KabarNet

Aktual Tajam

Densus Brutal! Ahmad Ditembak Usai Shalat Ashar

Posted by KabarNet pada 11/06/2013

Poso – KabarNet: Kebrutalan Densus 88 terhadap warga muslim Poso kembali dipertontonkan pada Senin (10/06/2013) sekitar pukul 16.00 WITA. Seorang warga Muslim Poso bernama Ahmad menjadi korban kebiadaban yang kesekian kalinya dari Densus 88.

Pembunuhan terhadap Ahmad terjadi ketika korban pulang sholat Asar di Masjid Al Muhajirin Desa Kayamanya Poso. Hal tersebut disampaikan oleh ustadz Adnan Arsal salah seorang tokoh Muslim Poso. “Ahmad ditembak oleh Densus 88 ketika pulang sholat asar dari masjid Al Muhajirin,” kata ustadz Adnan Arsal kepada voa-islam.com, Senin (10/6/2013).

Ustadz Adnan juga mengatakan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak ada perlawanan dari Ahmad, sebab ia tidak bersenjata dan baru pulang shalat Ashar di masjid kemudian ditabrak dengan sepeda motor sebelum ditembak.

Ustadz Adnan juga membantah pemberitaan TV One yang menyebutkan bahwa Ahmad melakukan perlawanan dengan menembakkan enam peluru. “Enam peluru itu milik Densus yang ditembakkan ke Ahmad, TV One telah membuat kebohongan,” tegasnya.

Kesal dengan pemberitaan tv one yang penuh kebohongan Ustadz Adnan mengatakan,”TV One itu pembohong, itu juru bicaranya Densus 88!”

Ia pun geram dengan Densus 88 yang kembali melakukan penembakan brutal tanpa proses pengadilan terhadap terduga. “Densus itu sama dengan tentara Israel, seperti tentara Belanda dan tentara Jepang, mereka telah membunuh anak negeri sendiri,” ujarnya.

Tindakan Densus 88 yang biadab terhadap warga Muslim Poso menimbulkan reaksi perlawanan dari masyarakat Muslim Poso. Sesaat setelah peristiwa penembakkan terhadap Ahmad, spontan warga Poso menyerang aparat polisi dengan lemparan batu. Bentrokan antara Polisi dengan warga Muslim Poso akhirnya tidak bisa dielakkan. Hingga Pukul 20.00 WITA bentrokkan antara Polisi dan warga Muslim Poso di Desa Kayamanya masih terjadi.

Sampai ditulisnya berita ini kondisi Kota Poso masih tegang,aparat Kepolisian dibantu TNI masih merangsek maju menghadapi serangan warga Muslim Poso yang mempersenjatai diri dengan batu. [KbrNet/Slm]

Source: voa-islam.com

19 Tanggapan to “Densus Brutal! Ahmad Ditembak Usai Shalat Ashar”

  1. wong ndeso said

    Semoga pemimpin negeri yang dzalim yang membiarkan pembantaian brutal terhadap umat Islam dibarkan bahkan didukung, segera mendapat laknat dari Allah serta mendapat celaka dunia akhirat

  2. Bubarkan Densus 88 Allahu Akbar!!!

  3. Afdhal Ali Fahmi said

    Semoga kezhaliman pemimpin di negeri ini segera dibalasi Allah dengan laknat yang sebesar-besarnya bagi dia keluarganya.

  4. noname said

    komen 1 jng provokasi pake istilah “UMAT ISLAM” paham ?

  5. kalo gini terus2-an
    Indonesia bisa meletus perang besar seperti di suriah

    bersiaplah

  6. Anonim said

    Tanpa Dansus 88, Indonesia akan tambah semrawut jadi sarangnya terrorist pembunuh orang2 yg tak berdosa yg sebagian besar justru umat Islam sendiri.
    Lihat tuch siapa yg SELALU membuat bomb sana sini ? Ingat bomb di Bali dan banyak tempat. Siapa yg melakukan nya ? Begini apa ya masih mau dibela dan dilindungi ?
    Dasar otak picik fanatik orang2 yg mengusulkan untuk membubarkan Dansus 88.
    Heran…….duh…….

  7. bendot said

    @Anonymous = MOUSE
    bego kayak tikus…..

  8. noname said

    setuju komen 6…. kabarnet jg ga imbang… coba tampilkan yg pernah jadi korban bom… kalo yg ud almarhum boleh diwakilkan keluarganya atau yg cacat permanen tampilkan supaya semua orang yg baca kabarnet dapat memberi komen rasional bukan cuma emosional

  9. pikirnalf said

    Bendot,., lo tu yg bgok, keracunan otak teroris. maklum saja D88 jg manusia kdg khilaf. tp D88 jg berguna. jgn sampe IND smrawut sprti timur tengah tiap hri bom dgn dalih agama, tpi apa yg terjadi negara jadi hancur, klo sdh hancur ujung2nya ya negara trsbt mnta bntuan amerika atw negara kafir yg kaya utk membangun negaranya. sy sndiri muslim tp tak setuju aksi2 bom bunuh diri, taliban, alqaeda , mrusak islam,

  10. kuplukhaji said

    Iyah betul tuh….pengacau kok di bela. Kalo liat faktanya para teroris itu, bukan dari daerah setempat. Cuma buat kacau, dan memecah belah umat aja.

    setuju utk komen 4 dan 6

  11. Isu Densus 88 akan diinvestigasi oleh Australia mencuat. Gara-garanya Australia tidak terima atas perlakuan Densus terhadap separatis RMS. Australia marah, sebab sebagaimana diakui oleh Kabidpenum Mabes Polri Kombes (pol) Marwoto Suto, negara itu memang mempunyai andil terhadap Densus dengan memberikan sejumlah paket bantuan untuk palatihan. Tentu saja ini adalah pengakuan terbaru dari pihak kepolisian. Selain Australia, penyandang dana Densus 88 adalah Amerika Serikat.

  12. Detasemen Khusus (Densus 88) Anti-Teror Polri ternyata dibentuk atas biaya sepenuhnya dari pemerintah Amerika Serikat. Majalah “Far Eastern Ekonomic Review“ (FEER), edisi 13 November 2003, menulis bahwa pemerintahan Bush mengeluarkan biaya 16 juta dolar (Rp 150 Milyar ) Untuk membentuk detasemen yang punya 400 Anggota itu. Hal yang sama ditulis Koran “ Jakarta Post”, 6 September 2004, dan “Warta Kota”, 12 November 2003.

    Laporan Congressional Research Service (CRS), Lembaga riset di bawah The Library Of Congress pada tahun 2005, memaparkan dengan rinci dana yang di keluarkan pemerintah Bush untuk Indonesia, termasuk untuk polri dan pasukan Anti – terornya. Misalnya, pada tahun 2004, Amerika Serikat memberikan bantuan $US. 5.778.000 tahun 2005 sebesar $ US 5.300.000.

    Kenapa bantuan rutin diberikan? Karena Indonesia dianggap berjasa di dalam perang melawan teror. “Kontribusi Indonesia untuk “global war on terror “ adalah kepentingan vital Amerika Serikat,“ tulis laporan itu .

    Melihat fakta dan data di atas, muncul pertanyaan : Bolehkah Polisi Kita bekerja sesuai dengan keinginan asing? pertanyaan kedua: bila itu benar, tidakkah itu bertentangan dengan UUD 1945?. Pertanyaan-pertanyaan itu bertambah penting, karena sekarang sudah terbukti, “ War on terror” adalah “ War on Islam” atau perang untuk menghancurkan Islam.

  13. GLOBAL WAR ON ISLAM

    Perang melawan teror diproklamirkan Presiden George W. Bush 20 September 2001. “Perang melawan teror tak akan berhenti sampai semua group teroris dunia ditemukan, dihentikan dan dikalahkan,” kata Bush. Pada kesempatan itu, Bush tak lupa menguraikan bahwa perang melawan teror adalah “crusade” Alias perang salib. Itulah perang tentara Islam dengan Kristen 1000 tahun lalu, untuk memperebutkan Yerusalem.

    Proklamasi perang itu diikuti pengarahan pesawat tempur membombardir Afganistan, Oktober 2001, dengan dalih untuk menghancurkan teroris Al-Qaedah, Pemimpinya Usama Bin Laden , serta Rezim Taliban yang melindunginya.

    Tak terhitung korban sipil yang jatuh. Afghanistan kemudian dijajah Amerika Serikat dan sekutunya. Sekitar 2.1 Juta warganya jadi Pengungsi ke Iran atau Negara lain. “War On Teroris” dilanjutkan dengan menyerang Irak pada 2003.

    Untuk melengkapi infrastrukturnya dalam perang ini, Bush mendirikan penjara di Teluk Guantanamo, Kuba, dan penjara rahasia di Eropa dan Asia. Waktu menyerang Afghanistan, Bush berdalih untuk memburu Al-Qaeda. Lalu menyerang Irak karena Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal. Ternyata semua itu bohong. Senjata itu tak pernah ditemukan.

    Di Palestina, Amerika dan sekutunya Israel mengadu Fatah dengan Hamas, Sunni diadu dengan Syiah di Lebanon dan Irak. Somalia, Negeri Islam yang amat miskin, di obrak-abrik. Survei yang dilakukan Zogby International, untuk Georgetown University, guna mengetahui sikap masyarakat muslim Amerika Serikat pada 2004, menunjukkan, mayoritas (38%) responden percaya bahwa sebenarnya “War on Terror “ itu adalah “ War On Islam”.

    Menurut Zahid Buchari, Direktur Survei Zogby International, munculnya persepsi “War On Islam” akibat pernyataan menyerang Islam dari para pendeta pemimpin Kristen Evangelical Amerika Serikat, seperti Pat Robertson, Jerry Palwell (meninggal beberapa bulan lalu), dan Franklin Graham.

    Padahal para pendeta itu dekat sekali secara politik dengan Gedung Putih, terutama dengan Presiden Bush. Buku “America Theocracy” (2006) yang ditulis Kevin Phillips, mantan ahli strategi partai Republik, bahkan menyebutkan, kini Partai Republik merupakan partai Kristen Fundamentalis pertama di dalam sejarah Amerika Serikat. Segepok indikator dan bukti ada di dalam buku itu. Dalam konteks ini menjadi jelas kenapa Bush menyamakan “War On Terror” dengan Perang Salib.

    Survey oleh WorldPublicOpinion.org yang tadi dikutip di atas – didukung START Concortium dari University Of Maryland, menunjukkan bagaimana sikap umat Islam terhadap politik luar negeri Amerika. Survey dilakukan dengan jajak pendapat mendalam (in-depth poll) di empat Negara berpenduduk mayoritas Islam: Indonesia, Mesir, Maroko, dan Pakistan, dari Desember 2006 sampai Februari 2007.

    Hasilnya, Mayoritas responden 4 negara itu, percaya bahwa Amerika Serikat berusaha menghancurkan dan memecah belah dunia Islam. Responden yang berpendapat seperti itu rata-rata 79 % dari mulai Indonesia 73 % sampai Mesir 92 %.

    Dalam presentase yang sama besar (rata-rata 79%), Responden berpendapat, Amerika Serikat sedang berusaha menguasai sumber-sumber minyak di Timur Tengah. Malah dalam jumlah cukup besar (rata-rata 64 %), responden percaya bahwa tujuan Amerika Serikat adalah untuk menyebarkan Kristen di Timur Tengah.

    Maka Arab Saudi yang selama ini dikenal dekat dengan Amerika Serikat kini tampak mulai bersikap lain. Koran “USA TODAY”, 1 September 2006, membuat laporan ketika Mufti Besar Kerajaan Arab Saudi, Sheik Abdul-Aziz Al-Sheik, berkhutbah di Padang Arafah di musim haji 2006, yang dibanjiri lebih dari 2 juta jemaah.

    Suara ulama ini biasanya mirip sikap pemerintahannya. Nah, ia mengatakan Umat Islam sekarang sedang menghadapi tantangan yang gawat : dituduh teroris, melanggar hak asasi manusia, dan disuruh merevisi buku teks di sekolahannya “Oh bangsa Muslim, sekarang ada perang terhadap keimanan kita, terhadap budaya kita, dengan dalih palsu memerangi terorisme. Kita harus tabah dan bersatu untuk mempertahankan agama kita. Musuh-musuh Islam ingin mengubah Islam itu dengan nilai-nilai dan penafsirannya, tapi tentara Allah pasti akan menang“ katanya. Terdengar teriakan “amin” membahana di padang gersang

  14. noname said

    patrik johan yg bener aaaaah coba liat negara2 yg kacau balau… ga usah ribet kl mau kasih contoh… apa mau indonesia spt itu…haaaaaaaa

  15. OPM udah banyak ngebantai polisi, bin, tni, warga sipil dan warga asing
    OPM ingin melepas diri dr NKRI, ingin mendirikan negara sendiri
    OPM didanai,dipersenjatai dan didukung oelh amerika, inggris, asutralia

    tapi gak disebut TERORIS
    stigma teroris hanya dikenakan kpd mereka saja yg beragama ISLAM
    langsugn tembak mati, gak pake pembuktian
    kalo OPM beragama kristen
    makanya gak ditargetkan oleh densus 88

  16. pikirnalf said

    tdk bisa mmbedakan OPM ama teroris?. lht tu teroris bom bunuh diri yg mati malah sesama muslim, di IND jihad dgn damai bkn dgn kekerasan, krn IND damai, klo di Afghan, palestin itu bisa dimaklumi. OPM tu organisasi yg mw kluar dari IND dan itu tugasnya TNI, fktanya OPM juga ditangkapi TNI,

  17. noname said

    aaaaah TAIfa bego ga bisa bedain OPM sama teroris truuuuus pake bawa2 agama lagi hadeeeh dasar dogol…cepedeh lama2 baca komen yg pd dogol bisa ketularan dogol jg niy…

  18. Anonim said

    NAMANYA JUGA TAI FAH.
    YA MAKLUM AJA

  19. Anonim said

    halo fpi ! jangan cuma bisa nyiram air di tv doang ! ayo tangani kasus ini !!!!

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: