KabarNet

Aktual Tajam

Inilah Percakapan Akil Mochtar Soal Pembagian Suap

Posted by KabarNet pada 21/01/2014

Jakarta – KabarNet: Akil Mochtar ternyata pelit. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini ogah membagi duit suap yang diterimanya dari Hambit Bintih, bupati petahana Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang perkaranya dia tangani.

Akil, 53 tahun, dua kali menolak permintaan Chairun Nisa, politikus Partai Golkar, yang jadi perantaranya dengan Hambit. Penolakan ini terekam dalam percakapan pesan pendek antara Akil dan Nisa, 55 tahun. Baik Akil dan Nisa membenarkan isi SMS itu ketika diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi pada saat yang berbeda. Berikut percakapan SMS tersebut:

24 September 2013

  • Nisa: Pak akil, sy mau minta bantu nih..untk (untuk) gunung mas. Tp (tapi) untuk incumbent yg (yang) menang
  • Akil: Ya pokoknya siapkan 3 ton deh emasnya ya, itu paling kurang
  • Nisa: Ya..ok..ntar aku bawa truk untk ngangkutnya ya..he..he..
  • Akil: 3 M (Rp 3 miliar) maksudnya
  • Nisa: Ya akan sy (saya) sampekan (sampaikan).tp bagi dua ya. He..he..
  • Akil: Itu kurang, kl (kalau) satu-satu ya 9 M (Rp 9 miliar)

26 September 2013

  • Nisa: ok deh bsk (besok) sy (saya) coba bicara dg (dengan) beliau (Hambit). Tp (tapi) pak akil kasih aku fee ya…ongkos bawa nya…
  • Akil: Emangnya belanja? , gawat nih, minta sama dia (Hambit) donk (dong) kan dia minta tolong sama ibu, dan dia ngomong sendiri ke aku lewat ibu aja katanya
  • Nisa: He..he.. becanda kok pak..

Farid Hasbi, penasihat hukum Chairun Nisa, mengakui kebenaran percakapan tersebut. Namun, dia melanjutkan, kliennya hanya bercanda. “Untuk mencairkan suasana,” ujar Farid.

Sedangkan Adardam Achyar, penasihat hukum Akil, tak mau membenarkan atau menyangkal rangkaian sms tersebut. “Biarkan proses hukum yang berjalan,” katanya.

Sebelumnya Chairun Nisa mengaku membantu Bupati Gunung Mas terpilih, Hambit Bintih. Politikus Golkar tersebut berupaya agar MK menolak gugatan perkara sengketa pilkada kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah itu, yang diajukan oleh lawan Hambit. “(Saya) Diminta Pak Hambit untuk membantu,” katanya usai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin 13 Januari 2014 lalu.

Chairun Nisa merupakan anggota Komisi Pemerintahan Dalam Negeri dari Fraksi Golkar. Ia didakwa menjadi perantara suap sebesar Sin$ 294 ribu, US$ 22 ribu, dan Rp 766 ribu atau sekitar Rp 3 miliar serta Rp 75 juta dari Bupati Gunung Mas, Hambit Bintih, dan pengusaha Komisaris PT Berkala Maju Bersama, Cornelis Nalau Antun, untuk Akil Mochtar yang kala itu masih menjadi Ketua MK. Suap tersebut dimaksudkan agar MK menolak permohonan gugatan Pilkada Gunung Mas 2013-2018.

Gugatan diajukan oleh dua pasang calon Bupati Gunung Mas lawan Hambit, yakni Jaya Samaya Monong-Daldin dan Afridel Jinu-Ude Arnold Pisy. Mereka meminta agar Akil bersama dua anggota panel konstitusi, yaitu Maria Farida dan Anwar Usman, menyatakan keputusan Komisi Pemilihan Umum Daerah yang menetapkan Hambit dan pasangannya, Arton S. Dohong, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas terpilih dibatalkan.

Atas perbuatan itu, jaksa mendakwa Chairun Nisa dengan pasal 12 huruf c atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ia terancam dihukum pidana empat hingga 20 tahun penjara dan denda Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar. [KbrNet/Slm/Tempo]

Satu Tanggapan to “Inilah Percakapan Akil Mochtar Soal Pembagian Suap”

  1. neraka kalian

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: