KabarNet

Aktual Tajam

Kader Golkar Ditahan, KPK Bidik Anggota DPR Calo Proyek

Posted by KabarNet pada 24/09/2013

Kader Partai Golkar, Haris Andi Surahman (tengah), saat digelandang ke Rutan KPK

Kader Partai Golkar, Haris Andi Surahman (tengah), saat digelandang ke Rutan KPK

Jakarta – KabarNet: Kader Partai Golkat, Haris Andi Surahman, tersangka dalam perkara suap Dana Percepatan Infrastuktur Daerah, resmi ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (23/9/2013). Haris ditahan setelah diperiksa selama hampir tujuh jam di Gedung KPK.

Haris ditahan di Rumah Tahanan Salemba. “Dia ditahan untuk 20 hari pertama,” kata Juru Bicara Johan Budi SP di Gedung KPK, Senin sore (23/9/2013).

Saat hendak menuju mobil tahanan, Haris mengaku sebelumnya diperiksa sebagai tersangka. Ia pun mengaku siap menjalani penahanan tersebut. “Ya kita jalani saja, apa maunya KPK,” katanya, Senin sore.

Haris pun menuturkan, masih banyak calo-calo lain di DPR yang masih berkeliaran dan belum dijerat KPK, termasuk sejumlah anggota DPR yang menjadi calo ataupun terlibat praktek percaloan proyek-proyek pemerintah. Haris Andi Surahman yang juga mantan staf ahli anggota DPR Halim Kalla itu pun berjanji akan membongkar praktik calo atau broker di lembaga legislatif tersebut. “Kita akan laporkan semua itu,” tandasnya.

Seperti diketahui, Haris sendiri merupakan kader Partai Golkar (PG) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID).

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji akan menindak-lanjuti pernyataan Haris Andi Surahman soal calo proyek yang berkeliaran di DPR, termasuk sejumlah anggota DPR yang menjadi calo proyek pemerintah ataupun terlibat dalam praktek percaloan.

Juru bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, memastikan pihaknya akan mendalami pengakuan Haris tersebut. “Tentu penyidik akan mendalami informasi itu, apakah didukung oleh bukti-bukti lain atau tidak. Yang pasti tidak didiamkan,” kata Johan, Selasa (24/9/2013).

“Dalam kaitan pengembangan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait dengan kasus DPID, KPK telah meningkatkan status atau mengembangkan status penyidikan itu dengan menetapkan satu orang tersangka baru atas nama HAS (Haris Andi Surahman) alias HSF bersama-sama dengan Fahd yang sekarang sedang diproses,” kata Johan, Kamis (22/11) tahun lalu.

Haris disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) 13 No.1999 sebagaimana diatur dalam perubahan UU No.20 tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 Juncto Pasal 56 KUHP.

Nama Haris Andi Surahman sebelumnya memang telah sering disebut-sebut terlibat dalam kasus suap DPID. Bahkan Majelis Hakim persidangan terdakwa DPID lainnya yaitu Fahd El Fouz juga telah meminta pihak yang berwajib untuk menetapkan Haris Surahman sebagai tersangka.

Haris yang diketahui sebagai kader Partai Golkar yang aktif di Organisasi Kemasayarakatan (Ormas) Musyawarah Kerja Gotong Royong (MKGR) diduga terlibat berperan sebagai perantara yang mempertemukan Fahd El Fouz yang dikenal sebagai pengusaha dengan anggota Badan Anggaran DPR (Banggar) dari Partai Amanat Nasional (PAN), Wa Ode Nurhayati.

Haris disebut-sebut merupakan penghubung pemberian suap menyangkut pelolosan tiga daerah penerima DPID. Hal ini mengemuka dalam dakwaan terdakwa anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Wa Ode Nurhayati yang saat ini sudah mendekam di penjara. [KbrNe/adl – Source: Inilah.com/Metrotvnews]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: