KabarNet

Aktual Tajam

Akibat Letusan Kelud, Puluhan Ribu Warga Tercerai Berai

Posted by KabarNet pada 14/02/2014

Malang – KabarNet: Setelah naik statunya dari Siaga menjadi Awas, gunung Kelud, Jawa Timur, akhirnya meletus pada hari Kamis 13 Februari 2014 malam. Sampai hari Jumat dini hari, letusan belum berhenti.

Foto Gunung Kelud Saat Meletus (13 Februari 2014)

Gambar Gunung Kelud Saat Meletus (Kamis 13/2/ 2014 malam). Foto: beritajatim

Letusan gunung Kelud mengakibatkan hujan batu dan abu di sejumlah daerah kabupaten/ kota Kediri, kabupaten Blitar, kabupaten Malang, dan kota Batu. Selain hujan batu, lahar panas juga tumpah.

Dua jam pasca letusan dahsyat Gunung Kelud, selain menyebabkan hujan batu dan abu, juga menghasilkan suara petir saling bersahut-sahutan. Bahkan gelegar suara petir semakin keras terdengar di angkasa, sampai pada Jumat 14 Februari 2014 dini hari. “Petir saling menyambar membuat kilat di angkasa. Semula kilat dan petir hanya terlihat di atas kubah lava Gunung Kelud, namun kemudian meluas,” ungkap salah seorang warga bernama Sukron (37).

Gambar Gunung Kelud Saat Meletus (Kamis 13/2/ 2014 malam)

Gambar Gunung Kelud Saat Meletus (Kamis 13/2/ 2014 malam)

Letusan tercatat terjadi selama empat kali. Terdiri pada pukul 22.55, pukul 23.00, pukul 23.23, dan pukul 23.29 WIB. Letusan terbesar terjadi pada yang keempat. Hujan batu terpantau sampai ke wilayah kecamatan Pare pada pukul 23.36 WIB. Pada pukul 23.41 WIB, hujan batu sebesar ibu jari kaki melanda wilayah kecamatan Wates dan Pesantren Kota Kediri. Pada pukul 23.55 WIB, hujan batu ini menjangkau kawasan SLG.

Pukul 00.05 WIB, hari Jumat, hujan batu kecil-kecil sampai ke wilayah Pace, Kabupaten Nganjuk. Hujan batu ini disertai dengan abu dan pasir. Pemkab Kediri juga mencatat bahwa petugas vulkanologi telah meninggalkan pos Kelud pada saat letusan ketiga. Meski terjadi hujan batu dan debu, Pemkab belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun bangunan roboh.

Lebatnya hujan abu, jarak pandang kendaraan truk milik Polresta Batu, hanya berkisar 3 meter saja. Tak jarang sopir harus menginjak rem buru-buru karena pandangan benar-benar tak bisa ditembus lampu bersokle tinggi sekalipun.

Ditengah guyuran hujan abu berbau belerang menyengat, seluruh jalan menuju Ngantang tertutup abu vulkanik. Sejumlah pohon merangas dan bertumbangan. Aliran listrik padam total. Suasana jalan raya propinsi saat itu, bak kota mati. Dijalan yang dilalui kendaraan Polisi, warga lebih memilih berkerumun di dalam rumah. Selebihnya hanya mengacung-ngacungkan tangan dan berteriak agar dijemput tim evakuasi. Tapi pada kenyataannya, terlalu panik atau memang belum siap seratus persen, tim penanggulangan bencana ditempat ini seolah kelabakan dan tak sanggup berbuat apa-apa.

Lebih dari 39 ribu jiwa penduduk di Kecamatan Kasembon, Kecamatan Ngantang dan sebagian di Pujon tercerai berai akibat letusan Gunung Kelud tadi malam. Mereka terpisah dengan beberapa anggota keluarganya. “Anak saya dan bude belum ada. Nggak tahu kemana. Tolong dicari pak,” kata Sunarmi (56), warga Ngantang sambil terurai air mata, Jumat 14 Februari 2014 pagi.

Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprilianto memastikan, pihaknya belum bisa mendata berapa jumlah pengungsi sejauh ini. “Korban tewas ada satu orang. Kalau jumlah pengungsi, kami belum bisa pastikan karena letusan Kelud sangat cepar terjadi,” paparnya.

Ia menjelaskan, jarak waspada ke siaga saja memakan waktu 9 hari. Status siaga ke awas cuma satu hari. Nah, status awas ke meletus justru tak sampai dua jam. Hal ini diluar dugaan. Akibat letusan yang cepat, KRB I (Kawasan Rawan Bencana) seperti di Balaidesa Pujon contohnya, justru terdampak. Sehingga, banyak masyarakat yang tercerai berai karena letusan Kelud tadi malam, diluar prediksi manusia. “Ini diluar dugaan semua pihak. Kami masih terus mendata jumlah pengungsi,” bebernya. Di Kecamatan Ngantang sendiri, meliputi Desa Pagersari, Pandansari, Sidodadi, Ngantru dn Banturejo. Di Kecamatan Kasembon, melingkupi Desa Pondokagung, Bayem dan Kasembon.

Gambar Gunung Kelud  Meletus (Kamis 13/2/ 2014 malam). Foto: tribunnews

Gambar Gunung Kelud Meletus. Foto: tribunnews

Letusan Gunung Kelud saat ini dinyatakan lebih besar daripada letusan yang pernah terjadi pada 1990. Informasi tersebut disampaikan lewat siaran pers Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Alam, dan Mineral,  pada Jumat 14 Februari 2014 dini hari. “(Indikatornya) tinggi lontaran vulkanik dari letusan ini mencapai 17 kilometer,” ujar Pelaksana Tugas Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG, Gede Swantika, dalam siaran pers itu, seperti dikutip tribunnews.com.

Pada 1990, ketinggian lontaran material vulkanik dari letusan Gunung Kelud tercatat mencapai sekitar 8 kilometer. Ketinggian lontaran material vulkanik letusan pada Kamis malam merupakan laporan dari otoritas vulkanologi di Darwin, Australia.

Letusan pada 1990 merupakan letusan terakhir sebelum letusan Kamis malam, yang melontarkan material vulkanik. Adapun letusan pada 2007 tidak sampai memuntahkan material vulkanik, tetapi telah menyebabkan surutnya danau di kawah gunung itu, berganti dengan munculnya kubah lava.

Selain tinggi lontaran material vulkanik, letusan pada Kamis malam lebih hebat daripada letusan pada 1990 juga diukur berdasarkan area terdampak letusan. Dalam pantuan PVMBG, abu letusan Gunung Kelud pada Kamis malam terlontar sampai ke kota-kota yang relatif jauh dari lokasi gunung. “Abu terpantau antara lain sampai ke Ponorogo, Mojokerto, dan Surabaya,” sebut siaran pers PVMBG. [KbrNet/BeritaJatim]

Satu Tanggapan to “Akibat Letusan Kelud, Puluhan Ribu Warga Tercerai Berai”

  1. taUbat said

    DENTUMAN LETUSAN GUNUNG KELUD TERDENGAR HINGGA YOGYAKARTA

    JUMAT, 14 FEBRUARI 2014, 03:55 WIB

    REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — DENTUMAN LETUSAN GUNUNG KELUD DI KEDIRI, JAWA TIMUR, TERDENGAR HINGGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, TERUTAMA DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL.

    “INI DIKARENAKAN DENTUMAN LETUSAN YANG MEREMBET MELALUI GELOMBANG UDARA SEBAGAI GELOMBANG AKUSTIK,” KATA KEPALA BALAI PENYELIDIKAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN GEOLOGI (BPPTKG) YOGYAKARTA SUBANDRIYO, JUMAT DINIHARI.

    MENURUT DIA, SUARA YANG TERDENGAR MASYARAKAT YOGYAKARTA MERUPAKAN DENTUMAN LETUSAN GUNUNG KELUD. “KAMI JUGA MEMANTAU GETARAN YANG TERJADI, KARENA MEMANG SEBAGIAN BESAR ALAT PEMANTAU DI GUNUNG KELUD DARI SINI (BPPTKG),” KATANYA.

    IA MENGATAKAN, GETARAN GUNUNG KELUD JUGA TEREKAM DARI SEISMOGRAF STASIUN DELES, KLATEN, JAWA TENGAH, KARENA SUMBERNYA SANGAT DALAM. “SUMBER LETUSAN SANGAT DALAM, SEPERTI GUNUNG MERAPI PADA 2010,” KATANYA.

    SUBANDRIYO MENGATAKAN, LETUSAN GUNUNG KELUD YANG TERJADI KAMIS PUKUL 22.50 WIB TERSEBUT BARU AWAL, DAN BELUM MENCAPAI PUNCAKNYA. “PASTI AKAN BISA LEBIH BESAR. INI BELUM MENCAPAI PUNCAKNYA,” KATANYA.

    IA MENGATAKAN UNTUK KONDISI GUNUNG MERAPI DI SLEMAN, YOGYAKARTA, SAAT INI TIDAK ADA AKTIVITAS YANG BERUBAH SECARA SIGINIFIKAN.

    “GUNUNG API YANG ADA DI YOGYAKARTA INI TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN YANG GUNUNG LAINNYA. MERAPI MASIH AMAN, TIDAK ADA PENINGKATAN AKTIVITAS,” KATANYA.

    PETUGAS DARI POS PENGAMATAN GUNUNG MERAPI, KALIURANG SLEMAN YULIANTO MENGATAKAN, KONDISI GUNUNG MERAPI MASIH TETAP TERPANTAU AMAN. “KEGEMPAAN JUGA MASIH LANDAI DAN BELUM TERLALU ADA PERUBAHAN. MERAPI, AMAN, TENTRAM, DAMAI,” KATANYA.

    DAMANHURI ZUHRI | ANTARA

    =============================

    GUNUNG KELUD, SEJARAH PANJANG DAN ANOMALI LETUSAN…

    JUMAT, 14 FEBRUARI 2014 | 05:36 WIB

    JAKARTA, KOMPAS.COM — GUNUNG KELUD YANG SECARA ADMINISTRATIF MASUK WILAYAH KABUPATEN KEDIRI, KABUPATEN MALANG, DAN KABUPATEN BLITAR, DI JAWA TIMUR, MELETUS LAGI PADA KAMIS (13/2/2014) PUKUL 22.50 WIB. LETUSAN INI MENGEMBALIKAN CIRI HISTORIS PANJANG LETUSAN GUNUNG INI, YANG HANYA BERJEDA PERUBAHAN LETUSAN PADA 2007.

    GUNUNG KELUD MERUPAKAN GUNUNG API BERTIPE STRATO. LOKASINYA BERADA DI 7 DERAJAT 56 MENIT LINTANG SELATAN DAN 112 DERAJAT 18 MENIT 30 DETIK BUJUR TIMUR. GUNUNG KELUD MEMILIKI KETINGGIAN 1.731 METER DI ATAS PERMUKAAN LAUT.

    LETUSAN TERAKHIR GUNUNG KELUD SEBELUM KAMIS INI ADALAH PADA 3-4 NOVEMBER 2007. LETUSAN TERSEBUT IBARAT JEDA DARI CIRI KHAS LETUSAN GUNUNG KELUD YANG BIASANYA ADALAH EKSPLOSIF, TERMASUK LETUSAN SEKARANG. PADA 2007, HANYA TERJADI LETUSAN EFUSIF, YANG MEMUNCULKAN KUBAH LAVA DI TENGAH LOKASI YANG DULU ADALAH DANAU KAWAH GUNUNG KELUD.

    SEJARAH PANJANG DAN ANOMALI LETUSAN GUNUNG KELUD

    CATATAN TENTANG LETUSAN GUNUNG KELUD TERLACAK SEJAK TAHUN 1000, SEPERTI TERMUAT DALAM BUKU DATA DASAR GUNUNG API INDONESIA YANG DITERBITKAN KEMENTERIAN ENERGI, SUMBER DAYA ALAM, DAN MINERAL PADA 2011.

    CIRI LETUSAN EKSPLOSIF GUNUNG INI SETIDAKNYA DIKETAHUI SEJAK 1901. LETUSAN PADA 2007, MERUJUK UNGKAPAN MANTAN KEPALA VULKANOLOGI DAN MITIGASI BENCANA GEOLOGI (PVMBG) BADAN GEOLOGI KEMENTERIAN ESDM, SURONO, ADALAH ANOMALI.

    “PENYELEWENGAN” CIRI KHAS PADA 2007 ITU PUN MENURUT SURONO BUKAN KARENA ADA HAL GAIB ATAU TAK DAPAT DIJELASKAN. LETUSAN PADA 2007 TIDAK MEMPERTONTONKAN LETUSAN HEBAT SEBAGAIMANA SETIAP KALI GUNUNG KELUD MELETUS LEBIH KARENA TERNYATA ADA RETAKAN DI JALUR LAVA GUNUNG ITU, YANG MEMBUAT DAYA DORONG LETUSAN SUDAH MEREMBES KELUAR. KARENANYA, DAYA LETUS GUNUNG PUN JAUH BERKURANG.

    PADA 1990, LETUSAN TERAKHIR SEBELUM LETUSAN KAMIS MALAM, SETIDAKNYA 200 JUTA TON METER KUBIK MATERIAL PADAT TERLONTAR DARI KAWAH GUNUNG KELUD. SEBAGAI PEMBANDING, LETUSAN GUNUNG MERAPI PADA 2010 “HANYA” MELONTARKAN 150 JUTA METER KUBIK MATERIAL PADAT.

    RIBUAN KORBAN JIWA DAN TEROWONGAN AMPERA

    DENGAN CIRI LETUSAN YANG EKSPLOSIF, GUNUNG KELUD ADALAH SALAH SATU GUNUNG API AKTIF YANG MENCATATKAN RIBUAN KORBAN JIWA DALAM SEJARAH PANJANG LETUSANNYA, MESKI DAMPAKNYA BELUM SELUAR BIASA LETUSAN GUNUNG TAMBORA DI NUSA TENGGARA BARAT ATAUPUN GUNUNG KRAKATAU DI SELAT SUNDA YANG SAMPAI MENGGUNCANG DUNIA.

    SEBELUM LETUSAN PADA 2007, GUNUNG KELUD DIKENAL SEBAGAI GUNUNG API DENGAN KAWAH BERUPA DANAU. MENURUT SURONO DALAM SEBUAH WAWANCARA, KEDAHSYATAN DAMPAK LETUSAN DENGAN TIPE KAWAH SEMACAM GUNUNG KELUD INI AKAN BERBANDING LURUS DENGAN VOLUME AIR PADA DANAU KAWAH.

    LETUSAN EFUSIF PADA 2007, TELAH MENYURUTKAN DANAU KAWAH DI GUNUNG KELUD, HANYA MENYISAKAN GENANGAN YANG BAHKAN NYARIS KERING. NAMUN, SEBELUMNYA UPAYA UNTUK MENYUSUTKAN VOLUME DANAU KAWAH INI JUGA SUDAH DILAKUKAN PEMERINTAH, YAITU DENGAN PEMBANGUNAN TEROWONGAN PEMBUANGAN AIR. PROYEK PERTAMA DIBANGUN PADA MASA PEMERINTAHAN KOLONIAL, PADA 1926.

    TEROWONGAN TERSEBUT DIBANGUN SETELAH LETUSAN GUNUNG KELUD MELETUS PADA 1919 YANG MENEWASKAN TAK KURANG DARI 5.160 ORANG. TEROWONGAN YANG DIBANGUN PEMERINTAH KOLONIAL ITU SEMPAT TERTUTUP MATERIAL VULKANIK PADA LETUSAN 1966 MESKI LOLOS DARI KERUSAKAN AKIBAT LETUSAN PADA 1951.

    MESKI LETUSAN 1919 SUDAH MEMAKAN KORBAN JIWA SEDEMIKIAN BANYAK, LETUSAN GUNUNG KELUD YANG PALING BANYAK MENEWASKAN BERDASARKAN CATATAN YANG ADA ADALAH LETUSAN PADA 1586, DENGAN LEBIH DARI 10.000 ORANG JADI KORBAN.

    TEROWONGAN PENGALIR AIR DARI DANAU KAWAH BUATAN 1926 MASIH BERFUNGSI SAMPAI SEKARANG. NAMUN, SETELAH LETUSAN 1966, PEMERINTAH INDONESIA MEMBANGUN TEROWONGAN BARU YANG LOKASINYA 45 METER DI BAWAH TEROWONGAN LAMA.

    TEROWONGAN BARU YANG RAMPUNG DIBANGUN PADA 1967 INI DIBERI NAMA TEROWONGAN AMPERA. FUNGSINYA MENJAGA VOLUME AIR DANAU KAWAH TAK LEBIH DARI 2,5 JUTA METER KUBIK.

    PADA LETUSAN 1990 YANG BERLANGSUNG SELAMA 45 HARI, MATERIAL VULKANIK YANG DILONTARKAN LETUSAN GUNUNG KELUD MENCAPAI 57,3 JUTA METER KUBIK. NAMUN, LAHAR DINGINNYA MENGALIR SAMPAI 24 KILOMETER MELEWATI 11 SUNGAI YANG BERHULU DI GUNUNG KELUD. TEROWONGAN AMPERA PUN SEMPAT TERSUMBAT, DAN REVITALISASINYA BARU RAMPUNG PADA 1994.

    PALUPI ANNISA AULIANI

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: