KabarNet

Aktual Tajam

Nazaruddin Serahkan ke KPK Bukti Dugaan Korupsi e-KTP

Posted by KabarNet pada 25/09/2013

Jakarta – KabarNet: Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang menjadi terpidana kasus korupsi Wisma Atlet, M.Nazaruddin terkenal dengan “nyanyian” dan “tudingan sakti” yang telah mengakibatkan diseretnya sejumlah politikus busuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke balik jeruji penjara. Fakta membuktikan, semua yang namanya pernah dituding Nazaruddin terlibat kasus korupsi, pada akhirnya terbukti benar-benar dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kini, tudingan Nazaruddin membidik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi yang menurut Nazar kecipratan duit haram Rp 5,9 Miliar dari dana proyek e-KTP.

Tudingan Nazaruddin terhadap Mendagri Gamawan Fauzi ternyata tidak main-main. Melalui kuasa hukumnya, Elza Syarief, SH, Nazar secara resmi menyerahkan ke KPK sejumlah dokumen sebagai barang bukti terkait adanya dugaan korupsi proyek pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

“Saya ada bukti tentang e-KTP, konspirasinya maupun mark-up nya. Dan saya mau diskusi dengan Nazar dan data ini akan saya risalahkan resmi kepada KPK,” kata Elza saat akan menjenguk Nazaruddin di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Bukti-bukti berupa dokumen tersebut sempat diperlihatkan Elza kepada wartawan. Namun, Elza enggan menyebut secara detail siapa saja pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi tersebut.

Termasuk saat disinggung dugaan keterlibatan Mendagri Gamawan Fauzi yang disebut Nazar menikmati uang haram sebesar Rp5,9 miliar dari proyek itu. “Saya kan mesti menjaga, itu bukan kewenangan saya untuk menyebutkan nama orang per orang,” jelas Elza.

Adapun soal peran Nazaruddin di proyek tersebut, lanjut Elza, mantan kader elit Partai Demokrat itu bertugas membagikan uang kepada sejumlah rekannya sesama anggota DPR yang ikut dalam rapat proyek tersebut.

“Menurut keterangan Nazar, sebelum anggaran proyek ini digolkan, sudah dibagikan uang sebanyak Rp250 miliar. Di mana lima konsorsium mendapat Rp50 miliar, dan dibagikan kepada oknum DPR RI untuk menggolkan proyek ini,” ungkap Elza Syarief serius.

Dilain pihak, sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi telah melaporkan Nazaruddin ke Polda Metro Jaya. Nazar dilaporkan telah melakukan pencemaran nama baik atas tudingannya bahwa salah satu yang terlibat korupsi dari e-KTP ini adalah Gamawan.

Polda Metro Jaya yang menerima laporan Mendagri Gamawan Fauzi menyatakan akan menganalisa alat bukti berupa kliping dan CD yang diserahkan Gamawan terkait laporan pencemaran nama baik yang dilakukan Nazaruddin.

“Baru saja diperiksa berkaitan apa yang dilaporkan, ada 16 pertanyaan terkait apa yang dilaporkan serta bukti pendukung seperti kliping koran ditambah satu CD. Nanti akan dianalisis,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di kantornya, Rabu (4/9/2013) lalu.

Selain itu, kata Rikwanto, nanti penyidik juga akan memintai keterangan saksi sebagai pendukung termasuk apa yang disampaikan Gamawan. “Untuk kasus ini kita proses pencemaran nama baik dan fitnah, nanti pada titik tertentu kita koordinasi dengan instansi terkait. Kasus korupsi didahulukan daripada kasus lainnya,” terangnya.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi telah memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Rabu (4/9/2013) lalu. Gamawan diperiksa kurang lebih satu jam dan dicecar 16 pertanyaan. Dalam pemeriksaan itu, Gamawan menyerahkan lima kliping koran dan satu CD terkait pemberitaan tersebut.

Tak mau tinggal diam karena dilaporkan ke polisi, Nazaruddin pun menyerang balik Mendagri Gamawan Fauzi. ”Jadi gini, saya pertama mau bilang bahwa Mendagri melakukan pembohongan publik, bahwa Mendagri bilang waktu membahas anggaran APBN 2011 adalah ketua Aria Azhar, itu bohong,” ujar Nazar di Gedung KPK, Jakarta, Senin (23/9/2013).‎

Nazaruddin mengklaim proyek e-KTP dalam APBN tahun 2011 itu dibahas di bulan September. Dia mengisyaratkan pembahasan itu dilakukan bersama Badan Anggaran DPR dan dipimpin Melchias Markus Mekeng. ”Oktober 2010. Ketuanya Mekeng, makanya saya bingung, kalau seorang Mendagri bukan orang baik, pura-pura baik,” ujar Nazar.

Nazaruddin enggan mengomentari lebih jauh soal dirinya dilaporkan Mendagri ke Polda Metro Jaya, dan lebih memilih menyerahkan setumpuk dokumen terkait bukti-bukti dugaan korupsi proyek e-KTP yang oleh kuasa hukumnya Elza Syarief telah diserahkan ke KPK.

Kalau kita menengok ke belakang, fakta membuktikan bahwa semua nama yang pernah dituding Nazaruddin pada akhirnya terbukti benar terlibat korupsi, dan beberapa sudah dijadikan tersangka oleh KPK. Bahkan sudah ada yang menjadi terpidana seperti eks anggota DPR yang juga eks Wakil Sekjen Partai Demokrat, Angelina Sondakh. Sementara korban tudingan sakti Nazaruddin seperti mantan Menpora Andi Mallarangeng dan mantan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum hanya menunggu waktu saja untuk masuk tahanan KPK.

Bola panas Nazaruddin yang sedang mengancam Mendagri Gamawan Fauzi kini sudah berada di tangan KPK. Akankah tudingan Nazar kali ini sesakti yang sebelumnya? Marilah kita tunggu kiprah KPK dalam menindak-lanjuti informasi dan bukti-bukti yang diungkapkan oleh Nazaruddin di atas. [KbrNet/adl – Source: Inilah.com]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: