KabarNet

Aktual Tajam

JK Imbau Masjid-masjid di Bali Pelankan Suara Saat Subuh

Posted by KabarNet pada 23/06/2013

Denpasar – KabarNet: Pengeras suara yang disetel terlalu kencang di masjid-masjid saat menjelang solat subuh mendapat perhatian khusus dari mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK).

Di hadapan ratusan jamaah Masjid Baiturrahman, Denpasar, Bali, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla mengajak umat Islam di sana agar bersikap toleran terhadap penganut agama lain, terutama warga Hindu yang mayoritas di daerah wisata tersebut.

“Kalau subuh, sound system-nya untuk adzan dan mengaji tidak perlu keras, karena tidak semua orang di sekitar masjid ini, bangun salat subuh. Ada banyak penganut agama lain. Jangan sampai mengganggu tidur dan istirahat mereka,” kata Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu,  Sabtu (22/6/2013).

Coba lihat di Mekkah, JK mencontohkan, mereka langsung adzan apabila subuh tidak pakai mengaji. Untuk itu, JK berharap di Bali agar tidak membaca Alquran dan adzan melalui pengeras suara. “Itulah saya maksud silaturahmi atau toleransi umat beragama” ucapnya.

Masjid itu tempat yang syahdu, kata JK. Tempat orang menunaikan ibadah dan menciptakan ketenangan hati. Begitulah kondisi yang harus dilalui umat Islam di Bali. Berbeda di daerah lain.

JK mencontohkan, jika di Jakarta atau di Makassar, ada gereja yang suara ibadah dan loncengnya keras sampai hingga mengganggu umat lain, tentu akan membuat keberatan pula. Karena itu, harus saling memahami agar toleransi beragama dapat dibangun

Di Bali terdapat 275 ribu penganut agama Islam, dari total 850 ribu penduduk. Total masjid dan musala khususnya di Denpasar sebanyak 19 mesjid.

JK berkunjung ke Denpasar untuk meninjau pembangunan Masjid Baiturrahman Denpasar.

Menurut Ketua DMI Denpasar, Bambang Santoso, imbauan Ketua DMI Pusat, sangat bermanfaat bagi umat Islam di Bali dan juga bagi umat lain. Karena JK memberi solusi untuk menegakkan toleransi antar umat beragama di daerah ini. [KbrNet/adl – Source: Inilah.com]

4 Tanggapan to “JK Imbau Masjid-masjid di Bali Pelankan Suara Saat Subuh”

  1. Anonim said

    Setuju sekali dng Bp Jusup Kala.
    Terima kasih banyak Pak Jusup Kala.

  2. ali said

    setuju,saling menghargai menghormati toleransi jaga persatuan dan bagi pemuka2 agama juga harus sering sering berdiskusi,dan jgn memprovokasi jamaatnya/jamaahnya,jalankan ibadah dgn kejujuran jgn memaksa kehendak jgn mengambil keuntungan dari kesusahan orang,atas nama agama/tempat ibadah dll

  3. noname said

    gud Job JK

  4. mommy said

    Sebenarnya aZAN keras nggak apa-apa, asal setelah sholat zikirnya pelan dan sendiri-sendiri tidak perlu pakai speaker. karena berdoa dan berzikir memang seharusnya dipelankan dan sendiri-sendiri, agar tidak mengganggu orang lain.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: