KabarNet

Aktual Tajam

Ikut APEC, SBY Dinilai Menjual Kedaulatan Negara

Posted by KabarNet pada 24/09/2013

Jakarta – KabarNet: Menanggapi acara Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (KTT-APEC) yang akan digelar pada 1-8 Oktober 2013 mendatang di Bali, Peneliti Indonesia for Global Justice (IGJ) Salamuddin Daeng meminta masyarakat Indonesia menolak Konferensi tersebut. Menurutnya acara tersebut adalah ajang bagi Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menjual kedaulatan negara.

Menurut Salamuddin, APEC yang beranggotakan 21 negara hanya akan menjadi alat penghisap kekayaan ekonomi di negara-negara miskin dengan berkedok perdagangan bebas dan liberalisasi investasi.

Sedangkan aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi mengatakan, tahun 2013 merupakan puncak dari krisis akibat liberalisasi yang dilakukan rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Indonesia, kata Adhie, harus berhadapan dengan defisit perdagangan dan transaksi berjalan penuh sepanjang tahun, defisit neraca pembayaran dan defisit dalam APBN yang semakin melebar akibat pelemahan ekonomi.

Menurut Adhie Massardi, yang juga mantan Juru Bicara Kepresidenan di era Presiden Abdurachman Wahid (Gus Dur) itu, liberalisasi pasar dan fasilitasi investasi asing tidak menimbulkan stabilisasi harga-harga dalam negeri terutama pangan. “Harga pangan pokok rakyat bergejolak, kedelai, daging sapi, daging ayam, bawang harganya tidak terjangkau karena dikuasai kartel, mafia dan sindikat,” tandasnya.

Selain itu, Adhie juga menilai bahwa penguatan kesepakatan liberalisasi perdagangan dan investasi dalam pertemuan APEC, yang akan diikuti dengan pertemuan WTO pada bulan Desember akan memperburuk kondisi ekonomi Indonesia. Hal itu diakibatkan semakin derasnya impor barang dan jasa yang menghancurkan ekonomi rakyat serta aliran investasi asing dan utang luar negeri. “Kondisi inilah Pemerintahan SBY harus dicatat dalam sejarah sebagai rezim yang rela mengkhianati cita-cita proklamasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat Politik dan Ekonomi dari Institut Ekonomi Politik Soekarno–Hatta (IEPSH), M.Hatta Taliwang menjelaskan alasan penolakan sejumlah pengamat, ilmuwan dan akademisi terhadap keikut-sertaan Indonesia dalam forum-forum organisasi APEC. Berikut ini adalah tulisannya:

MENGAPA KITA TOLAK APEC

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) adalah organisasi kerjasama ekonomi Asia Pacific yang (KTTnya, red.) akan diselenggarakan pada 1-8 Oktober 2013 di Bali.

APEC beranggotakan negara di kawasan lingkar Pasifik terdiri dari 21 negara-negara industri dan negara miskin dan berkembang.

APEC juga diikuti oleh ribuan perusahaan raksasa multinasional yang difasilitasi dalam struktur APEC Business Advisory Council (ABAC).

Misi utama APEC adalah menyukseskan liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi. Menghapuskan semua hambatan perdagangan sesuai dengan “Osaka Action Agenda” dan meningkatkan liberalisasi perdagangan dan pembukaan investasi sebagaimana kesepakatan “Bogor Goals” pada tahun 1994.

Akibat liberalisasi investasi dan perdagangan bebas, Indonesia berhadapan dengan krisis. Tahun 2013 adalah puncak dari krisis akibat liberalisasi ugal-ugalan rezim SBY.

Indonesia saat ini harus berhadapan dengan:

(1) defisit perdagangan dan transaksi berjalan penuh sepanjang tahun.

(2) defisit neraca pembayaran; dan

(3) defisit dalam APBN yang semakin melebar akibat pelemahan ekonomi.

Ketiga defisit inilah yang menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap USD kian merosot, dan akan melipatgandakan krisis.

Sementara pada sisi lain, liberalisasi pasar dan fasilitasi investasi asing tidak menimbulkan stabilisasi harga-harga dalam negeri terutama pangan. Harga pangan pokok rakyat bergejolak, kedelai, daging sapi, daging ayam, bawang, harganya semakin tidak terjangkau. Liberalisasi pasar justru menyebabkan PANGAN DIKUASAI KARTEL, MAFIA, dan SINDIKAT.

Pemerintah Indonesia bagaikan keledai, berusaha mengatasi krisis dengan semakin meliberalisasi pasar dan menambah sumber keuangan nasional dengan cara menumpuk utang.

Proyek-proyek yang merupakan tindak lanjut dari APEC seperti infrastructure conectivity dan suplay chains, trade facilitation, dan skema pembangunan melalui public private partnership adalah proyek yang menyandarkan sumber-sumber keuangannya dari penyaluran utang luar negeri dari kreditor bilateral dan multilateral seperti Bank Dunia dan ADB.

Tak pelak, selain mengalami ketergantungan pembiayaan, Utang menjadi instrumen utama untuk memastikan dilaksanakannya kebijakan reformasi struktural untuk meliberalisasi ekonomi Indonesia sesuai dengan kerangka APEC dan WTO.

Padahal utang luar negeri pemerintah sudah sangat besar, demikian pula utang luar negeri swasta. Menurut catatan BI, total utang luar negeri Pemerintah dan Swasta per Agustus 2013 sudah mencapai US$ 257,980 miliar (sekitar 2.600 Triliun) dengan total kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang pada tahun 2013 sebesar US$ 41,202 miliar (atau lebih dari Rp 400 triliun!). Beban utang yang menggunung inilah yang menyebabkan penghisapan surplus ekonomi Indonesia akibat derasnya aliran modal ke luar (capital outflow) untuk pembayaran utang jatuh tempo dan bunga. Lebih dari itu, utang yang besar akan menjadi beban besar bagi generasi mendatang.

Pertemuan APEC, yang akan diikuti dengan pertemuan WTO pada bulan Desember akan memperkuat kesepakatan liberalisasi perdagangan dan investasi serta akan memperburuk kondisi ekonomi Indonesia akibat semakin derasnya impor barang dan jasa yang menghancurkan ekonomi rakyat serta aliran investasi asing dan utang luar negeri. Atas alasan alasan itu rezim SBY mengkhianati cita-cita proklamasi, Pancasila, dan Undang Undang Dasar 1945, karena itu pertemuan APEC kita TOLAK.

(Salamuddin Daeng (IGJ), Dani Setiawan (KAU), Haris Rusly (Petisi 28), Adhie Massardi (GIB), Agus Jabo Priyono (PRD), M. Hatta Taliwang (IEPSH), Erwin Usman (IMES), Bethor Suryadi (PRODEM), Effendi Saman (GONAS),Uncu Natsir (GDN Kosgoro). [KbrNet/adl – Source: satunegeri.com/M.Hatta Taliwang]

3 Tanggapan to “Ikut APEC, SBY Dinilai Menjual Kedaulatan Negara”

  1. follower said

    http://id.berita.yahoo.com/dari-sini-awal-isu-jihad-seks-di-suriah-082529237.html

  2. itulah ajaran setan yg bernama syiah laknatullah
    TAQIYAH, alias menyembunyikan kebenaran
    bikin berita bohong, fitnah
    gak masalah
    menuruat setan syiah akatullah itu berpahala

    http://www.arrahmah.com/news/2013/09/24/jihad-seks-suriah-bohong-bertujuan-stigma-negatif-jihad.html

  3. taUbat said

    SBY SEBUT DIRINYA KEPALA PEMASARAN INDONESIA INC.

    MINGGU, 06 OKTOBER 2013 | 10:32 WIB

    TEMPO.CO, NUSA DUA – PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENYEBUT, DIRINYA SEBAGAI KEPALA PEMASARAN INDONESIA INC., MENGUNDANG SELURUH PENGUSAHA DAN PEMIMPIN SE-ASIA PASIFIK UNTUK MERAIH KESEMPATAN BISNIS DAN INVESTASI DI INDONESIA .

    AJAKAN TERSEBUT DISAMPAIKAN PRESIDEN DALAM PIDATO PEMBUKAAN KONFERENSI TINGKAT TINGGI CEO FORUM KERJA SAMA ASIA PASIFIK (APEC) 2013 DI NUSA DUA, BALI, MINGGU, 6 OKTOBER 2013.

    “DALAM KAPASITAS SAYA SEBAGAI KEPALA PEMASARAN INDONESIA INC., SAYA UNDANG ANDA SEMUA UNTUK MERAIH KESEMPATAN BISNIS DAN INVESTASI DI INDONESIA, “ KATA PRESIDEN.

    DI HADAPAN SEKITAR 1.200 CEO SE-ASIA PASIFIK, PRESIDEN YUDHOYONO MENGAKUI BAHWA INDONESIA JUGA MERASAKAN AKIBAT DARI TURBULENSI PASAR FINANSIAL. NAMUN SITUASI TERSEBUT BERHASIL DIKELOLA. PEMERINTAH INDONESIA MERESPONS HAL ITU DENGAN PAKET KEBIJAKAN, TERMASUK REFORMASI STRUKTURAL YANG SUBSTANTIF.

    “SEBAGAI HASILNYA, SEKARANG INI PASAR FINANSIAL INDONESIA TELAH STABIL,” KATA PRESIDEN.

    DIA MENEGASKAN KEYAKINANNYA AKAN PROSPEK INDONESIA DI MASA DEPAN, DAN BETAPA INDONESIA MASIH MENJADI WILAYAH YANG PENUH DENGAN KESEMPATAN DAN PERTUMBUHAN. PRESIDEN MENYEBUT BEBERAPA KELEBIHAN INDONESIA ANTARA LAIN KEKUATAN EKONOMI YANG MENCAPAI US$ 3 TRILIUN DAN DEMOKRASI YANG KUAT MENUNJANG INVESTASI.

    PEMBUKAAN KTT CEO SUMMIT DIHADIRI SEJUMLAH KEPALA NEGARA SEPERTI PERDANA MENTERI SINGAPURA LEE HSIEN LONG DAN PRESIDEN KOREA SELATAN PARK GEUN HYE. ACARA DIBUKA DENGAN PERMAINAN BIOLA ISKANDAR WIDJAJA YANG MEMBAWAKAN LAGU “INDONESIA PUSAKA” DAN “TANAH AIRKU” DENGAN MANIS. KTT CEO SUMMIT JUGA DIISI DENGAN SEJUMLAH DIALOG PEMIMPIN EKONOMI DENGAN PARA CEO.

    NATALIA SANTI

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: