KabarNet

Aktual Tajam

“Polisi Rp1,5 Triliun” Ditangkap

Posted by KabarNet pada 20/05/2013

Jakarta – KabarNet: Aiptu Labora Sitorus pemilik rekening bernilai Rp 1,5 Triliun yang diduga berasal dari bisnis haram akhirnya berhasil ditangkap oleh Mabes Polri. Anggota Polres Raja Ampat, Papua itu ditangkap pada hari Sabtu (18/5/2013) seusai ia mendatangi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk mengadukan persoalan dirinya dan meminta perlindungan setelah ia dijadikan tersangka bisnis kayu dan BBM ilegal oleh Polda Papua.

Usai penangkapan, Bareskrim Mabes Polri memutuskan status hukum terhadap Aiptu Labora Sitorus dan ia resmi ditahan mulai hari Minggu 19 Mei 2013. “Hari ini Aiptu LS (Labora Sitorus) resmi dilakukan penahanan oleh penyidik,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Div Humas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, Minggu (19/5/2013).

Aiptu Labora Sitorus yang menjadi tersangka penimbunan BBM ilegal dan pembalakan liar kayu, Sabtu malam (18/5/2013) digelandang ke Mabes Polri. Ia ditangkap paksa oleh 2 orang anggota Mabes Polri usai bertemu komisioner Kompolnas.

Peristiwa penangkapan itu terjadi di pelataran parkir Kantor Kompolnas, Jalan Tirtayasa VII, Jakarta Selatan sekitar pukul 20.00 WIB. Terlihat ada 3 mobil yang digunakan oleh anggota Mabes Polri. Para petugas yang menangkap Labora berjumlah 2 orang. Para petugas mengenakan baju merah bertuliskan Mabes Polri.

Penangkapan Labora Sitorus dilakukan oleh tim gabungan Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Papua. “Penangkapan oleh tim penyidik Bareskrim Polri yang terdiri dari gabungan penyidik Mabes Polri bersama Polda Papua,” kata Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, saat jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Sabtu (18/5/2013).

Penangkapan Labora Sitorus itu terkait dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan olehnya. Adapun kasus dugaan tersebut ialah, transaksi mencurigakan, Illegal Logging dan penimbunan BBM. “Terkait dengan proses penyelidikan dan penyidikan yang sudah berjalan. Terkait dengan dugaan adanya transaksi mencurigakan, terkait dengan adanya dugaan penimbunan BBM, dugaan kegiatan illegal loging oleh perusahaan swasta.” ujar Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

Boy mengatakan, perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan Aiptu Labora Sitorus dalam kasus dugaan Illegal Logging bernama perusahaan SAW. “Di mana perusahaan ini Badan hukumnya bernama SAW,” jelas Brigjen Boy Rafli Amar.

Segera setelah ditangkap, Aiptu Labora Sitorus langsung diperiksa di Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Pemeriksaan dilakukan tertutup.

Terkait tujuan kedatangan Aiptu Labora Sitorus ke Jakarta untuk meminta perlindungan ke Komppolnas, dijelaskan jika tidak mengantongi izin resmi dari atasannya, maka ia juga terancam dikenakan sanksi etik. “Itu bisa menjadi masalah tersendiri, karena seorang anggota Polri pergi meninggalkan tempat tugasnya juga bisa dikategorikan dalam pelanggaran,” kata Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Sabtu (18/5/2013).

Seorang anggota kepolisian harus mengantongi surat tugas jika ingin meninggalkan tempat tugasnya. Boy menerangkan salah satu yang pasti ditanyakan oleh tim penyidik adalah keberadaan Aiptu Labora Sitorus di Jakarta. “Akan ditanyakan apakah dia ke Jakarta ada surat perintah, ada surat izin. Itu bisa menjadi bagian tersendiri,” terang Boy.

Sebelumnya, Aiptu Labora Sitorus mengakui kedatangannya ke Jakarta memang tanpa izin. Ia berdalih hal ini dilakukannya karena statusnya yang dijadikan tersangka oleh Polda Papua, dan khawatir jika meminta izin tidak akan diberikan. “Saya pergi tanpa izin. Karena memang saya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” terang Labora Sitorus saat ditemui wartawan di sekretariat DPP Pekat, Jumat 17 Mei 2013 lalu. “Seandainya saya minta izin memang dikasih? Tidak kasih izin. Jadi saya nekat saja ke sini,” tutur polisi berbadan tambun ini.

Sementara itu, Bob Hasan SH, kuasa hukum Aiptu Labora Sitorus, membantah jika klien-nya melakukan kegiatan illegal logging. Menurutnya, Aiptu Labora Sitorus hanya memiliki pabrik pengolahan kayu kecil dan itu pun hanyalah bisnis keluarga. “Tidak benar ada penyelundupan kayu. Hanya keluarga punya industri pabrikan,” ujar Bob Hasan, saat dikonfirmasi, Sabtu (18/5/2013).

Bahkan, dirinya membantah temuan PPATK yang menyatakan Aiptu Labora Sitorus memiliki nilai transaksi hingga mencapai Rp 1,5 triliun. “Fakta itu yang keluarkan PPATK, tapi kita periksa klien kami, tidak ada. Tidak sampai sebesar itu dan itu adalah bisnis keluarga,” terangnya.

Dia meminta agar polisi bersikap profesional dalam kasus tersebut. Menurutnya, semua dugaan tersebut belum dibuktikan oleh hasil pemeriksaan. “Apakah benar ini adalah rekening gendut, padahal ini usaha keluarga,” bantah Bob Hasan.

Aiptu Labora Sitorus ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Papua atas tuduhan penimbunan BBM ilegal dan pembalakan liar kayu. Kasus tersebut terungkap di akhir medio Maret 2013. Bintara polisi anggota Polres Raja Ampat, Papua ini disebut-sebut memiliki transaksi keuangan fantastis dari rekening yang terpantau oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Selama empat tahun terpantau transaksi senilai Rp 1,5 triliun pada sejumlah rekening atas nama Aiptu Labora Sitorus. [KbrNet/adl – Source: Detiknews]

Satu Tanggapan to ““Polisi Rp1,5 Triliun” Ditangkap”

  1. Ratih said

    Gue wanita pengusaha. (Maaf 1000x maaf)… gw kaya raya. Suami gw anggota polri. Sebagian harta yg gw miliki gw simpan di bank di rekening atas nama suami gw. Jadi suami gw yg anggota polri berpangkat rendah punya rekening ratusan miliar rupiah.

    Pertanyaan: Apa salah & dosa suami gw??? ??? ??? ???

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: