KabarNet

Aktual Tajam

Korupsi massal di Sumut?

Posted by KabarNet pada 01/10/2018

Screenshot_2018-09-30-16-18-41_1_1_1_1_mr1538299393017

KabarNet: Viralnya video yang dibagikan pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea di akun Instagramnya @hotmanparisofficial langsung menjadi perhatian insitusi penegak hukum.

Video tersebut menjelaskan soal laporan Joko Suriadi, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari lingkungan Pemkab Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, membongkar dugaan praktik korupsi massal pejabat di lingkungan Pemkab Sergai. Dia mengungkapkan bahwa kalau dana Bantuan Sosial (Bansos) tersebut dihambur-hamburkan atau dikorupsi mulai dari pejabat tingkat oknum camat, DPRD, BPK sampai Kepala Dinas. 

Praktek jahat itu diadukan secara langsung kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang berada di warung kopi joni di Jakarta Sabtu, (29/9/2018).

Pengaduan itupun divideokan dengan sengaja oleh Hotman Paris di akun instagramnya dan kini viral di media sosial facebook. Joko Suriadi merupakan mantan bendahara pengeluaran Bansos di Pemkab Sergai.

Berdasarkan informasi yang diterima Hotman dari Joko disebut bahwa ada puluhan miliar uang Bansos yang penggunaannya tidak tepat sasaran. Uang tersebut juga mengalir ke sejumlah oknum anggota DPRD Sergai untuk keperluan uang ketok APBD.

Langsung Direspon KPK

Viralnya video ini langsung direspon Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan, KPK bakal mendalami informasi ini. “KPK mengapresiasi pelapor dan Kopi Joni untuk mau membangun Indonesia yang zero tolerance. Nanti kita dalami dulu seperti apa kasusnya. KPK akan mendalami kebenaran info tersebut,” kata Saut melalui aplikasi WhatsApp, Sabtu (29/9/2018).

Sementara itu, Bupati dan Wakil Bupati Serdangbedagai, Soekirman dan Darma Wijaya tidak bersedia memberikan komentar atas viralnya video pengaduan Joko ke Hotman Paris. Berulang kali nomor ponsel mereka dihubungi namun tidak bersedia dijawab. Pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsApp hanya dilihat saja tanpa ada respon balasan.

Berdasarkan Informasi yang dikumpulkan Joko Suriadi memang pernah menjabat sebagai bendahara pengeluaran Bansos Kabupaten Sergai terakhir ditahun 2012. Pada tahun itu Bupati Serdangbedagai masih dipimpin Tengku Erry Nuradi yang sempat menjadi Gubernur Sumatera Utara dan wakilnya bupati saat ini Soekirman.

Saat menjadi bendahara itu Joko merupakan pegawai di Dinas (saat ini Badan) Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD). Kala itu Kadis PKAD-nya adalah Agus Tripiono yang saat ini sudah menjadi pejabat eselon II di Pemprov Sumut.

Saat T Erry jadi Gubernur Sumut, pemerintahan pun dipegang oleh Soekirman dan Joko Suriadi pun disebut-sebut berpindah-pindah tugas. Ia pernah menjadi ajudan Wakil Bupati, Darma Wijaya beberapa bulan. Pada saat ini Joko ini pun disebut-sebut terakhir pernah juga sebagai staf di kantor Kecamatan Silinda, Sergai.

Ada tiga video yang diunggah Hotman di akun Instagram @hotmanparisofficial. Joko mengadu ke Hotman Paris karena mengaku dintimidasi oleh oknum-oknum pejabat di Serdangbedagai. Berdasarkan tiga video yang diunggah Hotman, Joko mengadukan dugaan korupsi massal dana Bansos di kabupaten tersebut pada beberapa tahun lalu.

Mulai dari untuk uang ketok palu pengesahan APBD, suap kepada oknum DPRD dan BPK, pembelian sepeda motor Harley Davidson untuk oknum penegak hukum serta biaya Pilkada untuk oknum pejabat daerah. Tak hanya itu, sejumlah camat dan kepala dinas juga diduga ikut menikmati hasil penyelewengan dana Bansos tersebut.

Berikut rekaman videonya:

Transkrip Video pertama:

“Salam dari Kopi Joni. Joko suriadi, staf Bansos Kantor Bupati Serdang Bedagai. Membeberkan, dia mengaku ada puluhan miliar uang bansos.

Dia diintimidasi uang itu dipakai untuk uang ketok palu, berbagai oknum DPRD dan oknum BPK di daerah Serdang Bedagai. KPK dan kejaksaan segera turun. Ini buktinya ada semua.”

Joko Suriadi, dan siap jadi justice collaborator dan masih menjadi PNS di Serdang Bedagai, Sumatera Utara.” “Puluhan miliar uang bansos habis dipakai oknum pejabat dan DPRD. Sekarang dia yang diintimidasi. Siap jadi colaborator ya?”

“KPK dan Kejaksaan Sumut harus segera turun, periksa itu!”

Transkrip Video 2:

Joko Suriadi yang saat itu memakai baju berwarna putih mengatakan bahwa, puluhan miliar dana Bansos dipakai oknum pejabat untuk membayar oknum aparat hukum. Dikatakan, untuk membuat oknum aparat diam, pejabat memberikan hadiah berupa motor Harley Davidson.

Hotman: “Saudara Joko Suriadi, staf Bansos Kantor Bupati Serdang Bedagai. Kamu mengatakan ada puluhan miliar uang bansos yang dipakai untuk membayar oknum pejabat DPRD dan BPK di daerah Serdang Bedagai.”

“Anda mengatakan bahwa, untuk membuat aparat diam, sampai dibelikan motor Harley Davidson. Dibagi ke aparat seperti itu?”

Joko Suriadi: ”Mereka (oknum pejabat) yang memberikan, Pak. Bukan saya.”

Hotman: “Iya, oknum pejabat dari kantor bupati sedang bedagai, membeli motor Harley Davidson kepada oknum aparat penegak hukum agar kasus ini didiamkan. Benar, ya?”

Joko: “Benar, Pak. Informasinya seperti itu.”

Hotman: “Informasinya seperti itu. Karena banyak uang Bansos Pemda Serdang Bedagai sudah habis dibagi-bagi kepada oknum pejabat ya? Kau siap membela ya?”

Transkrip Video 3:

Joko Suriadi menjumpai Hotman Paris dengan membawa serta bukti-bukti dugaan penyelewengan dan Bansos Pemkab Serdang Bedagai. Yakni, berupa dokumen pengesahan APBD, dokumen terkait biaya pilkada, dan catatan untuk kepala dinas dan juga camat di Kabupaten Serdang Bedagai.

Hotman Paris :”Joko Suriadi membawa bukti-bukti. Ini untuk membayar oknum pejabat mana ini?”

Hotman: “Biaya pilkada, memakai semua uang bansos. Terus mana uang ketok palu untuk DPRD?”

Joko: “Ini, Pak.”

Hotman: “Semua pakai uang bansos ini? Terus?”

Joko: “Ini ada catatan lain, Pak. Untuk kepala dinas ada, camat-camat juga, Pak.”

Hotman: “Kepala dinas juga banyak kebagian semuanya? Oknum Camat juga dapat? Waduh ini benar-benar sudah parah!”

Hingga berita ini dilansir, tribun-medan.com masih mengupayakan konfirmasi dari Pemkab Serdangbedagai. [KabarNet/ TribunMedan/adl]

 

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: