KabarNet

Aktual Tajam

Mendagri Tampik Tudingan Dugaan Korupsi e-KTP

Posted by KabarNet pada 27/09/2013

Menteri Dalam Negeri (Mendagri),  - Gamawan Fauzi

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), – Gamawan Fauzi

Jakarta – KabarNet: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menampik tudingan terpidana kasus korupsi Wisma Atlet yang juga mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M.Nazaruddin, bahwa proyek e-KTP sudah direkayasa.

“Kalau tender elektronik, bagaimana mengaturnya? Apalagi, di situ ada 15 kementerian dan lembaga sebagai pendamping teknis,” ujar Gamawan, Rabu (25/9/2013).

Di samping itu, seperti yang sudah dijelaskan Gamawan beberapa kali, setelah tender selesai, sebelum kontrak ditandatangani, BPKP lebih dulu diminta mengauditnya. Setelah BPKP menyatakan clear, baru kontrak ditandatangani.

“Bahkan, sebelum tender, saya datang ke KPK meminta masukan, dan minta agar tender dikawal,” ungkapnya seperti dikutip Tribunnews, Rabu (25/9/2013).

“Karena itu, bohong besar kalau Nazar bilang diatur. Setelah tender berjalan, BPK juga memeriksa. Belum pernah ada temuan yang mengatakan itu salah,” tuturnya.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), jelas Gamawan, memang menghukum pemenang dan yang kalah, karena dianggap bersekongkol. Tapi, tidak menyalahkan panitia.

“Selanjutnya dibanding ke pengadilan, dan pengadilan menyatakan tidak ada masalah. Putusan pengadilan ini tidak pernah disebut media, juga Nazar, itu kan tidak fair namanya,” papar Gamawan.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi juga menanggapi pernyataan M.Nazaruddin yang menyebut dirinya “bukan orang baik”, soal rendahnya kualitas chip e-KTP, dan soal dirinya memiliki hubungan dengan Paulus Tenos, pemenang tender e-KTP.

Ditemui usai rapat bersama Komisi II DPR RI, pimpinan Bawaslu, komisioner KPU di Kemendagri, Jakarta, Rabu (25/9/2013) dini hari, Gamawan mengganggap ocehan Nazaruddin tak ubahnya pepesan kosong.

“Ini bukti baru atau cerita baru? Kalau bukti baru tentu harus ada buktinya kan. Tapi kalau cerita tentu berubah-ubah terus. Dari awal kan cerita berubah terus,” ujar Gamawan yang saat itu didampingi Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Irman.

Gamawan selanjutnya menjelaskan, soal chip yang disebut tak sesuai, bukan ditentukan oleh Kemendagri sendiri, tapi melibatkan persetujuan 15 kementerian terkait. Soal kualitasnya, kata Gamawan, sudah diuji di laboratorium.

“Jadi yang disampaikan Nazar ke KPK itu bukan data,… cerita! Kalau data ada datanya,… ini cerita. bagaimana mau menguji cerita?” timpal mantan Gubernur Sumatera Barat ini.

Malam itu, Gamawan membagi waktu banyak, meski jam menunjukkan pukul 01.00 WIB, mengklarifikasi adanya bagi-bagi uang yang katanya terjadi pada Desember 2010, di mana panitia tender meminta uang kepada Andi Septinus dan pembagian di Hotel Millenium.

Menurut cerita Nazaruddin, Andi menyiapkan amplop hampir senilai 700 ribu dolar AS untuk anggota panitia 50 ribu dolar AS, sekretaris panitia 75 ribu dolar AS, Ketua Panitia Drajat Wisnu 100 ribu dolar AS, PPK bernama Sugiarto 150 ribu dolar AS, PLT Dirjen Irman 200 ribu dolar AS, dan Sekjen Kemendagri, Dian Anggraeni. Seluruh uang itu diserahkan di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Soal itu (bagi-bagi uang) kan sederhana sekali. Katanya terjadi pertemuan di Hotel Milenium. Sekarang tinggal cek saja ada apa enggak di CCTV milenium itu. Kan mudah sekali itu,” kata Gamawan lagi.

Gamawan juga menyoal soal Sandipala Arta Putra, anggota konsorsium proyek e-KTP. Ia mengaku tidak mengetahui teknis sampai memenangkan tender. Gamawan menyatakan hanya mengetahui telah melakukan tandatangan setelah tender selesai.

“(Ocehan Nazaruddin) Itu kan cerita. Kalau hukum kan berhubungan dengan bukti. kalau diikuti cerita pertama dan kedua, (Nazaruddin) tidak konsisten,” timpalnya.

Tapi Nazaruddin keukeuh menyatakan Gamawan terlibat skandal proyek pengadaan E-KTP. Hal itu dia tegaskan lantaran menilai Gamawan telah berupaya melakukan pembohongan publik terkait perkara ini. [KbrNet/adl – Source: Tribunnews]

3 Tanggapan to “Mendagri Tampik Tudingan Dugaan Korupsi e-KTP”

  1. Biarlah HUKUM TUHAN yang BERBICARA..!!

  2. Hansip said

    Makanye jangan suka mabok urusin khamr itulah jadinya (mendagri)kalo nazarudin bener aje deh terusin nyanyi sampai kepuncak gunung tinggi2 sekali.

  3. adek said

    ancur negara gara gara udin. Klw tau fungsi e ktp mungkin rakyat indonesia bakal setuju. Satu orang satu ktp, smpa data kekayaan pribadi bsa d lacak lewat e ktp. Klw spt it kpan braninya org mw korupsi. Pak mentri sudah betul.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: