KabarNet

Aktual Tajam

Freeport Merupakan Negara Bagian Amerika

Posted by KabarNet pada 29/04/2013

Papua – KabarNet: Keberadaan Freeport sejak kontrak karya ke- 1 ilegal dalam transparansi dan ketetapan pajak bagi negara. Hasil Freeport baru diketahui secara resmi dan diatur dalam Undang- undang negara Indonesia sejak kontrak karya ke-2.

Kontrak karya pertama Freeport tahun 1967 sesungguhnya fiktif. Indonesia sudah rugi sejak Freeport masuk. Sekarang pun tetap rugi karena konstitusi Negara mendukung emas dibawa ke Amerika dan negara Lainya di dunia. Pemerintah sibuk dengan kasus- kasu keamanan perusahaan di Papua, sedangkan ekonomi bangsa terabaikan.

Dibawah ini adalah gambaran apa saja tentang Freeport yang sudah berlalu. Agar bangsa ini dapat merefleksikan bagaimana solusi terbaik bagi Papua dan tentunya martabat bangsa Indonesia di ukur sejak penanganan kasus semacam Freeport diPapua. Dengan cadangan 25 milyar pon tembaga, 40 juta ons emas dan 70 juta ons perak, nilainya sekitar 40 milyar dollar AS berdasarkan harga berlaku. Freeport diberikan jaminan untuk bekerja di lokasi pertambangan untuk bertahun- tahun. Jika menemukan tambahan kekayaan mineral di atas 4,1 juta hektar di tanah sekitarnya akan menjadi hak eksklusif Freeport.

PT. Freeport Indonesia (PTFI atau Freeport) adalah sebuah perusahaan pertambangan yang mayoritas sahamnya dimiliki Freeport- McMoRan Copper & Gold Inc. Perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang Grasberg. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua tempat di Papua, masing- masing tambang Ertsberg dari {1967 – 1988 } dan tambang Grasberg { sejak 1988 }, di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Freeport-McMoRan berkembang menjadi perusahaan dengan penghasilan US$ 6,555 miliar pada tahun 2007. Mining Internasional, sebuah majalah perdagangan, menyebut tambang emas Freeport sebagai yang terbesar di dunia. Freeport mulai banyak menarik perhatian masyarakat setelah terungkapnya berbagai permasalahan dan insiden yang terjadi di wilayah konsesi pertambangan perusahaan tersebut. Berbagai pendapat, baik dari media, lembaga swadaya masyarakat, serta akademisi menyoroti masalah yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan, adaptasi sosio-kultural, keterlibatan TNI, bahkan hal-hal yang berkaitan dengan politik separatis dari kelompok penduduk asli.

Namun, dalam tulisan ini permasalahan yang akan diulas adalah yang berkaitan dengan tidak optimalnya pengelolaan potensi ekonomi dan sumberdaya mineral di wilayah pertambangan tersebut bagi penerimaan negara. Berikut akan kami uraikan mengenai potensi tembaga dan emas yang tersimpan di Grasberg dan Erstberg, serta pengelolaan pertambangan Freeport yang tidak optimal bagi pemerintah Indonesia. Akibatnya, manfaat ekonomi yang diperoleh pemerintah Indonesia tidak maksimal. Bahkan, dapat dikatakan Indonesia mengalami kerugian negara yang sangat besar karena tidak adil, tidak transparan dan bermasalahnya pengelolaan sumberdaya mineral itu.

Kontrak Karya yang Merugikan dari Generasi ke Generasi

Freeport memperoleh kesempatan untuk mendulang mineral di Papua melalui tambang Ertsberg sesuai Kontrak Karya Generasi I (KK I) yang ditandatangani pada tahun 1967. Freeport adalah perusahaan asing pertama yang mendapat manfaat dari KK I. Dalam perjalanannya, Freeport telah berkembang menjadi salah satu raksasa dalam industri pertambangan dunia, dari perusahaan yang relatif kecil. Hal ini sebagian besar berasal dari keuntungan yang spektakuler sekaligus bermasalah yang diperoleh dari operasi pertambangan tembaga, emas, dan perak di Irian Jaya, Papua.

KK I dengan Freeport ini terbilang sangat longgar, karena hampir sebagian besar materi kontrak tersebut merupakan usulan yang diajukan oleh Freeport selama proses negosiasi, artinya lebih banyak disusun untuk kepentingan Freeport. Dalam operasi pertambangan, pemerintah Indonesia tidak mendapatkan manfaat yang proposional dengan potensi ekonomi yang sangat besar di wilayah pertambangan tersebut. Padahal bargaining position pemerintah Indonesia terhadap Freeport sangatlah tinggi, karena cadangan mineral tambang yang dimiliki Indonesia di wilayah pertambangan Papua sangat besar bahkan terbesar di dunia.

Selain itu, permintaan akan barang tambang tembaga, emas dan perak di pasar dunia relatif terus meningkat. Dengan kondisi cadangan yang besar, Freepot memiliki jaminan atas future earning. Apalagi, bila ditambah dengan kenyataan bahwa biaya produksi yang harus dikeluarkan relatif rendah karena karakteristik tambang yang open pit. Demikian pula emas yang semula hanya merupakan by-product, dibanding tembaga, telah berubah menjadi salah satu hasil utama pertambangan. Freeport sudah sejak lama berminat memperoleh konsesi penambangan tembaga di Irian Jaya.

KK I Freeport disusun berdasarkan UU No 1/67 tentang Pertambangan dan UU No. 11/67 tentang PMA. KK antara pemerintah Indonesia dengan Freeport Sulphur Company ini memberikan hak kepada Freeport Sulphur Company melalui anak perusahaannya (subsidary) Freeport Indonesia Incorporated (Freeport), untuk bertindak sebagai kontraktor tunggal dalam eksplorasi, ekploitasi, dan pemasaran tembaga Irian Jaya. Lahan ekplorasi mencangkup areal seluas 10.908 hektar selama 30 tahun, terhitung sejak kegiatan komersial pertama. KK I mengandung banyak sekali kelemahan mendasar dan sangat menguntungkan bagi Freeport dan segelintir orang yang duduk dikursi kekuasaan. [KbrNet/deleteisrael/Kompasiana)

7 Tanggapan to “Freeport Merupakan Negara Bagian Amerika”

  1. incar said

    NKRI bisa menghidupi negara super teroris, negara adidaya Amerika Serikat

  2. hikmatiar said

    kasihan saudara2 ku di papua,,,putih mata mereka melihat hasil bumi titipan dr nenek moyang mrk…di jarah habis oleh org2 serakah yg notabene mengaku sbg pemimpin mrk yg bekerjasama dgn para penjajah era modern

  3. Anonim said

    negara bagian kenapa rakyatnya tidak sejahtera !

  4. Anonim said

    negara bagian anerika kenapa tidak sejahtera !

  5. inilah amerika serikat
    negara perampok terbesar di dunia
    mereka bisa sejahtera, makmur, kayaraya karena merampok kekayaan alam bangsa lain
    mulai dr papua, timur tengah, afrika, amerika latin

    tapi
    di amerika serikat sendiri saja
    banyak juga rakyatnya yg hidup miskin alias melarat
    bahkan tentaranya yg pulang dr perang
    cuma jadi gelandangan

  6. taUbat said

    MUMPUNG OBAMA DATANG, INDONESIA HARUS SAMPAIKAN SOAL SITUASI FREEPORT

    RABU, 09 NOVEMBER 2011, 19:51 WIB

    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–PRESIDEN AMERIKA, SERIKAT BARACK OBAMA, DATANG KE KTT ASEAN DI BALI YANG BERLANGSUNG NOVEMBER INI. KEDATANGAN OBAMA, MENURUT PENGAMAT HUBUNGAN LUAR NEGERI, MAKMUR KELIAT, HARUS DIMANFAATKAN OLEH INDONESIA.

    SALAH SATUNYA TERKAIT ISU YANG TENGAH MENGHANGAT, YAITU FREEPORT DAN MOGOKNYA KARYAWAN PERTAMBANGAN EMAS TERBESAR DI DUNIA ITU. “KITA JUGA BISA MENYAMPAIKAN SECARA TERUS TERANG KEPADA OBAMA TERLKAIT KRITIKAN-KRITIKAN MENGENAI FREEPORT,” KATANYA.

    KTT ASEAN DAN ASIA TIMUR ITU AKAN BERLANGSUNG PADA 17-19 NOVEMBER 2011. ACARA INI AKAN DIIKUTI SEBANYAK 20 PEJABAT NEGARA SETINGKAT KEPALA NEGARA, TERMASUK PRESIDEN AMERIKA SERIKAT BARACK OBAMA. OBAMA DIJADWALKAN TIBA DI BALI PADA 16 NOVEMBER 2011 UNTUK MENGHADIRI KTT ASEAN KE-19 DAN KTT ASIA TIMUR DI NUSA DUA.

    SEMENTARA SITUASI DI FREEPORT MASIH BUNTU. PEKERJA MASIH MOGOK KARENA NEGOSIASI KENAIKAN UPAH MEREKA BELUM SEPAKAT DENGAN MANAJEMEN. DI SAMPING ITU, TEROR PENEMBAKAN PUN TERUS BERLANGSUNG.

    STEVY MARADONA | ANTARA

  7. taUbat said

    FREEPORT PASTIKAN “SMELTER” TEMBAGA BAKAL DIBANGUN

    KAMIS, 07 AGUSTUS 2014 | 12:32

    JAKARTA – PT FREEPORT INDONESIA (FI) MENEGASKAN KOMITMENNYA MEMBANGUN PABRIK PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN MINERAL DI DALAM NEGERI (SMELTER) DENGAN KAPASITAS 400.000 TON TEMBAGA KATODA.

    RENCANANYA, PEMBANGUNAN SMELTER INI MELIBATKAN PT ANEKA TAMBANG (PERSERO) TBK.

    PRESIDEN DIREKTUR FREEPORT INDONESIA, ROZIK B. SUTIPTO MENGATAKAN ANTAM DIPILIH LANTARAN KOMPETENSI BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) SEKTOR PERTAMBANGAN TERSEBUT. NAMUN DIA MENYEBUT PEMBAHASAN DENGAN ANTAM TERKAIT SMELTER MASIH TERUS DILAKUKAN.

    “ANTAM LEBIH BANYAK MEMBANTU PENYELESAIAN MASALAH LINGKUNGAN, PERIZINAN. MEREKA MEMILIKI PENGALAMAN. TAPI KAMI SEDANG FORMULASIKAN BENTUK KERJA SAMANYA,” KATA ROZIK DI JAKARTA, KAMIS (7/8).

    ROZIK MENUTURKAN, HINGGA SAAT INI FREEPORT BELUM MENDAPAT PARTNER KERJA SAMA DALAM PEMBANGUNAN SMELTER. ADAPUN KERJA SAMA DENGAN PT NEWMONT NUSA TENGGARA (NNT) MASIH SEBATAS NOTA KESEPAHAMAN (MEMORANDUM OF UNDERSTANDING/MOU). RENCANANYA NNT BAKAL MEMASOK KONSENTRAT TEMBAGA KE SMELTER TERSEBUT.

    “NEWMONT KAN MASIH ADA MASALAH DENGAN PEMERINTAH. JADI KAMI TUNGGU (PENYELESAIANNYA),” UJARNYA.

    MESKI BELUM MEMILIKI PARTNER, ROZIK MENEGASKAN PEMBANGUNAN SMELTER TETAP BERJALAN. INVESTASI PEMBANGUNAN US$ 2,3 MILIAR BAKAL DITANGGUNG SEPENUHNYA OLEH FREEPORT. NAMUN DIA BELUM BISA MEMPERKIRAKAN JADWAL PELETAKKAN BATU PERTAMA (GROUNDBREAKING) SEBAGAI TANDA DIMULAINYA KONSTRUKSI.

    DIA JUGA ENGGAN MEMASTIKAN SOAL LOKASI SMELTER. PASALNYA ADA LOKASI ALTERNATIF LAIN DI PAPUA, SELAIN DI GRESIK, JAWA TIMUR. “INSYALLAH BISA GROUNDBREAKING TAHUN INI,” JELASNYA.

    RANGGA PRAKOSO | WBP

    http://www.beritasatu.com/ekonomi/201218-freeport-pastikan-smelter-tembaga-bakal-dibangun.html

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: