KabarNet

Aktual Tajam

Larangan Berhaji bagi WNI yang Sudah Haji

Posted by KabarNet pada 24/09/2013

Jakarta- KabarNet: Pemerintah RI akan segera mengeluarkan peraturan yang melarang warga negara Indonesia (WNI) yang sudah pernah melakukan ibadah haji untuk berhaji lagi. Artinya, pasca diberlakukannya peraturan ini, setiap WNI hanya diperbolehkan berhaji satu kali saja seumur hidup. Hal ini dipandang perlu mengingat jangka waktu antrian masa tunggu jamaah haji Indonesia untuk pergi ke tanah suci semakin panjang. Saat ini saja, yang terlama hingga mencapai masa tunggu 12 tahun.

Untuk mencegah antrian tersebut semakin panjang, Kementerian Agama (Kemenag) akan memberlakukan larangan bagi mereka yang tercatat sudah pernah berhaji ke tanah suci untuk mendaftar lagi. Pendataan terhadap siapa yang sudah pernah berhaji itu akan mudah dilacak dengan memasukkan data “pernah berhaji” yang diintegrasikan dengan data e-KTP setiap penduduk.

“Sudah mulai larang jamaah yang sudah naik haji, kecuali pembimbing,” kata Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umroh Kemenag, Anggito Abimanyu saat ditemui di sela-sela acara peringatan National Day Saudi Arabia, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Menurut Anggito, antusiasme masyarakat untuk berhaji memang membludak. Selain karena pendapatan meningkat, masyarakat muslim juga semakin bertambah kesadaran untuk berhaji. “Masyarakat semakin meningkat minat berhaji,” ujarnya.

Anggito juga menjamin walau para jamaah menunggu hingga belasan tahun, namun tak ada keistimewaan bagi jamaah haji tertentu. Mereka harus tertib sesuai daftar antrian.

Masa antrian berhaji kini menjadi semakin panjang lantaran Pemerintah Saudi Arabia mengurangi kuota Jamaah haji Indonesia sebanyak 20 persen. Akibatnya, sekitar 40 ribu jamaah haji Indonesia mesti menunda keberangkatannya. Pemerintah Saudi Arabia beralasan bahwa pengurangan kuota tersebut terpaksa harus dilakukan lantaran adanya mega proyek perluasan Masjidil Haram dan kawasan di sekitarnya. Lalu apakah setelah selesai proyek perluasan pada 2016 mendatang kuota Indonesia akan ditambah?

“Itu nanti, akan dibicarakan lagi,” jelas Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia, Mustafa Ibrahim, disela-sela acara National Day Saudi Arabia, di Hotel Shangri-la, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Menurut dia, pastinya setelah selesai perluasan area thawaf di Masjidil Haram akan bertambah kapasitas daya tampungnya. Namun apakah bisa kuota haji bagi Indonesia ditambah belum bisa dipastikan, masih menunggu perkembangan kondisi pada 2016 mendatang.

Sedangkan Dirjen Haji, Anggito Abimanyu, di tempat yang sama memastikan bahwa Kemenag akan melakukan lobi-lobi yang bertujuan meminta penambahan kuota bagi jamaah haji Indonesia. Diharapkan bisa terpenuhi penambahan kuota pada 2016 mendatang. “Kita minta penambahan 150 persen sebagai kompensasi dari pengurangan 20 persen selama 3 tahun,” terang Anggito.

Akibat dari pengurangan kuota tersebut, tahun 2013 ini hanya 160 ribu lebih jamaah haji Indonesia yang bisa diberangkatkan. Sementara pemerintah Saudi Arabia beralasan bahwa pengurangan itu juga demi untuk keselamatan dan kenyamanan jamaah haji. “Pengurangan ini untuk keselamatan mereka juga. Karena kalau tidak akan terlalu padat,” kata Dubes Saudi Arabia, Mustafa Ibrahim menambahkan.

Menurut Mustafa pada 2016 mendatang perluasan Masjidil Haram baru akan selesai dilaksanakan. Dia berharap pasca selesainya proyek perluasan Masjidil Haram nantinya aktifitas berhaji bagi para jamaah haji dari seluruh dunia bisa kembali normal seperti sedia kala. “Akan ada tempat yang lebih luas,” jelasnya.

Pengurangan kuota jamaah haji tersebut tak hanya terjadi di Indonesia saja, jamaah dari negara lain juga dikurangi kuotanya demi kenyamanan dan keselamatan beribadah.

Wacana pelarangan berhaji lebih dari satu kali yang akan segera diberlakukan oleh pemerintah sebetulnya sudah lama mengemuka. Hal itu mengingat adanya sistim kuota haji yang berlaku saat ini telah mengakibatkan antrian masa tunggu keberangkatan yang tiap tahun semakin panjang bagi warga muslim yang sudah mendaftar untuk berhaji. Artinya, untuk setiap 1 (satu)  orang WNI yang “berhasil berangkat” untuk berhaji bisa dimaknai sebagai “kegagalan, atau penundaan keberangkatan” bagi 1 (satu) orang WNI yang lain. Untuk itulah pemerintah akan memberlakukan larangan berhaji lagi bagi mereka yang sudah haji dengan tujuan memberi kesempatan bagi mereka yang belum pernah berhaji agar tidak menjadi korban nafsu egoisme dalam beribadah. [KbrNet/adl – Source: Detiknews/Kemenag]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: