KabarNet

Aktual Tajam

Khawatir Keselamatannya, Pelapor Dugaan Korupsi Massal Minta Perlindungan LPSK

Posted by KabarNet pada 04/10/2018

Screenshot_2018-10-04-07-01-15_1

Jakarta – KabarNet: Joko Suryadi, pria yang membongkar dugaan korupsi massal di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, akhirnya mendapatkan perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum Joko Suryadi, Junianton Panjaitan, dalam video yang diunggah akun Instagram Hotman Paris Hutapea, Rabu (3/10/2018) pagi.

“Salam Kopi Johny. Saat ini Joko Suryadi klien saya sudah berada di dalam kewenangan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban). Terimakasih Bapak Hotman Paris yang telah memviralkan Joko Suryadi dalam upaya pemberantasan korupsi di Kabupaten Serdang Bedagai. Salam Kopi Johny,” ujar Junianton Panjaitan dalam video unggahan Instagram @hotmanparisofficial.

Warta Kota kemudian menghubungi Junianton Panjaitan melalui sambungan telepon.

Melalui sambungan telepon, Junianton Panjaitan mengatakan, sekitar 5 orang utusan LPSK atas permintaan Hotman Paris Hutapea datang menemui dirinya dan Joko Suryadi di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa (2/10/2018) pada pukul 13.00 WIB.

“Bu Lili Pintauli Siregar yang merupakan Wakil Ketua LPSK mengarahkan tim penanganan cepat LPSK datang ke Kopi Johny sekitar lima orang, dua mobil. Mereka lalu membawa Joko Suryadi. Sekarang klien saya ini sudah lebih tenang, sudah tidak ketakutan lagi karena sudah diamankan LPSK,” tutur Junianton Panjaitan.

Pihaknya belum bisa memberikan informasi mengenai rencana pertemuan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sempat tertunda.

Walau demikian ia mempercayakan sepenuhnya kepada KPK untuk menangani kasus tersebut hingga benar-benar tuntas.

“Saya belum bisa informasikan. Kita tunggu saja KPK bekerja karena bukti-bukti sedang dipelajari sama KPK,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Joko Suryadi, pelapor dugaan korupsi massal pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, mulai ketakutan.

Ketakutan Joko Suryadi timbul karena hingga saat ini tak satupun lembaga atau institusi yang bersedia memberikan perlindungan terhadap dirinya sebagai saksi atas kasus tersebut.

Bahkan, ketakutan yang menjadi-jadi membuat Joko Suryadi tidak berani pulang ke kampung halamannya.

Oleh karena itu, Joko Suryadi kembali datang ke Kopi Johny pada Selasa (2/10/2018) untuk meminta bantuan kepada Hotman Paris Hutapea.

“Mohon perlindungan siapa yang ngurusin begini. Dia sudah datang jauh-jauh ke Kopi Johny karena dia sudah lapor di sana ke berbagai aparat hukum terkait tapi semuanya mental. Ditunggu di Kopi johny untuk melindungi saksi,” tulis Hotman Paris Hutapea melalui akun Instagramnya @hotmanparisofficial, Selasa (2/10/2018).

Pada Minggu (30/9/2018), utusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan akan bertemu dengan Joko Suryadi yang didampingi Hotman Paris Hutapea di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akan tetapi, pertemuan dengan KPK itu batal lantaran KPK tidak bersedia bertemu di tempat terbuka.

Akibatnya, awak media dan Joko Suryadi termasuk Hotman Paris Hutapea akhirnya harus menelan kekecewaan.

“KPK terlalu ramai, nggak berani dia. Padahal kan ada ruangan tertutup yang ada kacanya itu,” tutur Hotman Paris Hutapea memberi penjelasan kepada wartawan saat itu.

Awalnya, Joko Suryadi datang menemui Hotman Paris Hutapea di Kedai Kopi Johny pada Sabtu (29/9/2018) pagi.

Kepada Hotman Paris Hutapea, ia membeberkan bahwa dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkab Serdang Bedagai dihambur-hamburkan oleh para pejabat mulai dari oknum camat, DPRD, Kepala Dinas hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Diduga penggunaan puluhan Milliar Rupiah dana Bansos tersebut tidak tepat sasaran dan digunakan sebagai uang ketok palu APBD Kabupaten Serdang Bedagai.

Selain untuk uang ketok palu, dana bansos itu juga diduga digunakan dalam pembelian sepeda motor Harley Davidson untuk oknum penegak hukum serta biaya Pilkada oleh oknum pejabat daerah.

Ada beberapa video yang diunggah Hotman Paris Hutapea ke dalam akun Instagramnya @hotmanparisofficial. [KabarNet/ Warta Kota/adl]

Satu Tanggapan to “Khawatir Keselamatannya, Pelapor Dugaan Korupsi Massal Minta Perlindungan LPSK”

  1. Anonim said

    Orang SUMUT paling rajin beribadah/beragama ,kok dibilang ;paling banalk korupsi>.FITNAH! dAN MEN\GHINA AGAMA!

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: