KabarNet

Aktual Tajam

Disuntik, Napi AS Kejang-kejang Mati Tersiksa

Posted by KabarNet pada 17/01/2014

Ohio – KabarNet: Seorang narapidana McGuier yang berusia 53 tahun, warga Amerika Serikat terengah-engah dan mendengus saat dieksekusi mati dan sekarat selama 15 menit. Hal ini terjadi seiring penggunaan obat jenis baru dalam proses eksekusi mati. Pada proses eksekusi ini, otoritas Ohio menggunakan dua obat berbeda, yakni obat penenang midazolam dan obat hydromorphone.

Namun rupanya dengan obat baru ini, dibutuhkan waktu lebih lama bagi narapidana yang disuntik mati, setelah tubuhnya kejang-kejang ahirnya McGuire menghembuskan napas terakhir.

Kemudian dia seperti tersiksa dan mengeluarkan suara dengusan yang cukup keras dan tampak seperti sesak napas. Hal tersebut terjadi berulang kali selama beberapa menit. McGuire juga membuka dan menutup mulutnya tanpa suara selama beberapa kali seperti berusaha keras untuk bernapas. Perutnya tampak mengembang dan mengempis saat hal ini terjadi. Dennis McGuire masih hidup sekitar 15 menit setelah dirinya disuntik mati.

“Ya, Tuhan,” ucap putrinya, Amber McGuire saat menyaksikan saat-saat terakhir ayahnya dari balik kaca. Anak-anak McGuire pun tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan ayahnya meninggal secara perlahan. Dia sempat melambai-lambaikan tangannya beberapa kali sebelum obatnya bekerja, seperti berusaha menyapa anak-anaknya. Demikian seperti dilansir news.com.au, Jumat 17 Januari 2014.

Dalam usaha untuk menghentikan proses eksekusi mati, pengacara McGuire berdebat bahwa kliennya mengalami efek samping medis yang dikenal sebagai kehilangan udara, yang membuatnya mengalami kondisi mengerikan saat berjuang keras untuk bernapas.

Penerapan hukuman mati terus menjadi perdebatan di AS. Menanggapi kasus ini sebelumnya, otoritas kejaksaan negara bagian Ohio membantah klaim yang menyebut bahwa McGuire akan mengalami kondisi mengerikan saat dia dieksekusi mati dengan metode baru. Namun seorang hakim federal mengatakan bahwa metode baru ini memang masih bersifat eksperimen. [KbrNet/DTC/dailymail]

2 Tanggapan to “Disuntik, Napi AS Kejang-kejang Mati Tersiksa”

  1. Aceng said

    terbukti lagi, lagi, dan…. lagi, kl hukuman mati dg cara ‘penggal kepala’ adlh yg paling manusiawi (paling mempertimbangkan sisi2 kemanusiaan si terhukum mati). Krn tdk menyiksa, sbb hny butuh waktu seper-sekian detik utk mematikan si terhukum.

    alasan ilmiah dsni: https://kabarnet.wordpress.com/2011/06/28/top-comment-on-kbarnet-13/

  2. a@l.y said

    Ahsan dipenggal kepalanya, ga pake sakit apalagi tersiksa seperti itu….

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: