KabarNet

Aktual Tajam

Ketua KPK: Budi Mulya Pintu Masuk Jerat Boediono

Posted by KabarNet pada 27/09/2013

Wakil Presiden RI, Boediono - (Mantan Gubernur Bank Indonesia)

Wakil Presiden RI, Boediono – (Mantan Gubernur Bank Indonesia)

Jakarta – KabarNet: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan kesaksian mantan Deputi V Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengawasan, Budi Mulya, bisa jadi pintu masuk untuk selanjutnya menjerat Boediono. Pasalnya, sejumlah kalangan menyebut Wakil Presiden RI, Boediono, yang kala itu menjabat Gubernur BI, sebagai pimpinan tertinggi di BI yang bertanggung jawab dalam penggelontoran dana talangan Rp6,7 triliun kepada Bank Century.

Menurut Ketua KPK Abraham Samad, kesaksian Budi Mulya bisa membuka pintu buat mengurai benang kusut perkara Century. Pasalnya, Budi dinilai tahu banyak soal pemberian dana talangan Rp6,7 triliun itu.

Ia pun mengisyaratkan, Boediono bakal dipanggil setelah KPK mendapat keterangan dari Budi Mulya. “Setelah Budi Mulya diperiksa,” kata Doktor Hukum itu, Rabu (25/9/2013).

Budi Mulya sendiri merupakan tersangka dalam perkara dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Namun hingga kini, dia belum diperiksa.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), DR. Abraham Samad

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), DR. Abraham Samad

Abraham pun mengakui, tak lama lagi Budi bakal dimintai keterangan. Namun, ia enggan merinci kapan pastinya Deputi V Bidang Pengawasan Bank Indonesia itu dipanggil. “Tahun ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya mantan pemilik Bank Century Robert Tantular mengaku dirinya heran dengan pemberian dana talangan Rp6,7 triliun kepada Bank Century.

Pasalnya, Bank Century saat itu hanya butuh Rp1 Triliun buat dana Penyertaan Modal Sementara (PMS). Namun, angka tersebut dinilai Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan saat itu terlalu besar.

Sri beranggapan, dana penyelamatan hanya butuh Rp632 miliar seperti dibahas dalam rapat KSSK 21 November 2008. Sri pun sempat meradang karena merasa tak diberitahu soal pengucuran lonjakan dana sebesar itu.

Dalam notulensi rapat KSSK tanggal 24 November 2008, tergambarkan pula bahwa Sri Mulyani baru menyadari data BI di bawah kendali Boediono (saat itu Gubernur BI), tidak akurat.

Tapi, setelah melihat semua kejanggalan itu Sri Mulyani tidak melapor ke aparat hukum. Ia malah mengadu ke Wakil Presiden saat itu, Jusuf Kalla. Sri Mulyani mengaku telah “ditipu” oleh para pejabat BI. [KbrNet/adl – Source: Inilah.com]

2 Tanggapan to “Ketua KPK: Budi Mulya Pintu Masuk Jerat Boediono”

  1. Maria Sitompoel said

    Insya Allah, yang bathil itu cepat-lambat pasti akan terbongkar.

  2. Anonim said

    KPK kalau mau periksa teruskan dong itu lho Guberbur BI nya kan transaksi sejumlah itu menjadi hak dan otorisasi mereka ( RI.2 ) waktu itu gubernur bi nya yang njabat kan dia. kenapa mulai dulu ngak selesai2. jalan yg tegas KPK

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: