KabarNet

Aktual Tajam

Rute Sesat Dalam Cara Kita Memilih Presiden

Posted by KabarNet pada 23/09/2013

Jakarta – KabarNet: Mungkin Soekarno tak pernah berpikir menjadi Presiden. Mungkin juga tak pernah terucap dari bibirnya bahwa suatu hari dia ingin menjadi Presiden. Dia hanya berpikir bagaimana bangsanya segera cerdas, segera bebas dan merdeka dari Penjajahan. Bagaimana agar bangsa yang luas dan besar ini segera bersatu menyusun barisan perlawanan untuk mengusir apa yang sering dia sebut sebagai kaum imperialis, kolonialis. Kaum yang hanya mau enak sendiri dengan mengexploitasi bangsanya.

Setiap hari di benaknya bagaimana agar kaum marhaen segera hidup layak dan sejahtera, segera terbebas dari penindasan agar tidak selamanya jadi kuli di negerinya dan tidak menjadi bangsa kuli.

Dia risau melihat bagaimana hasil kebun rempah-rempah, karet, teh, kopi, tebu, gula dan lain-lain hanya dinikmati orang kulit putih Belanda dan memakmurkan Negeri Belanda, dan segelintir anteknya, sementara rakyat pribumi menderita sengsara, kurus dan miskin.

Dia terus menulis dan bersuara lantang tentang ketidak-adilan yang dilihatnya sehari-hari. Menentang dan menentang serta menggugat, sampai suatu hari dia membuat gerah sang penjajah dan membuat ia harus dihukum di penjara.

Sejak itu ia sering diisolir, diasingkan dan dipenjara. Adakah saat itu terbetik dalam pikirannya, sebuah pamrih untuk menjadi pahlawan atau presiden ? Saya yakin tidak.

Sampai akan berlangsungnya sidang Badan Penyelenggara Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) maupun Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), saya yakin Soekarno maupun Hatta tidak berpikir akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Tak terpikir membentuk TIM SUKSES atau membuat spanduk: SOEKARNO FOR PRESIDENT!

Mereka hanya berpikir bagaimana konsep yang akan menjadi dasar dan aturan-aturan dalam negara baru yang mereka bangun. Sehingga tiba pada suatu titik ibarat sungai mengalir, suratan nasib membawa mereka berdua, dipercaya oleh teman-temannya dalam semangat musyawarah untuk menjadi kapten dari negara yang baru mereka dirikan. Mereka jadi PRESIDEN dan WAKIL PRESIDEN begitu saja secara alamiah sebagai buah dari jerih payah mereka tanpa hiruk-pikuk harus saling sikut dan menjelekkan satu sama lain. Tanpa fitnah, tanpa mengumbar ego-ego rendahan.

Seandainya kita menempatkan pertarungan membela rakyat dan pengabdian tulus membela rakyat sebagai tolak ukur dalam memilih Presiden dan membiarkan rakyat menilai dengan cermat siapa pejuang sesungguhnya maka pasti akan lahir Presiden yang murni yang akan memajukan bangsa ini. Padahal persoalan bangsa yang dihadapi Soekarno tahun 20an s/d 40an sama saja dengan sekarang: Ada penjajahan (gaya baru), ada exploitasi SDA, ada banyak rakyat tertindas, ada banyak ketidak-adilan, dst bahkan lebih dahsyat.

Lalu mengapa kaum pejuang yang selalu menyuarakan masalah-masalah tersebut di atas tidak mendapat tempat untuk kita dorong jadi pemimpin bangsa? Bukankah mereka ada di kampus, di LSM, di Ormas atau di Gerakan Buruh/Pengacara/Wartawan/Aktifis? Bukankah mereka ada yang unggul dalam integritas, kejujuran, track record dan kepedulian? Mengapa kita membiarkan kaum penjajah itu membangun RUTE SESAT dalam cara kita memilih Pemimpin bangsa? Membiarkan aktor-aktor yang digelembungkan media massa / lembaga survey sehingga kita silau untuk membedakan mana emas mana perak? Bahkan membiarkan antek asing berperan dalam ajang yang begitu strategis ini? Bukankah cara sesat ini telah menipu kita? Setelah berkuasa tak peduli nasib rakyatnya bahkan menjual bangsanya?

Seharusnya kita menempuh rute Soekarno (pergulatan pemikiran dan pertarungan dilapangan membela rakyat) itulah yang jadi patokan untuk menentukan siapa Pemimpin atau Presiden sesungguhnya dalam menghadapi tantangan zaman ini. Rute ini juga yang ditempuh Lula da Silva untuk merubah Brazil. Bukan membiarkan RUTE PRESIDEN IDOL yang sesat ini (akan) mengatur hidup kita!

Oleh : DRS H. MUHAMMAD HATTA TALIWANG, BSW

[KbrNet/adl/MHT-190913]

7 Tanggapan to “Rute Sesat Dalam Cara Kita Memilih Presiden”

  1. P-luto said

    Itulah dia !

    Itulah yang dimaksudkan jika selama ini bangsa Indonesia bisa disebut BAGAIKAN PUTERI SALJU YANG MASIH TERTIDUR LELAP DAN BELUM JUGA TERBANGUN DARI TIDURNYA YANG PANJANG, YAKNI SELAMA HAMPIR 1.000 TAHUN !!!

    Mengapa disebut 1000 tahun dan bukan 400 tahun masa penjajahan Barat ?

    Karena tolak ukurnya adalah kejayaan terakhir nenek moyang bangsa Indonesia yang pernah sukses dan maju hingga imperiumnya mencapai sebagian benua ASIA TENGAH ! Luar biasa bukan ….. ….

    Apalagi jika kita mau menengok ribuan tahun lagi ke masa lampau, akan tampaklah kejayaan nenek moyang kita sejak :

    1. KERAJAAN SABA – SULAIMAN – ATLANTIS
    2. KERAJAAN PASUNDAN – MAJAPAHIT
    3. KERAJAAN SRIWIJAYA

    Semua kerajaan besar dijamannya itu pernah memiliki imperium kekuasaan hingga ke benua Asia tengah, bahkan diduga lebih dari itu mengingat ciri khas peninggalan-2 nya yang berupa CANDI-CANDI BERBENTUK PIRAMIDA bertebaran di mana-mana bahkan hingga ke Meksiko. Hal itu menunjukkan betapa besar pengaruh imperium nenek moyang bangsa Indnesia jauh ribuan tahun di masa lalu.

    Lalu bagaimana dengan masa kini ?

    Seperti pesan tulisan di atas, kini kita LAKSANA PUTERI TUNGGAL KERAJAAN KAYA YANG SEDANG TERTIDUR PULAS ! Sangat pulas … sampai-2 nyamuk-2 penghisap darah dari belahan dunia barat pun tak dirasakan kehadirannya oleh sang puteri nan cantik jelita selama lebih dari 350 tahun !

    Barangkali kisah REMEO & JULIET itu ada benarnya, bahwa SANG PUTERI CANTIK JELITA NAN KAYA HANYA ABARU AKAN TERBANGUN DARI TIDURNYA YANG PANJANG MANAKALA SUDAH TIBANYA SEORANG PANGERAN GAGAH PERKASA YANG TAMPAN, SAKTI NAN BERWIBAWA.

    Siapakah gerangan sang pangeran tersebut ???

    Mungkinkah dia SATRIA PININGIT yang banyak dikisahkan secara turun-temurun dalam keseharian bangsa Indonesia ?
    Walahu alam,

    Yang pasti dalam lelapnya tidur SANG IBU PERTIWI selama ini, sistem pencarian pemimpin bangsa ini terlihat tidak sepenuhnya bertujuan DEMI BANGSA INDONESIA, DEMI KEJAYAAN BANGSA INDONESIA, DEMI KEMAKMURAN BANGSA INDONESIA, DEMI KESEHATAN IBU PERTIWI DAN DEMI KECANTIKAN SANG PUTERI KAYA NAN JELITA pemilik jamrud khatulistiwa.

  2. Anonim said

    rakyat sudah tahu hidup-hidup, bahwa syarat pertama dan utama jadi capres adalah ketua umum partai politik.

  3. P-Luto said

    Sistem manapun sejatinya tidak masalah sejauh TETAP BERPIJAK PADA REL YANG SEHARUSNYA, yakni YANG PRO RAKYAT !

    Dala sis tem saat ini , dimana rakyat mempercayakan suaranya kepada wakil rakyat yang calonnya DIAJUKAN OLEH PARTAI dan kemudian setelah terpilih menjadi WAKIL RAKYAT beru memilih CALON PRESIDEN yang tentu saja PRO PARTAI tersebut.

    Pertanyaan intinya :
    Apakah sang presiden yang dipilih oleh partai tersebut kelak PRO RAKYAT atau PRO PARTAI ?
    Apakah RAKYAT SAMA DENGAN PARTAI ?

    Jawabannya, tentu saja tidak sama !
    Karena rakyat ada di posisi PEMILIK SUARA dan partai ada di posisi PENERIMA SUARA. Hubungan yang terjadi antara pemilik suara dan penerima suara adalah hubungan KEPERCAYAAN ATAU AMANAH !

    Bukan BISNIS atau BALAS JASA !

    Karena bukan bisnis atau balas jasa, maka rakyat sangat membutuhkan KEJUJURAN DARI PARA PENERIMA atau PENGEMBAN AMANAH RAKYAT, yang antara lain dalam sistem ala Barat saat ini dipegang posisinya oleh PARTAI POLITIK sebelum memilih seorang pemimpin bangsa. Jadi Partai Politik saat ini sebenarnya adalah PEMEGANG AMANAH RAKYAT UNTUK MEMILIH PEMIMPIN MEREKA.

    Dan akhirnya pertanyaan SUPER INTINYA adalah :
    Mampukah para pemegang amanah rakyat ini dipercaya untuk tetap memegang teguh amanat yang dipercayakan oleh rakyat kepadanya untuk MEMILIH PEMIMPIN YANG -> PRO RAKYAT dan BUKAN PRO PARTAI apalagi PRO ASING !

    Mengingat sistem yang ada saat ini jadi dilematis memang, betapa tidak dalam perjalanannya sistem ini sangat rawan dengan hal-2 yang tidak bersifat PRO RAKYAT.

    Semoga hal itu tidak terjadi, karena yand diharapkan oleh rakyat yang bersifat APA ADANYA adalah KEJUJURAN DARI PARA PEMEGANG AMANAH RAKYAT UNTUK TETAP MEMBELA ATAU MENJADIKAN SEGALA KEBAIKAN BANGSA DAN NEGARA INI ADALAH DEMI RAKYAT dan bukan demi-demi lainnya.

  4. SOHIB IPIN said

    Yang jago akting banyaaakkk …. yang jujur dikit men !

  5. H2O said

    Kalau bisa pilih langsung, mengapa harus melalui wakil ?
    Apalagi kalai para wakilnya gak bisa dipercaya, buang-2 suara aja ……
    Langsung aja ah pilih pemimpin negeri !

  6. taUbat said

    ULIL ABSHAR : PAK BOED TAK PUNYA RECORD YANG MENGKHAWATIRKAN

    22 – JUN – 2009

    BOEDIONOMENDENGAR.COM – “DIANTARA TIGA CALON WAKIL PRESIDEN YANG ADA SEKARANG, YANG PALING SREG BUAT SAYA ADALAH PAK BOEDIONO. DIBANDING WIRANTO APALAGI PRABOWO TENTU SAJA SOSOK BOEDIONO LEBIH BAIK DARI DUA YANG LAIN,” KATA ULIL ABSHAR ABDALLA, MANTAN KOORDINATOR JARINGAN ISLAM LIBERAL (JIL).

    MESKI MENGAKU TAK MEMILIKI INFORMASI DETIL SOAL PRIBADI BOEDIONO, ULIL MEMPUNYAI KESAN BAHWA BOEDIONO ADALAH ORANG YANG JUJUR, PEKERJA KERAS, DENGAN MIND SET : TO GET THINGS DONE. ”MAKSUDNYA SEORANG PEKERJA YANG BUKAN HANYA SEORANG YANG MEMBUAT KONSEP SAJA, TAPI MAMPU MEMBUAT, MELAKSANAKAN. DAN ITU YANG KITA BUTUHKAN. KARENA, MASALAH YANG BEGITU RUWET DI NEGARA KITA INI BUTUH SEORANG PEKERJA KERAS YANG BISA MENERJEMAHKAN ASPIRASI MASYARAKAT MENJADI SUATU KEBIJAKAN BESAR, DAN KEMUDIAN DITURUNKAN MENJADI SUATU KEBIJAKAN YANG SPESIFIK. LALU BAGAIMANA MENYUSUN LANGKAH-LANGKAH YANG KONKRIT AGAR ASPIRASI MASYARAKAT YANG BANYAK SEKALI ITU BISA DIRESPON DAN EFEKTIF ? PAK BOEDIONO ORANG YG TEPAT UNTUK ITU,” KATA MAHASISWA PH.D HARVARD UNIVERSITY INI.

    “HARAPAN SAYA DENGAN PERMASALAHAN YANG KOMPLEKS DI NEGERI KITA, KITA BERHARAP PAK BOEDIONO BISA MEMBANTU PAK SBY UNTUK MENANGANI MASALAH-MASALAH YANG KOMPLEK ITU SEHINGGA ADA SOLUSINYA YANG KONKRIT. DILEMA KITA DI INDONESIA KAN BEGITU. ADA ORANG-ORANG YANG PUNYA KONSEP BESAR TAPI TIDAK PUNYA KEMAMPUAN TEKNIS UNTUK MENERJEMAHKAN KONSEP YANG BESAR ITU DALAM PRAKTEK. DALAM DUNIA SEHARI-HARI, PAK BOEDIONO SUDAH PUNYA PENGALAMAN PANJANG UNTUK ITU. KITA BERHARAP PAK BOEDIONO BISA MEMBANTU SBY UNTUK ASPEK ITU,” KATA PERAIH GELAR MA DARI BOSTON UNIVERSITY INI.

    “KALAU KITA LIHAT CAWAPRES YANG TIGA INI, DARI SUDUT ISU-ISU YANG DIKEMBANGKAN OLEH KELOMPOK ISLAM SEPERTI JIL ITU MUNGKIN TIDAK ADA RELEVANSI LANGSUNG. KARENA TIDAK PERNAH MENGENAL ORANG SEPERTI PRABOWO ATAU WIRANTO ATAU JUGA PAK BOEDIONO MENANGANI MASALAH-MASALAH PLURALISME, ATAU MASALAH KEBEBASAN BERAGAMA,” KATA ULIL.

    TETAPI KITA TAHU, LANJUT ULIL, PROFIL TIGA CAWAPRES INI TERUTAMA PAK BOEDIONO TIDAK PUNYA RECORD YANG MENGKHAWATIRKAN DARI SUDUT ISU-ISU YANG KITA PERJUANGKAN SELAMA INI. “TERUTAMA PAK BOEDIONO DIA SEORANG NASIONALIS, KATAKAN BEGITU. ITU KAN PENTING UNTUK MENJAMIN NEGARA KITA YANG MAJEMUK INI. JADI KEKHAWATIRAN ORANG SELAMA INI SELALU KALAU PUCUK PIMPINAN NEGARA INI DIDUDUKI OLEH ORANG YANG PUNYA ORIENTASI YANG CENDERUNG MEMUSUHI KEMAJEMUKAN SOSIAL, ATAU PLURALISME DAN SETERUSNYA. SBY DAN BOEDIONO, SAYA KIRA TIDAK MEMILIKI RECORD YANG MENGKHAWATIRKAN DARI SUDUT ITU,” KATA PENELITI DI FREEDOM INSTITUTE INI.

    ULIL MENGUNGKAPKAN SALAH SATU KEKHAWATIRAN KARENA SALAH SATU ELEMEN YANG MENDUKUNG SBY DENGAN BOEDIONO ADALAH PKS. “ITU SALAH SATU YANG MENGKHAWATIRKAN SAYA, TERUS TERANG, DARI AWAL. TAPI NAMPAKNYA TEKANAN DARI PKS AKHIR-AKHIR INI UNTUK MEMAKSAKAN SATU AGENDA TERTENTU KEPADA SBY TAMPAKNYA BISA DIREDAM,” KATA ULIL SAAT DITEMUI DI SALIHARA, SABTU 20 JUNI 2009.

    “DAN SAYA HARAP MENDATANG SBY DAN BOEDIONO BISA TAHAN TERHADAP TEKANAN SEPERTI PKS ITU. MESKIPUN KITA JUGA TAHU PKS SUDAH BANYAK BERUBAH AKHIR-AKHIR INI. TAPI KITA BERHARAP WE ARE KEEPING OUR EYES. KITA HARUS SELALU AWAS, WE HAVE TO BE VIGILANT. SAYA OPTIMIS TIDAK AKAN TERJADI SESUATU YANG MENGKHAWATIRKAN DARI SUDUT ISU-ISU PLURALISME DAN KEBEBASAN BERAGAMA,” PUNGKAS ULIL.

  7. taUbat said

    MK DIMINTA BACA PUTUSAN UJI MATERI UU PILPRES JELANG PEMILU 2014

    RABU, 12 MARET 2014 13:36

    MERDEKA.COM – MAHKAMAH KONSTITUSI (MK) DIMINTA UNTUK SEGERA MEMBACAKAN PUTUSAN UJI MATERI UU NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN SEBELUM PEMILU 2014 YANG AKAN DIGELAR PADA 9 APRIL NANTI.

    PAKAR HUKUM DAN TATA NEGARA YUSRIL IHZA MAHENDRA MENGATAKAN MK TELAH BERJANJI UNTUK MEMUTUSKAN DAN MENGUMUMKAN KEPUTUSAN JUDICIAL REVIEW TERSEBUT SEBELUM PILEG 9 APRIL MENDATANG.

    “JANJI KETUA MK SEBELUM 9 APRIL. HARAPAN SAYA SEBENARNYA LEBIH AWAL, BAHKAN KALAU PERLU SEBELUM MASA KAMPANYE AGAR PARPOL BISA MENGUMUMKAN PASANGAN CALON PRESIDEN DAN KPU MENERIMANYA,” UJAR YUSRIL KEPADA WARTAWAN DALAM KONVENSI RAKYAT DI BALAI SUDIRMAN, JAKARTA, RABU (12/3).

    YUSRIL YANG JUGA CAPRES PARTAI BULAN BINTANG (PBB) ITU MENEGASKAN, MK BERJANJI TIDAK AKAN MENGGELAR SIDANG LAGI.

    “KETUA MK SUDAH MENGATAKAN MEREKA AKAN MEMUTUSKAN SEGERA DAN MEREKA TIDAK AKAN MELAKUKAN SIDANG LAGI. KARENA PEMERINTAH SUDAH DIMINTAI KETERANGAN WAKTU PERMOHONAN YANG DISAMPAIKAN OLEH EFFENDI GHAZALI, DAN KAWAN-KAWAN,” JELAS YUSRIL.

    LEBIH LANJUT, YUSRIL MENJELASKAN, DALAM PASAL 6 AYAT 2 UUD 1945 TERTULIS PASANGAN CALON PRESIDEN DIUSULKAN PARTAI POLITIK SEBELUM PELAKSANAAN PEMILU. NAMUN, DIA MENILAI HAL ITU SUDAH TERLAMBAT KARENA PENDAFTARAN CAPRES SERTA CAWAPRES SEHARUSNYA DILAKUKAN BERBARENGAN DENGAN DPT.

    “NAH SEBENARNYA PELAKSANAAN PEMILU SUDAH TERLAMBAT. SEBENARNYA KAN SEJAK PENDAFTARAN DPT KAN SUDAH TAHAPAN DIMULAI,” TEGAS YUSRIL.

    “SAYA TINGGAL MENUNGGU KAPAN MEREKA AKAN PUTUSKAN,” TANDASNYA.

    MUHAMMAD SHOLEH | MTF

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: