KabarNet

Aktual Tajam

Media Gegap Gempita Sudutkan FPI

Posted by KabarNet pada 28/05/2013

Jakarta – KabarNet: Entah apa yang melatarbelakangi beberapa media yang nekat BERDUSTA terhadap publik. Dalam kasus dugaan suap pengurusan Pajak PT Master Steel yang melibatkan oknum penyidik pajak di Jakarta Timur, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan beberapa saksi. Antara lain adalah seorang yang dikenal sebagai Habib Palsu “Abdurrahman Assegaf” yang memiliki nama asli Abdul Haris Umarella asal Ambon dan dicatut media sebagai anggota FPI. Ia terakhir diketahui tinggal di Tangerang, Kompleks Witana Harja III, Pamulang Barat, Tangerang Selatan.

Sudah menjadi kewenangan KPK untuk memanggil semua pihak yang terlibat dalam suatu kasus. Namun sangat disayangkan saat pemanggilan Habib PALSU ini, hampir seluruh media online bersemangat memberikan STEMPEL anggota FPI pada sosok ini. Lebih aneh lagi, label abal-abal “ANGGOTA FPI” dijadikan judul utama berita meskipun dalam pembahasan berita tidak didapati kaitan apa pun antara FPI dan sosok ini serta hubungannya dengan kasus suap pajak. Pencatutan nama FPI ini adalah SALAH besar, tapi media tanpa KLARIFIKASI dengan pihak FPI tetap memuat berita bahwa sosok ini adalah anggota FPI.

Tampaknya para pewarta dari berbagai media tersebut begitu bersemangat memberitakan hal negatif terkait FPI. Dengan gencarnya media online memberitakan seorang yang sama sekali belum jelas identitasnya menjadi seorang anggota/ petinggi/ kader FPI bahkan diberi label habib. Sungguh nyata bahwa pemberitaan kacangan semacam ini membuktikan bahwa MEDIA-MEDIA di Indonesia tidak kredibel dan belum bisa diandalkan dalam akurasi berita. Pemelintiran media semacam ini berulang kali dialamatkan kepada FPI. Bandingkan dengan banyaknya aktifitas sosial FPI baik disengaja atau tidak, luput dari pemberitaan media.

Terkait pencatutan nama FPI dalam pemberitaan ini, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab meluruskan pemelintiran berita ecek-ecek yang kembali berusaha menyudutkan FPI. Menurut Habib Rizieq, Abdurrahman Assegaf yang dipanggil KPK bukanlah seorang habib, bukan pula anggota FPI. Habaib dan FPI tidak bertanggung-jawab atas semua tindak tanduk Habib palsu tersebut baik yang telah lalu maupun yang akan datang. “Abdul Haris Umarella bukan HABIB dan bukan ANGGOTA FPI. Dia berasal dari Ambon dan suka ngaku-ngaku Habib. Habaib dan FPI tidak bertanggung-jawab atas semua sepak terjangnya”, kata Habib Rizieq kepada redaktur fpi.or.id, Selasa 18 Rajab 1432 H/ 28 Mei 2013 M.

Berikut ini adalah JUDUL-JUDUL pemberitaan BOHONG dari media pencatut nama Front Pembela Islam (FPI), yang sangat antusias dan gegap gempita mengaitkan FPI dalam kasus suap pajak:

INILAH.COM = Suap Pajak PT MS, KPK Periksa Anggota FPI

RAKYATMERDEKAONLINE.COM = Anggota FPI Jadi Saksi Suap Penyidik KPK

MERDEKA.COM = Kasus pajak Master, KPK periksa anggota FPI Habib Abdurrachman

OKEZONE.COM = KPK Periksa Anggota FPI Terkait Suap Pajak

KORANINDONESIA.COM = KPK Periksa Anggota FPI Terkait Suap Pajak

KANTOR BERITA WMC = Anggota FPI Diperiksa KPK Terkait Suap Pajak

AKTUAL.CO = Ada Kader FPI yang Diperiksa KPK Terkait Suap Pajak

PESATNEWS.COM = KPK Periksa Petinggi FPI

PLASA.MSN.COM = KPK Periksa Anggota FPI Terkait Suap Pajak

CENTROONE.COM = Anggota FPI Diperiksa untuk Kasus Pajak PT Master Steel

BBC.WEB.ID = KPK Periksa Anggota FPI Terkait Suap Pajak

LENSAINDONESIA.COM = Bongkar suap pajak PT Master Steel, KPK panggil Panglima FPI

RIMANEWS.COM = Kasus Suap Pajak The Master Steel, KPK Periksa Anggota FPI

BARATAMEDIA.COM = Suap Pajak Master Steel Seret Anggota FPI

Seharusnya media-media yang tergolong besar ini menjaga citra sebagai penghantar informasi yang baik, jujur, adil dan akurat, bukan malah menjadi corong sebuah kepentingan golongan atau pihak tertentu. Bagaimana akhlak bangsa bisa membaik, jika personel media tidak mampu menghadirkan informasi kredibel, hingga masyarakat bisa lebih cerdas dan terbuka wawasannya. Janganlah gegap gempita dan bangga menjadi media pembawa berita FABRIKASI apalagi berita asal jadi. [KbrNet/Slm]

Source: fpi.or.id

WASPADALAH!!!

10 Tanggapan to “Media Gegap Gempita Sudutkan FPI”

  1. noname said

    nah looooh ketauan daaaaah truuuuus gmn dong….kudu diapain niy habiiiib…

  2. bendot said

    Tidak usah heran semua media di indonesia baik elektronik atau koran isinya cuma “sampah” hanya jualan berita dengan fitnah, pornografi
    karena yang mengelola adalah antek-antek yahudi yang pasti menyudutkan Islam dengan berbagai cara.

  3. Star said

    Begitulah kalau Dajjal dah gak sabar pengen keluar dari penjaranya.

  4. orang terbodohi said

    inilah indonesia ….

    Teguran Keras terhadap Pelaku Pemalsu Nasab :
    ============================
    Firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Syura:23: “Katakanlah (Muhammad) untuk itu Aku tiada meminta upah (bayaran) kepada kamu, (yang Kuminta) hanya kasih sayang terhadap keluarga terdekat”.

    Dalam menghadapi “maraknya Habib/Syarifah Palsu”, kita harus berpikir secara kritis yang tetap mengacu pada standar baku yaitu ilmu nasab agar pikiran tidak menjadi liar. Lalu kita juga jangan jadi pengekor atau “merasa gak enak” hati seperti tabiat orang Indonesia kebanyakan jika menemukan teman atau guru melakukan kesalahan dengan mengaku sebagai HABIB/SYARIFAH dalam pengakuan nya sebagai seorang Dzurriah Rasul !!!

    Inilah butir-butir pertanyaan kritis yang perlu direnungkan :

    1. Jika catatan nasabmu benar,kenapa sampai sekarang menjadi polemik?. Dari masa Sayyid Ali bin Ja’far hingga sekarang pun catatan mu tidak digunakan untuk diiktiraf dan diitsbat.

    2.Siapa penulis catatan tersebut? ahli nasab kah? atau hanya abdi dalem (khadam) kerajaan?

    3.Apakah ada jaminan bahwa kafa’ah Syarifah terjaga?

    4. Apakah ada jaminan bahwa nasab tersebut tidak bercampur budaya tempatan?. Karena bisa saja ada yang menisbahkan nasab nya ke pihak ibu.

    5. Apa ada jaminan bahwa nasab yang tak tercatat selama 500 tahun itu adalah anak dari perkawinan yang sah alias bukan math’unun nasab?. Sebab seorang Munsib tak mungkin mencatat math’unun nasab

    6. Apakah pakar nasab seperti Sayyid Ali bin Ja’far Assegaf dan generasi setelahnya adalah orang bodoh sehingga tak mau mengitsbat dan mengiktiraf catatan nasab tersebut jika memang benar?..

    Namun jangan salah sangka dulu, tidak semua catatan kerajaan tertolak jika catatan tersebut memenuhi kriteria standar ilmu nasab, maka sudah pasti akan di iktiraf. Contohnya catatan keraaan Kubu,Siak dan kesultanan Alqadri Pontianak dan lain-lain.

    Nasehat bagi Pemalsu Nasab :

    “Wahai saudaraku sadarlah…………….Apakah kamu belum merasa bersyukur menjadi umat Rasulullah, umat terbaik disepanjang zaman, umat dari penghulu para Nabi & Rasul, yang syafa’atnya pasti diterima oleh Allah azza wa jalla…….Jangan kamu hinakan dirimu dengan memalsukan nasab yang bukan hakmu…!!! Jika kamu ragu dengan nasab yg selama ini kamu sandang, bertanyalah dengan orang yang ahli dibidangnya (ahli nasab), dan jangan membenarkan dirimu dengan menyandang “Gelar Dzurriah” yang belum tentu milikmu.”

    Semoga kalian bukan termasuk orang-orang yang tidak mendapat Syafa’atnya Kelak, dimana orang2 yg mendapatkan syafa’at akan mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan, sebagaimana diceritakan dalam Hadist :

    Akhirnya mereka mendatangi Muhammad SAW, dan berkata, “Wahai Muhammad, engkau adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosamu yang lalu maupun yang akan datang. Syafa’atilah kami kepada Rabb-mu, tidakkah kau lihat apa yang kami alami?”

    Lalu Nabi Muhammad SAW pergi menuju bawah ‘Arsy. Di sana beliau bersujud kepada Rabb, kemudian Allah membukakan kepadanya dari puji-pujian-Nya, dan indahnya pujian atas-Nya, sesuatu yang tidak pernah dibukakan kepada seorangpun sebelum Nabi Muhammad. Kemudian Allah SWT berkata kepada Muhammad, “Wahai Muhammad, angkat kepalamu, mintalah, niscaya kau diberi, dan berilah syafa’at niscaya akan dikabulkan!”

    Maka Muhammad SAW mengangkat kepalanya dan berkata, “Ummatku wahai Rabb-ku, ummatku wahai Rabb-ku, ummatku wahai Rabb-ku!”

    Lalu disampaikan dari Allah kepadanya, “Wahai Muhammad, masukkan ke surga di antara umatmu yang tanpa hisab dari pintu sebelah kanan dari sekian pintu surga, dan mereka adalah ikut memiliki hak bersama dengan manusia yang lain pada selain pintu tersebut dari pintu-pintu surga.”

    HARAMNYA MENGAKU-NGAKU SEBAGAI KETURUNAN AHLUL BAIT

    Semulia-mulia nasab adalah nasab Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam. Dan semulia-mulia penisbatan adalah kepada beliau shallallahu’alaihi wa sallam dan kepada Ahli Bait, jika penisbatan itu benar.

    Dan telah banyak di kalangan arab maupun non arab penisbatan kepada nasab ini.

    Maka barangsiapa yang termasuk ahlul bait dan dia adalah orang yang beriman, maka Allah telah menggabungkan antara kemuliaan iman dan nasab. Barangsiapa mengaku-ngaku termasuk dari nasab yang mulia ini, sedangkan ia bukan darinya, maka dia telah berbuat suatu yang diharamkan, dan dia telah mengaku-ngaku memiliki sesuatu yang bukan miliknya.

    Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
    “Orang yang mengaku-ngaku dengan sesuatu yang tidak dia miliki maka dia seperti pemakai dua pakaian kebohongan.” (HR. Muslim dalam Shahihnya, no. 2129 dari Hadits Aisyah radliyallahu’anha)
    Disebutkan dalam hadits-hadits shahih tentang keharaman seseorang menisbatkan dirinya kepada selain nasabnya. Diantara hadits Abu Dzar radliyallahu’anhu, bahwasanya ia mendengar Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
    “Tidaklah seseorang menisbatkan kepada selain ayahnya sedang dia mengetahui melainkan dia telah kufur kepada Allah. Dan barangsiapa yang mengaku-ngaku sebagai suatu kaum dan dia tidak ada hubungan nasab dengan mereka, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka”. (HR. al-Bukhori, No. 3508 dan Muslim, No. 112)
    Dan dalam Shahih al-Bukhori, No. 3509 dari hadits Watsilah bin al-Asqa’zia berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
    “Sesungguhnya sebesar-besar kedustaan adalah penisbatan diri seseorang kepada selain ayahnya atau mengaku bermimpi sesuatu yang tidak dia lihat, atau dia berkata atas nama Rasulullah apa yang tidak beliau katakan”.

    Memalsukan keturunan seorang anak (nasabnya) kepada yang bukan ayahnya atau keingkaran seseorang terhadap anaknya menurut syariat Islam “haram” hukumnya. Dengan kata lain: “Mengkaitkan garis keturunan kepada yang bukan bapaknya atau mengkaitkan dirinya dengan suatu suku (kaum) yang bukan kaumnya dalam hukum Islam dilarang.

    Dalam kenyataan, kita temukan seorang yang berani melakukan hal demikian hanya karena desakan material, sehingga ia menetapkan garis keturunan palsu di dalam surat-surat rasminya. Yang lain mengerjakan hal itu karena kedengkian terhadap bapaknya sendiri yang telah menelantarkannya tatkala ia masih di bawah umur atau karena si ayah meninggalkannya tatkala masih kanak-kanak. Semua ini haram hukumnya karena akan memicu kerusakan-kerusakan yang lebih besar dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya, tentang muhrim, pernikahan, warisan dan lain-lain. Beberapa aspek di atas dapat kacau dan menjadi rusak oleh sebab adanya pemalsuan keturunan tersebut.

    Dari Imam Ali, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengaku nasab selain ayahnya dan membanggakan dirinya kepada selain walinya (garis keturunannya) maka baginya laknat dari Allah, Malaikat dan sekalian manusia, Allah SWT tidak akan menerima adanya penggantian atau pertukaran nasab secara sembarang dan serampangan darinya”. (Muttafaqun Alaih).

    Hadis marfu’ dari Sa’ad dari Abu Baar r.a. Nabi SAW bersabda:

    “Barangsiapa mengaku keturunan (menggandingkan nama ayahnya) kepada yang bukan ayahnya, sementara dia sendiri mengetahuinya, maka syurga haram baginya”.
    (H.R. Bukhori dan Muslim)

    Dalam hal keturunan, Islam melarang memalsukannya. Begitu pula keberadaan nasab keturunan, Islam membelahnya, menetapkan keberadaannya bahkan harus diakui, dipelihara dan dipertahankan.

    Menurut syariat segala sesuatu yang mengandung unsur mempermainkan atau pemalsuan dalam masalah keturunan hukumnya haram. Begitu pula si isteri bila memasukkan anaknya dari garis keturunan (benih) orang lain kepada garis keturunan suaminya yang sebenarnya bukan dari suaminya, baginya ancaman yang sangat keras (berdosa besar). Sebagaimana disebutkan di dalam suatu riwayat dari Abu Hurairah r.a. bahwa tatkala turun ayat yang berkenaan dengan kasus saling melaknat (tuduhan dengan melaknat) ia mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Siapapun wanita yang memasukkan keturunan orang yang bukan golongan suatu kaum ke dalamnya, dia tidak akan mendapat sesuatu pun dari Allah SWT, dan Allah SWT tidak akan memasukkannya ke syurga-Nya. Dan siapapun pria yang mengingkari anaknya, padahal dia mengetahuinya, maka Allah SWT akan membentangkan hijab darinya dan membuka aibnya ke mata kepala (dipersaksikan kepada) orang-orang yang terdahulu maupun yang terakhir”.
    (H.R. Abu Daud dan Ad-Darimi).

    Dalil-dalil Ancaman pemalsu Nasab

    1. Dalam sebuah hadits marfu’ dari Sa’d bin Abi Bakrah radhiallahu ‘anhu disebutkan,

    مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيْهِ وَهُوَ يَعْلَمُ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ.

    “Barangsiapa mengaku (bernasab) kepada selain ayahnya sedang dia mengetahui, maka haram baginya surga.”( Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 8/45.)

    2. Ancaman Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bagi orang-orang yang seperti itu,روي عن سعد رضي الله عنه، قال :سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول: من ادعى إلى غير أبيه وهو يعلم أنه غير أبيه فالجنة عليه حرام. رواه البخاري ومسلم
    Diriwayatkan dari sa’d rodhiyallohu ‘anh, dia berkata: aku mendengar Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: Barang siapa mengaku-ngaku kepada selain bapaknya , dan dia mengetahuinya bahwa orang tersebut bukan bapaknya, maka surga harom baginya. HR. Bukhori & Muslim

    3. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, saat turun ayat mula’anah (Mula’anah; yakni saling melaknat antara suami dengan isteri karena tuduhan zina.),

    أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَدْخَلَتْ عَلَى قَوْمٍ مَنْ لَيْسَ مِنْهُمْ فَلَيْسَتْ مِنَ اللهِ فِيْ شَيْءٍ وَلَنْ يُدْخِلَهَا اللهُ جَنَّتَهُ، وَأَيُّمَا رَجُلٍ جَحَدَ وَلَدَهُ وَهُوَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ اِحْتَجَبَ اللهُ مِنْهُ وَفَضَحَهُ عَلَى رُؤُوْسِ اْلأَوَّلِيْنَ وَاْلآخِرِيْنَ.

    “Perempuan manapun yang menggolongkan (seorang anak) kepada suatu kaum, padahal dia bukan dari golongan mereka, maka Allah berlepas diri daripadanya dan tidak akan memasukkannya ke dalam Surga. Dan siapa dari laki-laki yang mengingkari anaknya padahal ia melihatnya (sebagai anaknya yang sah) maka Allah akan menutup diri daripadanya dan akan mempermalukannya di hadapan para pemimpin orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian.” (Hadits riwayat Abu Daud, 2/695, lihat Misykatul Mashabih, 3316.)

    Semoga bermanfaat…………..Mohon disebar…..!!!

  5. Bantah membantah said

    hehe…..mulai keliatan ….
    Makin dibantah, nanti makin dibuka KPK loh hehe….
    Kaya kasus LHI aja…., makin dibuka, makin terang benderang
    Waktu yang membuktikan

  6. hadi said

    ya begitu lah orang2 yg mau menyudutkan Islam,,, mencari keburukan,,, padahal dalam ajaran Islam tidak ada kesalahan maupun keburukan yg ada dalam ajaran Islam hanya kebenaran dan kebaikan

  7. noname said

    siapaaaa lg yg menyudutkan Islam…hadeeeeh capedeh

  8. incar said

    sabar bung, bahaya laten komunis masih ada.

  9. Anonim said

    BENAR GAKNYA TU BERITA TETAP…………….FUCK FPI……….

  10. Anonim said

    BENAR GAKNYA TU BERITA TETAP…………….FUCK YOU………. (AND WHOEVER WITH YOU)

    https://kabarnet.wordpress.com/2013/11/02/foto-foto-kegiatan-sosial-fpi-part-i/

    https://kabarnet.wordpress.com/2013/11/02/foto-foto-kegiatan-sosial-fpi-part-ii/

    https://kabarnet.wordpress.com/2013/11/02/foto-foto-kegiatan-sosial-fpi-part-iii/

    https://kabarnet.wordpress.com/2013/11/03/foto-foto-kegiatan-sosial-fpi-part-iv/

    https://kabarnet.wordpress.com/2013/11/03/foto-foto-kegiatan-sosial-fpi-part-v/

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: