk oleh pedagang makanan dan minuman, loper koran pun memanfaatkan kedatangan para peziarah ke makam Uje. Salah satunya seperti yang dilakukan Hamsir (60). “Saya emang sengaja datang ke sini. Biasanya saya mangkal di Slipi. Banyak orang yang beli koran yang gambar depannya Uje,” ujar pria yang biasa disapa Bang Kumis ini.

Dia pun mengatakan, jika dalam sehari dia membawa sebanyak 20 lembar koran per surat kabar, maka di hari ini dia menambahkan 20 lembar koran tambahan. “Agen juga tahu, kalau beritanya ramai, koran ditambahin,” ujarnya.

Amin (33) yang sejak kemarin berdagang batagor di sekitar makam Uje mengaku penghasilannya meningkat tiga kali lipat seiring banyaknya peziarah yang datang ke makam itu. Saat ditemui wartawan pada hari Sabtu (26/4) lalu, ia sudah tiga kali mengambil dagangan tambahan dari rumahnya yang berdekatan dengan lokasi pemakaman itu. “Ya Alhamdulillah, laris. Kalau hari ini gak hujan mungkin lebih ramai lagi,” kata Amin seraya menunjuk pemakaman yang becek karena hujan baru saja reda.

Amin biasanya berjualan di sekitar makam, bukan di dalam kawasan makam. Ia biasa berjualan di pintu masuk makam dekat jalan raya. Khusus hari Jumat (26/4) saat Uje dimakamkan dan Sabtu (27/4), Amin berjualan di dalam area pemakaman di sekitar makam Uje bersama sejumlah pedagang lainnya.

Sejak jenazah Uje dimakamkan, kuburan Uje masih saja ramai dikunjungi peziarah dari daerah Jakarta dan luar kota yang sengaja datang secara khusus untuk mendoakan Da’i kondang itu. Amin mengatakan bahwa pada hari Minggu (28/4) kemungkinan akan lebih ramai. “Besok kan Minggu, pasti lebih rame,” katanya.

Eko, pedagang batagor yang sehari-hari menjajakan dagangannya di TPU Karet Bivak mengaku meraup keuntungan lebih pada hari Jum’at saat Uje dimakamkan. “Lumayan, sudah seratusan piring,” kata Eko bercerita, Jumat (26/4/2013).

Satu porsi batagor biasa dia jual Rp5 ribu. Padahal, biasanya, kata dia, dagangannya hanya mampu terjual sekitar 25 hingga 30 piring.

Sama halnya dengan Eko, pedagang es cincau, Ahmad juga mendapat untung dari proses pemakaman Uje. Ahmad biasa berdagang di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Lantaran melihat banyaknya orang, dia membawa gerobaknya ke TPU Karet. “Ini satu dandang sudah tinggal setengah. Biasanya satu dandang buat dua hari,” tutur Ahmad.

Satu gelas es cincau biasa dia jual Rp3 ribu. Hingga pukul 13.00 WIB, dia sendiri tidak ingat sudah berapa ratus gelas yang terjual. “Ini sih lebih dari biasanya,” ungkapnya gembira dengan wajah berseri-seri.

Joko mempunyai cerita tersendiri. “Sejak Jum’at lalu, dagangan bakso saya habis total. Hari ini juga masih ramai, dagangan saya ludes, tidak seperti hari biasa,” ucap Joko (45), pedagang bakso, Sabtu (27/4/2013).

Hal senada juga disampaikan Aski (64), warga RT 08/05 Karet Tengsin. Pedagang toge goreng ini bersyukur karena dagangannya terjual habis selama dua hari ini. “Kalau orang baik memang begitu, meninggal saja bawa berkah,” ucap kakek dari empat cucu ini.

Biasanya, kata Aski, pedagang hanya boleh berjualan di depan TPU. Tapi karena ada pemakaman Uje yang menyedot perhatian banyak warga, pedagang diperbolehkan masuk dan berjualan di dekat lokasi TPU. “Sejak Jumat sampai Sabtu ini toge yang saya bawa sampai lima kilo, biasanya cuma tiga hingga empat kilo. Kalau habis lima kilo, saya bisa dapat penghasilan bersih Rp 400 ribu,” ucap lelaki itu yang sudah sembilan tahun berjualan toge goreng.

Sebagaimana masih tetap ramai diberitakan, Ustadz Jeffry Al Buchori (Uje) meninggal dunia setelah mengalami musibah kecelakaan tunggal di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013) dini hari. Diduga lelah dan mengantuk, Uje tak kuasa membawa sepeda motornya hingga menghantam pohon besar. Tubuh Uje terpental, dan saat dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah para dokter yang berusaha menolongnya tak mampu menyelamatkan nyawa ustadz gaul itu.

Namun, meski Uje sudah berpindah ke alam baka, namanya tetap dikenang oleh jutaan umat Islam yang mencintainya.

Inilah sebuah bukti nyata: “Apabila Allah SWT mencintai seseorang atau pun sesuatu, maka seluruh makhluk pun akan ikut pula mencintainya.”

Inna LiLlahi Wa Inna IlaiHi Roji’uun. Selamat Jalan Uje. Doa kami Umat Islam akan senantiasa menyertaimu. [KabarNet/adl – Source: Reporter KabarNet / Merdeka.com / Okezone / Tribunnews]

3 Tanggapan to “Berkah Allah dari Wafatnya Ustadz Jeffry Al Buchori”

  1. incar said

    tapi koruptor banyak yang “mencintai”

  2. ancur said

    incar berkata
    29/04/2013 pada 15:02

    tapi koruptor banyak yang “mencintai”

    []

    ===>>> betul sekali, dicintai oleh Iblis dan oleh manusia yg dikendalikan dan disesatkan iblis & setan.

  3. I think the admin of this web site is in fact working hard
    in favor of his website, because here every material
    is quality based stuff.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: