KabarNet

Aktual Tajam

Islam vs Ahmadiyah

Dengan ini kami (ADMIN) menambahkan satu forum dialog “Islam vs Ahmadiyah” mengingat banyak pengunjung di situs KabarNet yang terlibat perdebatan seputar Ahmadiyah.

Pada awalnya, tanpa kami duga banyak pengunjung yang memanfaatkan postingan kami sebagai makalah diskusi/dialog, sehingga situs ini menjadi ajang Perdebatan. Maka kami mempersilahkan mengisi forum ini dengan berdialog yang sehat, cerdas dan bijak serta tidak melupakan etika dan norma kita sebagai bangsa timur. Tentunya, tidak menampilkan tulisan atau gambar yang sifatnya tidak senonoh (kata-kata jorok, hubungan intim). Kiranya forum ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperluas wawasan  & menjadikan kita bangsa yang lebih demokratis. [13/10/2010]

Maaf dan Salam, ADMIN.

11.673 Tanggapan to “Islam vs Ahmadiyah”

  1. Abdullah said

    Ciri khas orang Islam yang beriman dan beramal shaleh adalah mentaati Allah dan Rasul-Nya saw, sebagaimana firman-Nya di dalam Al Qur’an:
    Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul (Nabi Muhammad saw) ini maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah memberikan nikmat, yakni: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid, dan orang-orang saleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati. (An-Nisa 4:69/70).

    Hai orang-orang yang beriman,taatlah kepada dan taatlah kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang yang memegang kekuasaan di antaramu. Dan, jika kamu berselisih mengenai sesuatu, maka kembalikanlah hal itu kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu memang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Hal demikian itu paling baik dan paling bagus akibatnya. (An-Nisa 4:59/60)

    Dan, tidak Kami utus seorang rasul melainkan supaya ia ditaati dengan izin Allah. Dan, jika mereka datang kepada engkau ketika mereka telah menganiaya diri mereka sendiri, lalu mereka memohon ampun kepada Allah dan Rasul juga memintakan ampun bagi mereka, niscaya akan mereka dapati Allah. Maha Penerima taubat, Maha Penyayang. (An-Nisa 4:64/65).

    Dengan demikian, maka orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh akan mentaati perintah Allah tersebut di atas, dan perintah Rasulullah saw di bawah ini:
    Rasulullah saw bersabda: “Maka jika kalian melihatnya, bai’atlah kalian kepadanya, walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi” (HR Sunan Ibnu Majah, HR Sunan Abu Daud, & HR Musnad Ahmad bin Hambal).

  2. Abdullah said

    KEPADA SIAPA KITA HARUS BAI’AT / BERJANJI SETIA?

    Menurut Al Qur’an bai’at / berjanji setia itu pada hakikatnya hanya kepada Allah di tangan seorang Nabi (Khalifah Allah) yang mendapatkan mandat-Nya:
    Sesungguhnya orang-orang yang baiat kepada engkau (Nabi Muhammad saw) sebenarnya mereka baiat kepada Allah. Tangan (perlindungan dan petunjuk) Allah berada di atas tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janjinya, maka ia memutuskannya untuk kerugian dirinya sendiri; dan barangsiapa menyempurnakan apa yang dia telah janjikan kepada Allah, maka Dia segera akan memberinya ganjaran yang besar. (Al Fath 48:10/11)

    Firman Allah tersebut juga Dia wahyukan kepada HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam yang dijanjikan) as sebagai penerima mandat dari Allah, setelah Nabi Muhammad saw (Al Fath 48:10/11). Setelah wafat, Nabi Muhammad saw memberikan mandat-Nya itu kepada Khulafa-ur-Rasyidin (Abu Bakar Shiddiq ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra dan Ali bin Abu Thalib ra) atau Khilafat Ala Minhajjin Nubuwwah Awwalin. Begitupula, setelah wafat HMG Ahmad as memberikan mandat-Nya kepada Khulafa-ul-Masih-al-Mahdiyyin (Khilafat Ala Minhajjin Nubuwwah Aakhorina).

    Dengan demikian, maka orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh akan mentaati perintah Allah di atas dan perintah Rasulullah saw di bawah ini:
    Rasulullah saw bersabda: “Maka jika kalian melihatnya, bai’atlah kalian kepadanya, walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi” (HR Sunan Ibnu Majah, HR Sunan Abu Daud, & HR Musnad Ahmad bin Hambal).

  3. dedi said

    ,,,,,,

    Di zaman sekarang ini, beberapa jamaah dan kelompok Islam juga menggunakan prosesi bai’at untuk mengangkat pemimpin di antara mereka. Jamaah yang menjadi anggota kelompok itu berbai’at untuk mengakui pimpinan mereka sebagai orang yang akan dipatuhi dan ditaati, dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

    Namun dalam suatu kasus tertentu, mungkin saja terjadi ketidak-sepakatan antara anggota dengan pimpinan yang terlanjur diba’atnya, baik karena faktor internal maupun eksternal.

    Kejadian seperti ini bukan hal yang aneh, sebab sepanjang sejarah, memang seringkali terjadi. Dan kejadian seperti ini sangat manusiawi, karena tidak selamanya seorang imam itu berjalan di atas manhaj yang benar, ada kalanya seseorang itu lalai. Demikian juga, tidak menutup kemungkinan ijtihad suatu jamaah itu meleset dari arah semula. Dan masih banyak hal lain yang bisa menjadi faktor hilangnya tsiqah (kepercayaan) dari seorang anggota kepada jamaahnya.

    Kita tidak bisa memudahkan masalah dengan langsung memberi vonis bahwa siapa yang pernah berbai’at, lalu mencabut kembali kesetiaannya, adalah pengkhiatan yang halal darahnya. Sebab yang namanya bai’at itu berbeda dengan syahadat. Bai’at hanya ikrar kesetiaan kepada imam atau jamaah tertentu, sedangkan syahadat adalah ikrar untuk menjadi muslim. Keduanya tentu sangat berbeda dan aneh kalau dicampur-aduk.

    Sesungguhnya ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka. (QS Al-Mu’minun: 52-53).

    Semoga Allah SWT menyatukan hati kita di dalam iman dan taat kepada-Nya dan menjadikan kasih sayang di antara kita sebagai ikatan yang terbaik.

    ==> Ada Yahudi, ada Nasrani, ada Ahmadiyah Qadyani, ada Ahmadiyah Lahori, ada Bahai, ada…..

    Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  4. Abdullah said

    Bai’at yang benar adalah bai’at yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah Khulafa-ur-Rasyidin, karena Rasulullah saw menerima mandat dari Allah (Al Fath 48:10/11) dan Khulafa-ur-Rasyidin/Khilafat Ala Minhajjin Nubuwwah Awwalin mendapat mandat-Nya dari Rasulullah saw. HMG Ahmad as mendapat mandat dari Allah (Al Fath 48:10/11) dan Khilafat Al Minhajjin Nubuwwah Aakhoriina / Khulafa-ul-Masih-al-Mahdiyyin mendapat mandat dari HMG Ahmad as. Sedangkan umat Islam diperintah Rasulullah saw: “Maka jika kalian melihatnya, bai’atlah kalian kepadanya, walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi” (HR Sunan Ibnu Majah, HR Sunan Abu Daud, & HR Musnad Ahmad bin Hambal).

  5. Abdullah said

    Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu (muslimin) dan berbuat amal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah orang-orang yang sebelum mereka; dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka; dan niscaya Dia akan menggantikan mereka sesudah ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka. (An-Nur 24:55/56)

    Menurut ayat suci Al Qur’an di atas, Allah pasti akan menjadikan seorang Khalifah (Imam / Pemimpin Ruhani) di bumi bagi orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh dan hal ini merupakan pemenuhan janji Allah kepada mereka. Jadi, seorang Khalifah/Pemimpin Ruhani itu tidak diangkat oleh manusia, seperti kata Ustadz Ahmad Sarwat LC: “Di zaman sekarang ini, beberapa jamaah dan kelompok Islam juga menggunakan prosesi bai’at untuk mengangkat pemimpin di antara mereka.”, melainkan dijadikan oleh Allah, melalui wahyu-Nya. Dan, menurut Al Qur’an Allah telah menjadikan Khalifah/Pemimpin Ruhani itu sejak zaman Adam as (Al Baqarah 2:30/31).

  6. dedi said

    Pengikut Qadyani ini bersungguh-sungguh untuk memecah Ummat Islam dalam golongan-golongan dan tidak mau kembali kepada Islam, jalan yang lurus…
    Bagi pengikut Qadyani berbaiat kepada nabi dan (kroni) khalifahnya adalah kewajiban (dengan dalil2 yang disesuaikan dengan wahyu nabinya, yang tidak dikenal dalam Agama Islam terdahulu, kini dan nanti)…

    Sesungguhnya ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka. (QS Al-Mu’minun: 52-53).

    Wallahualam,

  7. dedi said

    “My religion which I openly declare, is that Islam is divided into two portions. One deals with the submission to Allah (SWT) and the other deals with submission to the government that has maintained peace and granted us asylum from the oppressors, and that is the British government.”
    [Ruhani Khazain: Volume. 6, Page 380 by Mirza Ghulam Qadiani]

    Wallahualam,

  8. Abdullah said

    Dedi said

    05/01/2015 at 21:56
    Pengikut Qadyani ini bersungguh-sungguh untuk memecah Ummat Islam dalam golongan-golongan dan tidak mau kembali kepada Islam, jalan yang lurus…
    Bagi pengikut Qadyani berbaiat kepada nabi dan (kroni) khalifahnya adalah kewajiban (dengan dalil2 yang disesuaikan dengan wahyu nabinya, yang tidak dikenal dalam Agama Islam terdahulu, kini dan nanti).

    ==>> Tugas seorang Khalifah Allah, Imam Mahdi adalah menyatukan orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh, dari antara umat Islam yang sudah tercerai-berai menjadi golongan-golongan. Bersatu dan bersaudara dalam Khilafat Jemaat Islam adalah perintah Allah dan Dia melarang untuk bercerai-berai (Ali Imran 3:103), dan bai’at kepada Khalifah Allah, Al Mahdi adalah perintah Nabi Muhammad saw (HR Sunan Ibnu Majah).

  9. dedi said

    ….dan bai’at kepada Khalifah…. (Qadyani) yang berimam/nabikan nabi baru, membenarkan “wahyu” yang diterimanya, adalah sebagaimana Allah sampaikan dalam Al Quran…

    “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” QS 2:79

    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS 49:6

    “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut , padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka penyesatan yang sejauh-jauhnya.” QS 4:60

    Sehingga pendakwahnya mendapatkan sedikit dunia dengan mengajak orang bereksklusif dalam beragama, tapi dia lupa akan balasan Allah di akhirat…

    Wallahualam,

  10. Abdullah said

    Dedi said

    10/01/2015 at 12:55
    ….dan bai’at kepada Khalifah…. (Qadyani) yang berimam/nabikan nabi baru, membenarkan “wahyu” yang diterimanya,

    ==>> Bai’at kepada Khalifah Allah, Imam Mahdi adalah perintah Nabi Muhammad saw (HR Sunan Ibnu Majah). Khalifah Allah itu identik dengan Nabi/Rasul, karena di dalam Al Qur’an, Allah menyebut Adam dan Daud sebagai Khalifah, walaupun kita tahu, tidak ada ayatnya di dalam Al Qur’an yang menyatakannya, tetapi keduanya adalah Nabi dan Rasul. Dengan demikian, maka Khalifah Allah, Imam Mahdi pun adalah Nabi dan Rasul, tetapi Karunia/Nikmat Allah itu diberikan kepada Imam Mahdi berkat kesempurnaannya dalam mentaati Allah dan Nabi Muhammad saw (An-Nisa 4:69/70). Dan Allah Al Mutakalliman masih tetap berkata-kata dengan hamba-Nya melalui perantaraan WAHYU, dari BELAKANG TABIR dan mengirimkan seorang RASUL (Asy-Syura 42:51/52) dari antara malaikat dan manusia (Al Hajj 22:75/76).

  11. dedi said

    Bagi pengikut Qadyani berbaiat kepada nabi dan (kroni) khalifahnya adalah kewajiban (dengan dalil2 yang disesuaikan dengan wahyu nabinya, yang tidak dikenal dalam Agama Islam terdahulu, kini dan nanti)…

    Wallahualam,

  12. Abdullah said

    Firman Allah di dalam Al Qur’an:
    Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu dan berbuat amal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah orang-orang yang sebelum mereka; dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka; dan niscaya Dia akan menggantikan mereka sesudah ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka. (An-Nur 24:55/56)

    Sabda Rasulullah saw di dalam Hadits:
    Maka, barangsiapa melihatnya, maka baiatlah kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifah Allah, Al Mahdi (HR Sunan Ibnu Majah).

    Para anggota Jemaat Muslimin Ahmadiyah tentu saja sangat mentaati Allah dan Nabi Muhammad saw dalam hal baiat kepada Allah di tangan seorang Khalifah Allah, Al Mahdi, sebagai diperintahkan di dalam ayat suci Al Qur’an dan Hadits tersebut di atas.

  13. dedi said

    Ahmadiyya Exposed: Hidden Facts “They” Don’t Want You To Know About Paperback – 10 Jul 2013
    by Hamid Ibn Nasir (Author), Chaudry Ahmad (Author), & 1 more
    http://www.amazon.co.uk/Ahmadiyya-Exposed-Hidden-Facts-About/dp/1484828194

    Many people need a book to answer the claims of the Ahmadis/Qadianis, and in the English language. Praise be to Allah that we were able to compile important and strong information in this regards, and expose the lies, deception, and misleading tactics of the Ahmadis especially in regards to the Qur’an and Hadith. You will learn the real beliefs of the early Muslim generations that lead to the Sahaba and to the beloved Prophet (PBUH). You will learn how to expose the Ahmadis in their futile attempts to seek evidences. You will be able to dangerously question the Murabbis (Ahmadi leaders) for their dishonesty. The truth of over 25 Ahadith are revealed in an amazing irrefutable but authentic way. The truth of dozens of Qur’an verses are revealed. We promise that a sincere, truth looking Ahmadi will have a major second thought, if not come back to Islam altogether! This book has been compiled by a group of mainstream Muslims, ex-Ahmadis, by an ex-Lahore Ahmadi and Ahmadis who are Muslim by heart but cannot leave Ahmadiyya due to family purposes and pressure.

    Wallahualam,

  14. Abdullah said

    Menurt Al Qur’an mentaati Allah dan Nabi Muhammad saw akan membawa manusia kepada ketakwaan dan kedekatan kepada Allah Tuhan Semesta Alam. Sebaik-baik manusia, pada pandangan Allah, adalah orang-orang Islam yang bertakwa. Orang-orang Islam yang bertakwa adalah mereka yang beriman dan beramal shaleh yang kepada mereka Allah telah berjanji bahwa Dia pasti akan menjadikan Khalifah/Khilafat bagi mereka di bumi (An-Nur 24:55/56). Ternyata, Allah Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana telah menganugerahkan dan senantiasa memelihara Khalifah/Khilafat, sebagaimana dimaksud dalam An-Nur 24:55/56, itu pada Jemaat Muslimin Ahmadiyah. Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamin.

  15. dedi said

    Mestinya:

    Pengikut Ahmadiyah berkata:

    Menurut wahyu yang disampaikan kepada nabinya:
    “God is coming by his army, he is with you to kill enemy”, and “I can what I will do”. Mirza Ghulam also would take parts of the Qur’an, and alter a word or two such as when he claimed to be pregnant with ‘Esa عليه السلام and modified verses about Maryam عليها السلام to apply to himself.

    Menurut nabi MGA:

    While I was engaged upon the compilation of this book, I received the revelation (Urdu): Yalesh – is the name of God Himself. This is a new word which is not found in this form in the Quran or hadith or in any dictionary. It has been disclosed to me that it connotes ya la shareek (O Thou without an associate).
    (Tohfa Golarviyya, p.69, footnote)

    Wallahualam,

  16. Abdullah said

    Jika anda hanya mengandalkan informasi dari orang-orang yang anti-Ahmadiyah, maka anda tidak akan menemukan kebenaran sejati, karena Nabi Muhammad Rasulullah saw telah meninggalkan dua perkara, dan – menurut beliau saw – jika kita memegang teguh keduanya dengan sungguh-sungguh, maka kita tidak akan tersesat dari jalan-Nya. Kedua perkara itu adalah Al Qur’an dan As-Sunnah (Contoh suri tauladan Nabi Muhammad Rasulullah saw).

    Nah, menurut Al Qur’an, dengan mentaati Allah dan Nabi Muhammad saw akan membawa manusia kepada ketakwaan dan kedekatan kepada Allah Tuhan Semesta Alam. Sebaik-baik manusia, pada pandangan Allah, adalah orang-orang Islam yang paling bertakwa. Orang-orang Islam yang bertakwa adalah mereka yang beriman dan beramal shaleh yang kepada mereka Allah telah berjanji bahwa Dia pasti akan menjadikan Khalifah/Khilafat bagi mereka di bumi (An-Nur 24:55/56).

    Ternyata, Allah Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana telah memenuhi janjinya dalam An-Nur 24:55/56 dengan menganugerahkan dan senantiasa memelihara Khalifah/Khilafat Islam pada Jemaat Muslimin Ahmadiyah. Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamin.

  17. Abdullah said

    Nabi Muhammad Rasulullah saw telah menubuatkan bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan dan semuanya akan terkena api (peperangan dan kebencian), kecuali satu, yakni mereka yang mengikuti Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah Khulafa-ur-Rasyidin ra (HR Sunan At-Tirmidzi). Dengan demikian, maka dari 73 golongan umat Islam pada akhir zaman ini kebanyakan golongan akan terkena api (kebencian dan peperangan), maka oleh karena itu Al Qur’an mengingatkan:
    Dan, jika engkau mengikuti kebanyakan orang di bumi, mereka akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Tiada lain yang mereka ikuti melainkan prasangka dan mereka tiada lain kecuali berdusta. (Al An’am 6:116/117).

  18. dedi said

    Muslim mainstream, mantan pengikut Ahmadiyah adalah Ummat Islam yang dengan tulus ikhlas menjelaskan ajaran agama Qadyani dengan menggunakan bahan-bahan yang ada pada ajaran itu sendiri.
    Tentunya hal ini dibantah oleh pengikut ajaran Qadyani, sebagaimana perintah kroni khalifahnya. Buku dan sumber tersebut sudah dihilangkan dari sumber resminya, karena terdapat kontradiksi yang secara vulgar terhadap ajaran Islam.
    Mengapa mereka malu mengakui sumber Tadzkirah? Jelas, mereka ingin diakui sebagai Islam dengan mengacu pada Al Quran (yang telah ditafsirkan berbeda) juga Hadist Nabi SAW yang ditafsirkan versi nabi MGA.

    Ajaran Qadyani ini mengaku sebagai bagian dari Islam tetap ingin selalu diakui sebagai Islam karena misi mereka adalah membuat golongan ekslusif tersendiri. Mereka memiliki sistem pengumpulan keuangan sendiri, masjid sendiri, nama bulan/tahun sendiri, kuburan sendiri, menjauhi dari Ummat Islam keseluruhan. Maka itu layak, ajaran Qadyani sebagai mana ajaran Bahai dan lainnya, kami akui sebagai agama2 tersendiri di luar Islam.

    Ummat Islam wajib waspada dan selalu berdakwah terhadap ajaran2 semacam ini sebagaimana Allah Firmankan:

    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS 49:6

    Wallahualam,

  19. dedi said

    Sebagai da’i pembela ajaran Qadyani, berapa upah yang diterima dari kroni khalifahnya???? Malu????
    Sudah seharusnya, dan bertobatlah……

    Wallahualam,

  20. Ade said

    Manusia bersahabat/berkawan/berteman dengan manusia pembenci sudah pasti mengeluarkan perkataan kebencian.
    Manusia bersahabat/berkawan/berteman dengan manusia baik sudah pasti mengeluarkan perkataan kebaikan.

    Allah Swt lebih suka dengan manusia Baik, Baik amal ibadahnya,, Baik perkataanya, Baik perbuatannya…..

  21. Abdullah said

    Dedi said

    12/01/2015 at 23:24

    Muslim mainstream, mantan pengikut Ahmadiyah adalah Ummat Islam yang dengan tulus ikhlas menjelaskan ajaran agama Qadyani dengan menggunakan bahan-bahan yang ada pada ajaran itu sendiri.
    Tentunya hal ini dibantah oleh pengikut ajaran Qadyani, sebagaimana perintah kroni khalifahnya. Buku dan sumber tersebut sudah dihilangkan dari sumber resminya, karena terdapat kontradiksi yang secara vulgar terhadap ajaran Islam.
    Mengapa mereka malu mengakui sumber Tadzkirah? Jelas, mereka ingin diakui sebagai Islam dengan mengacu pada Al Quran (yang telah ditafsirkan berbeda) juga Hadist Nabi SAW yang ditafsirkan versi nabi MGA.

    Ajaran Qadyani ini mengaku sebagai bagian dari Islam tetap ingin selalu diakui sebagai Islam karena misi mereka adalah membuat golongan ekslusif tersendiri. Mereka memiliki sistem pengumpulan keuangan sendiri, masjid sendiri, nama bulan/tahun sendiri, kuburan sendiri, menjauhi dari Ummat Islam keseluruhan. Maka itu layak, ajaran Qadyani sebagai mana ajaran Bahai dan lainnya, kami akui sebagai agama2 tersendiri di luar Islam.

    Ummat Islam wajib waspada dan selalu berdakwah terhadap ajaran2 semacam ini sebagaimana Allah Firmankan:

    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS 49:6

    Wallahualam,

    ==>> Umat Islam, yakni muslim mainstream termasuk Dedi, Abu Bakar Ba’asyir, Osama bin Laden, Habib Rizieq, MUI, Rabithah Alam Islami, Syi’ah, Boko Haram, Taliban, ISIS dan banyak lagi golongan muslimin garis keras, wajib waspada dan selalu berdakwah “BIL HIKMAH” kepada Jemaat Muslimin Ahmadiyah yang telah dianugerahi Allah dengan Khilafat Ala Minhajjin Nubuwwah sebagaimana Dia janjikan dalam An-Nur 24:55/56.

    Ternyata, Allah Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana telah menganugerahkan Nikmat-Nya yang tertinggi kepada Jemaat Muslimin Ahmadiyah (An-Nisa 4:69/70).

  22. Abdullah said

    Dedi said

    12/01/2015 at 23:31
    Sebagai da’i pembela ajaran Qadyani, berapa upah yang diterima dari kroni khalifahnya???? Malu????
    Sudah seharusnya, dan bertobatlah……

    ==>> Jemaat Muslimin Ahmadiyah senantiasa berdoa dan bertobat kepada Allah Al Ghafur-ur-Rahim, Tuhan Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang atas segala dosa, kesalahan dan kekhilafan kami dalam beribadah kepada-Nya dan senantiasa bermuamalah dan berdakwah kepada sesama manusia, baik dari kalangan muslim maupun non-muslim dengan saling menasihati tentang kebenaran, dengan kesabaran dan kasih sayang. Dalam berdakwah kepada sekalian manusia, kami tidak pernah menerima amplop, apalagi memungut pembayaran dan upah dari Khalifat-ul-Masih, Al Mahdi atba, bahkan sebaliknya kami dengan ikhlas telah dan senantiasa membayar zakat, infaq dan shadaqah, termasuk candah (iuran keanggotaan), serta pengorbanan-pengorbanan lainnya yang diperintahkan Allah dan disunnahkan oleh nabi kami, Nabi Suci Muhammad Mustafa Rasulullah saw.

  23. dedi said

    Pengikut agama Qadyani, ingatlah hanya berpegang pada Al Quran (versi Qadyani dan Hadist Nabi SAW yang ditafsirkan sebagian-sebagian demi kesesuaian dengan ajaran/wahyu nabi MGA) adalah kesesatan yang nyata…
    Periksa lagi, tanya lagi, ulangi terus menerus…. Insya Allah, kebenaran itu hanya pada Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, tidak pada “nabi” baru, tidak pada khalifah versi Qadyani…
    Sebagaimana Firman Allah:

    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS 49:6

    Wallahualam,

  24. dedi said

    Saya dan Ummat Islam Indonesia adalah Ummat Islam yang toleran, Insya Allah aliran garis keras (tanpa toleransi) akan hilang dengan sendirinya, dengan berjalannya waktu, karena ajaran Nabi Muhammad SAW dari yang selalu Beliau ajarkan adalah sebagaimana Allah sampaikan:

    “Tidak ada paksaan untuk agama ; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS 2:256

    Wallahualam,

  25. dedi said

    Inga.. inga… siapa tuhannya MGA:

    While I was engaged upon the compilation of this book, I received the revelation (Urdu): Yalesh – is the name of God Himself. This is a new word which is not found in this form in the Quran or hadith or in any dictionary. It has been disclosed to me that it connotes ya la shareek (O Thou without an associate).
    (Tohfa Golarviyya, p.69, footnote)

    Wallahualam,

  26. Abdullah said

    Dedi said

    13/01/2015 at 19:01
    Pengikut agama Qadyani, ingatlah hanya berpegang pada Al Quran (versi Qadyani dan Hadist Nabi SAW yang ditafsirkan sebagian-sebagian demi kesesuaian dengan ajaran/wahyu nabi MGA) adalah kesesatan yang nyata…
    Periksa lagi, tanya lagi, ulangi terus menerus…. Insya Allah, kebenaran itu hanya pada Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, tidak pada “nabi” baru, tidak pada khalifah versi Qadyani…

    ==>> Kehabisan dalil, Dedi terus menerus mencari-cari kesalahan Jemaat Muslimin Ahmadiyah, padahal sudah jelas bahwa akidah utama Jemaat Muslimin Ahmadiyah itu adalah Laa Ilaaha Illallah, Muhammad-ar-Rasulullah. Jika Dedi berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Sunnah, tentu saja Dedi dan MUI tidak akan menyatakan kesesatan yang nyata kepada Jemaat Muslimin Ahmadiyah, karena Allah Yang Lebih Mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, coba Dedi periksa Al Qalam 68:7/8.

    Kebenaran itu memang hanya pada Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw, oleh karena Nabi Muhammad saw telah menubuatkan bahwa di akhir zaman Allah akan mengutus nabiyullah Isa Ibnu Maryam (HR Shahih Muslim), Khalifah Allah, Imam Mahdi (HR Sunan Ibnu Majah) yang telah tergenapi pada wujud HMG Ahmad as pendiri Jemaat Muslimin Ahmadiyah.

  27. Abdullah said

    Dedi said

    13/01/2015 at 19:06
    Saya dan Ummat Islam Indonesia adalah Ummat Islam yang toleran, Insya Allah aliran garis keras (tanpa toleransi) akan hilang dengan sendirinya, dengan berjalannya waktu, karena ajaran Nabi Muhammad SAW dari yang selalu Beliau ajarkan adalah sebagaimana Allah sampaikan:

    “Tidak ada paksaan untuk agama ; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS 2:256

    ==>> Jika Dedi termasuk umat Islam yang toleran dan memahami bahwa tidak ada paksaan dalam agama, maka tentunya Dedi tidak akan memaksa menuduh “pengikut agama Qadyani” kepada Jemaat Muslimin Ahmadiyah, karena Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa Islam itu adalah agama yang telah disempurnakan dan diridhoi Allah, sehingga tidak akan ada lagi agama baru setelah Islam. (Al Maidah 5:3/4).

  28. Abdullah said

    Dedi said

    13/01/2015 at 19:09
    Inga.. inga… siapa tuhannya MGA:

    While I was engaged upon the compilation of this book, I received the revelation (Urdu): Yalesh – is the name of God Himself. This is a new word which is not found in this form in the Quran or hadith or in any dictionary. It has been disclosed to me that it connotes ya la shareek (O Thou without an associate).
    (Tohfa Golarviyya, p.69, footnote)

    ==>> Jika Dedi adalah umat Islam yang toleran, maka tentunya tidak akan memfitnah HMG Ahmad as, karena menurut Al Qur’an, fitnah itu lebih buruk daripada pembunuhan, dan Dedi pun tidak akan sanggup untuk menampilkan buku berbahasa Urdu tersebut: Coba periksa deh: http://www.alislam.org/urdu/rk/

  29. dedi said

    Belajar dari mantan pengikut, atau mau ngikut/ngekor aja sama kroni khalifah….
    Dunia ini sudah terbuka, tentu bahan-bahan itu bisa dipertanggungjawabkan, baik dunia maupun akhirat…
    Monggo, tanya-tanya lagi sama pendakwah ajaran Qadyani, apakah Tadzkirah itu ada atau tidak ada….
    Kalau ada, dimana, apa isinya, apakah ada pengaruh wahyu MGA pada tafsir Al Quran yang dipegang oleh penganut ajaran Qadyani. sekarang, bandingkan dengan Tafsir Al Misbah atau yang lain…
    Maklum, ajaran ini dari India/Pakistan, nabinya pun berbahasa urdu, apa mau kita dibodohi oleh orang India/Pakistan, sekarang sudah ada yang berbahasa Inggris tanpa editan, kata Yalesh itu ada dalam buku Tadzkirah….
    Terserah kita mau nurut untuk ngga usah baca Tadzkirah atau pelajari ajaran ini, sebagaimana Allah Firmankan:

    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS 49:6

    Wallahualam,

  30. Abdullah said

    Dedi said

    14/01/2015 at 14:00
    Belajar dari mantan pengikut, atau mau ngikut/ngekor aja sama kroni khalifah….
    Dunia ini sudah terbuka, tentu bahan-bahan itu bisa dipertanggungjawabkan, baik dunia maupun akhirat…
    Monggo, tanya-tanya lagi sama pendakwah ajaran Qadyani, apakah Tadzkirah itu ada atau tidak ada….
    Kalau ada, dimana, apa isinya, apakah ada pengaruh wahyu MGA pada tafsir Al Quran yang dipegang oleh penganut ajaran Qadyani. sekarang, bandingkan dengan Tafsir Al Misbah atau yang lain…
    Maklum, ajaran ini dari India/Pakistan, nabinya pun berbahasa urdu, apa mau kita dibodohi oleh orang India/Pakistan, sekarang sudah ada yang berbahasa Inggris tanpa editan, kata Yalesh itu ada dalam buku Tadzkirah….

    ==>> Tadhkirah berbahasa Inggris juga ada, silahkan browsing: http://www.alislam.org/library/browse/book/Tadhkirah/#page/-19/mode/1up kemudian tampilkan yang dituduhkan Dedi di sini dan mari kita teliti dan analisa maksudnya.

  31. dedi said

    Yap, betul ada kata Yalash di halaman 484. di buku itu. Di buku yang lama pun ada di halaman 455.
    Penjelasannya bisa baca sendiri. Wahyu itu dianggap suci oleh pengikut ajaran Qadyan.

    Pengakuan nabinya juga sebagai Khrisna ada pada halaman 458

    “On one occasion I saw in a vision a person well versed in Sanskrit who was a great believer in Krishna. He was standing before me and addressed the following words to me (Hindi): O slayer of swine and protector of cows, thy praise is set out in the Gita. I understood therefrom that the whole world whether
    Hindu, Muslim or Christian, is waiting for a slayer of swine, protector of cows who has been described in their own words and languages and all are agreed that this is the time of his advent. I possess both
    these qualities. Among the Hindus it has been proclaimed from ancient times that the subject of these prophecies would appear in the Aryavart, that is to say in India. Those prophecies also set out names of places of his habitat but they are all metaphoric, subject tointerpretation (Tohfa Golarvia, p. 130, footnote).

    Semua itu tidak ada di Al Quran dan Hadist Nabi SAW, maka tidak ada alasan untuk menyebut diri sebagai Islam. Menganggap kumpulan wahyu itu suci di luar yang disebut dalam Al Quran yang menjadi pegangan Islam, bisa disimpulkan sendiri apakah itu Islam atau bukan.

    Wallahualam,

  32. Abdullah said

    Dedi said

    15/01/2015 at 18:34

    Semua itu tidak ada di Al Quran dan Hadist Nabi SAW, maka tidak ada alasan untuk menyebut diri sebagai Islam. Menganggap kumpulan wahyu itu suci di luar yang disebut dalam Al Quran yang menjadi pegangan Islam, bisa disimpulkan sendiri apakah itu Islam atau bukan.

    ==>> Jika Allah dan Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam yang dijanjikan) as dan Jemaat Ahmadiyah itu MUSLIM, dari siapa Dedi mendapat mandat untuk menyatakan bahwa “tidak ada alasan untuk menyebut diri sebagai Islam”?

  33. Abdullah said

    Those prophecies also set out names of places of his habitat but they are all metaphoric, subject to interpretation (Tohfa Golarvia, p. 130, footnote).

    ==>> Dari pernyataan di atas, sudah jelas bahwa nubuatan-nubuatan tersebut yang menyebutkan nama-nama dan tempat-tempat, semuanya adalah kiasan yang membutuhkan penafsiran. Penafsiran yang benar tentu saja datangnya dari penerima wahyu Ilahi, yakni dari HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam) as, bukan dari yang lain.

  34. dedi said

    Abdullah said
    12/01/2015 at 15:33
    Dan, jika engkau mengikuti kebanyakan orang di bumi, mereka akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Tiada lain yang mereka ikuti melainkan prasangka dan mereka tiada lain kecuali berdusta. (Al An’am 6:116/117).

    ==> Siapa yang berdusta dengan merubah tafsir Al Quran dengan menyesuaikan dengan wahyu nabi MGA dengan mengatakan wahyu MGA adalah suci atau dengan kata lain “Ini dari Allah”, ingat Firman Allah:

    “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” QS 2:79

    Belum merasakan kecelakaan di dunia ini, masih merasakan nikmatnya menjadi budak dari kroni khalifah di Inggris?

    Wallahualam,

  35. dedi said

    Abdullah said
    13/01/2015 at 07:52
    ……termasuk candah (iuran keanggotaan), serta pengorbanan-pengorbanan lainnya yang diperintahkan…

    ==> ..oleh nabi MGA dan diteruskan oleh kroni2 khalifah di Inggris. Apakah sudah setor juga untuk kuburan khusus di kota Qadyan yang berdampingan dengan nabinya????

    Wallahualam,

  36. dedi said

    Abdullah said
    13/01/2015 at 22:27
    Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa Islam itu adalah agama yang telah disempurnakan dan diridhoi Allah, sehingga tidak akan ada lagi agama baru setelah Islam.

    ==> Tidak perlu ada orang (yang kemudian mengaku nabi jelmaan Isa) yang menyatakan ada wahyu baru yang merevisi tafsir Al Quran dan Hadist Nabi SAW, bahwa tidak ada nabi sesudah Nabi Muhammad SAW.
    Tidak ada jemaah baru, yang ada adalah Jemaah Islam, Ummat Islam, ummat Nabi Muhammad SAW, ummat yang satu. Bersama-sama berbaur dan shalat dalam satu mesjid, bersaudara… Insya Allah…

    Wallahualam,

  37. dedi said

    Abdullah said
    13/01/2015 at 22:21
    Nabi Muhammad saw telah menubuatkan bahwa di akhir zaman Allah akan mengutus nabiyullah Isa Ibnu Maryam

    ==> MGA itu ibnu siapa ya? Ibnu Maryam kah? Teori penjelmaan apa lagi yang mau dijelaskan???

    Wallahualam,

  38. Asli Umat Muhammad said

    Abdullah said
    15/01/2015 at 22:49
    Dari pernyataan di atas, sudah jelas bahwa nubuatan-nubuatan tersebut yang menyebutkan nama-nama dan tempat-tempat, semuanya adalah kiasan yang membutuhkan penafsiran. Penafsiran yang benar tentu saja datangnya dari penerima wahyu Ilahi, yakni dari HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam) as, bukan dari yang lain.
    ______

    Saya setujuuuuu 1.000 % pendapat anda, kenapa demikian ?
    Anda kan pengikutnya Mirza G Ahmad, jelas berbeda dengan tafsiran pengikutnya Muhammad saw.
    Kalau begitu, bagaimana mungkin anda percaya tafsiran pengikut Muhammad ?

    Kesimpulannya :
    1. Ahmadiyah BUKAN Muhammadiyah
    2. Ahmadiyah BUKAN Islam.

    Suiiiiiiiiip……………..

  39. Ade said

    Bacalah,ini penjelasan Nabi Muhammad Saw soal cincin batu permata

    Dlm hadis lain riwayat Imam Muslim dikisahkan, cincin Rasulullah bertulis “Muhammadur-Rasulullah”.Model penulisannya menetapkan nama beliau dibawah kalimat Allah yg berada diatas. Setelah Nabi wafat cincin itu dipakai oleh Umar bin Khattab lalu diwariskan kepada Utsman bin Affan. Suatu ketika Utsman tanpa sengaja menjahtuhkannya di sumur dan hilang. Akhirnya sumur itu pun dinamakan “KHATAM” yang berarti “CINCIN”

    —lebih ditelnya baca : http://makasar.tribunnews.com/2015/01/17/bacalah-ini-penjelasan-nabi-muhammad-saw-soal-cincin-batu-permata

    siapakah yang mengartikan KHATAM artinya Penutup…???

  40. Abdullah said

    Dedi said

    16/01/2015 at 01:02
    Abdullah said
    12/01/2015 at 15:33
    Dan, jika engkau mengikuti kebanyakan orang di bumi, mereka akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Tiada lain yang mereka ikuti melainkan prasangka dan mereka tiada lain kecuali berdusta. (Al An’am 6:116/117).

    ==> Siapa yang berdusta dengan merubah tafsir Al Quran dengan menyesuaikan dengan wahyu nabi MGA dengan mengatakan wahyu MGA adalah suci atau dengan kata lain “Ini dari Allah”, ingat Firman Allah:

    “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” QS 2:79

    Belum merasakan kecelakaan di dunia ini, masih merasakan nikmatnya menjadi budak dari kroni khalifah di Inggris?

    ==>> Justru sebaliknya, Pertolongan Allah dan Kemenangan Islam telah Dia anugerahkan kepada HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Perumpamaan Ibnu Maryam) as dan Jemaat Muslimin Ahmadiyah sebagaimana Dia janjikan di dalam Al Qur’an (An-Nashr 110:1/2-2/3) dimana ratusan juta manusia berbondong-bondong masuk Agama Allah (Islam) dari seluruh penjuru dunia, di lima benua dan 206 negara yang senantiasa berada dalam kepemimpinan Khilafat Ala Minhajjin Nubuwwah.

  41. Abdullah said

    Dedi said

    16/01/2015 at 01:10
    Abdullah said
    13/01/2015 at 07:52
    ……termasuk candah (iuran keanggotaan), serta pengorbanan-pengorbanan lainnya yang diperintahkan…

    ==> ..oleh nabi MGA dan diteruskan oleh kroni2 khalifah di Inggris. Apakah sudah setor juga untuk kuburan khusus di kota Qadyan yang berdampingan dengan nabinya????

    ===>>> Hanya orang-orang anti-Ahmadiyah yang menulis, nabi MGA. Kami bai’at dan mentaati HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Perumpamaan Ibnu Maryam) as hanya untuk melaksanakan perintah Nabi Muhammad saw (HR Sunan Ibnu Majah). Menurut Al Qur’an, mentaati Nabi Muhammad saw sama dengan mentaati Allah.

  42. Abdullah said

    Dedi said

    16/01/2015 at 01:29
    Abdullah said
    13/01/2015 at 22:21
    Nabi Muhammad saw telah menubuatkan bahwa di akhir zaman Allah akan mengutus nabiyullah Isa Ibnu Maryam

    ==> MGA itu ibnu siapa ya? Ibnu Maryam kah? Teori penjelmaan apa lagi yang mau dijelaskan???

    ===>>> Al Qur’an menyatakan bahwa Allah membuat perumpamaan walaupun sekecil nyamuk (Al Baqarah). Dalam At-Tahrim, Allah menjadikan Maryam sebagai perumpamaan bagi orang Mukmin, dan dalam Az-Zukhruf 43:57/58 Ibnu Maryam dijadikan sebagai Perumpamaan bagi umat Islam, sebagaimana kita ketahui bahwa Ibnu Maryam itu adalah seorang Nabi yang diutus Allah kepada Bani Israil. Sedangkan Perumpamaan Ibnu Maryam adalah seorang nabiyullah yang diutus Allah sebagai Imam Mahdi (Musnad Ahmad bin Hambal) dan Khalifah Allah (HR Sunan Ibnu Majah). Alla telah mengutus HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi dan Perumpamaan Ibnu Maryam.

  43. Abdullah said

    Dedi said

    16/01/2015 at 01:20
    Abdullah said
    13/01/2015 at 22:27
    Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa Islam itu adalah agama yang telah disempurnakan dan diridhoi Allah, sehingga tidak akan ada lagi agama baru setelah Islam.

    ==> Tidak perlu ada orang (yang kemudian mengaku nabi jelmaan Isa) yang menyatakan ada wahyu baru yang merevisi tafsir Al Quran dan Hadist Nabi SAW, bahwa tidak ada nabi sesudah Nabi Muhammad SAW.
    Tidak ada jemaah baru, yang ada adalah Jemaah Islam, Ummat Islam, ummat Nabi Muhammad SAW, ummat yang satu. Bersama-sama berbaur dan shalat dalam satu mesjid, bersaudara… Insya Allah…

    ===>>> Tidak ada yang mengaku nabi jelmaan Isa yang menyatakan ada wahyu baru yang merevisi tafsir Al Qur’an dan Hadits Nabi SAW, melainkan Allah telah mengutus HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi dan Perumpamaan Ibnu Maryam. Tidak ada jemaah baru, melainkan Jemaat Muslimin Ahmadiyah yang didirikan Imam Mahdi as atas perintah Allah untuk menyatukan orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh dari antara umat Islam di seluruh penjuru dunia, yang tidak mau bersatu dan bersaudara, melainkan telah tercerai-berai menjadi 73 golongan.

  44. Abdullah said

    Asli Umat Muhammad said

    16/01/2015 at 13:25
    Abdullah said
    15/01/2015 at 22:49
    Dari pernyataan di atas, sudah jelas bahwa nubuatan-nubuatan tersebut yang menyebutkan nama-nama dan tempat-tempat, semuanya adalah kiasan yang membutuhkan penafsiran. Penafsiran yang benar tentu saja datangnya dari penerima wahyu Ilahi, yakni dari HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam) as, bukan dari yang lain.
    ______

    Saya setujuuuuu 1.000 % pendapat anda, kenapa demikian ?
    Anda kan pengikutnya Mirza G Ahmad, jelas berbeda dengan tafsiran pengikutnya Muhammad saw.
    Kalau begitu, bagaimana mungkin anda percaya tafsiran pengikut Muhammad ?

    Kesimpulannya :
    1. Ahmadiyah BUKAN Muhammadiyah
    2. Ahmadiyah BUKAN Islam.

    Suiiiiiiiiip……………..

    ==>> Jika ingin diakui sebagai Asli Umat Muhammad saw, maka baca dulu Bab Kitab Tafsir dalam Shahih Bukhari.

  45. dedi said

    Menurut Abdullah:….melainkan tuhan MGA telah mengutus HMG Ahmad as sebagai Khalifah tuhannya, Imam Mahdi dan Perumpamaan Ibnu Maryam. Tidak ada jemaah baru, melainkan Jemaat Muslimin Ahmadiyah yang didirikan Imam Mahdi as atas perintah tuhannya MGA….

    Semua itu tidak ada dalam Al Quran yang dipahami Ummat Islam dahulu, kini dan nanti…
    Kembalinya Nabi Isa AS Ibnu Maryam, Imam Mahdi adalah bukan bagian dari akidah Islam. Kami, Ummat Islam sudah cukup dengan wahyu Allah, Al Quran dan Hadist/Sunnah Nabi Muhammad SAW. Selebihnya adalah ijtima para Ulama yang mukhlisiin..
    Tidak perlu ada nabi baru, wahyu baru, jemaat baru…. Apalagi dengan istilah “perumpamaan”, istilah yang dipaksakan untuk mengakui nabi baru…

    Kami selalu waspada dengan ajaran semacam ajaran Qadyani ini, karena firman Allah:
    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS 49:6

    Wallahualam,

  46. dedi said

    Wes, jangan puyeng aliran Qadyani ini sendiri terbagi menjadi beberapa, yaitu:

    http://thecult.info/blog/2014/03/03/which-ahmediyyat/

    Wallahualam,

  47. dedi said

    Abdullah said
    13/01/2015 at 07:52
    ……termasuk candah (iuran keanggotaan), serta pengorbanan-pengorbanan lainnya yang diperintahkan…

    ==>penjelasannya ada di sini:

    http://thecult.info/blog/2010/09/27/the-ahmadiyya-chanda-fraud/

    Wallahualam,

  48. dedi said

    Teliti….

    http://thecult.info/blog/2011/06/24/leadership-crisis-in-ahmadiyya/

    Wallahualam,

  49. Abdullah said

    Dedi said

    17/01/2015 at 20:03
    Menurut Abdullah:….melainkan tuhan MGA telah mengutus HMG Ahmad as sebagai Khalifah tuhannya, Imam Mahdi dan Perumpamaan Ibnu Maryam. Tidak ada jemaah baru, melainkan Jemaat Muslimin Ahmadiyah yang didirikan Imam Mahdi as atas perintah tuhannya MGA….

    Semua itu tidak ada dalam Al Quran yang dipahami Ummat Islam dahulu, kini dan nanti…
    Kembalinya Nabi Isa AS Ibnu Maryam, Imam Mahdi adalah bukan bagian dari akidah Islam. Kami, Ummat Islam sudah cukup dengan wahyu Allah, Al Quran dan Hadist/Sunnah Nabi Muhammad SAW. Selebihnya adalah ijtima para Ulama yang mukhlisiin..
    Tidak perlu ada nabi baru, wahyu baru, jemaat baru…. Apalagi dengan istilah “perumpamaan”, istilah yang dipaksakan untuk mengakui nabi baru…

    ===>>> Allah Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana telah membangkitkan seorang rasul dari antara bangsa umiyyin Arab, yakni Nabi Muhammad saw (Al Jumu’ah 62:2/3), dan Allah Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana juga telah membangkitkan seorang rasul dari antara orang-orang Islam bangsa aakhorina (bangsanya Salma Al Farisi ra, menurut Nabi Muhammad saw dalam Kitab Tafsir, Shahih Bukhari), yakni HMG Ahmad as (Al Jumu’ah 62:3/4) rasul (baik yang dari bangsa umiyyin maupun yang dari bangsa aakhorina) itu namanya AHMAD (Ash-Shaf 61:6/7).

    Kedatangan HMG Ahmad as terdapat dalam Al Qur’an dan Hadits, baik sebagai seorang Khalifah Allah, Al Mahdi (An-Nur 24:55/56 & HR Sunan Ibnu Majah) maupun sebagai Perumpamaan Isa Ibnu Maryam yang menjadi Imam Mahdi (Az-Zukhruf 43:57/58, Musnad Ahmad bin Hambal & Shahih Bukhari).

    Menurut Al Qur’an, bagi umat Islam, masih terbuka pintu kenabian (An-Nisa 4:69/70), kerasulan (Al Araf 7:35/36) dan Khilafat (An-Nur 24:55/56) yang tidak membawa syari’at baru, karena Allah telah menyempurnakan dan meridhoi syariat Al Qur’an / Islam sebagai agama bagi sekalian manusia (Al Maidah 5:3/4) di seluruh penjuru dunia, sehingga tidak akan ada lagi nabi/rasul yang akan membawa syariat baru, setelah Nabi Muhammad saw. Dengan demikian, maka wahyu non-syariat masih tetap akan turun menurut kehendak Allah Al Mutakalliman (Asy-Syura 42:51/52).

    Dengan demikian, maka semua itu ada di dalam Al Qur’an dan Hadits, namun belum mau dipahami oleh umat Islam yang sudah terpecah-belah menjadi 72 golongan.

  50. firdaus81 said

    “Ketika dia (Dajjal) dalam keadaan demikian,
    lantas Allah menurunkan Al Masih Ibnu
    Maryam. Dia akan turun di menara putih di
    bagian timur kota Damaskus mengenakan
    pakaian berwarna kuning kunyit dan
    meletakkan kedua telapak tangannya pada
    sayap kedua malaikat (yang membawanya
    turun). Jika dia menundukkan kepalanya maka
    air akan menetes dari kepalanya, dan jika dia
    menengadahkannya maka akan jatuh dari
    kepalanya butiran-butiran laksana mutiara.
    Tidaklah ada seorang kafir yang mencium
    aroma nafasnya melainkan pasti akan mati; dan
    aroma nafasnya tersebar sejauh pandangan
    matanya. Nabi Isa akan memburu Dajjal
    sampai beliau menemukannya di daerah Babu
    Ludd, lalu beliau membunuhnya.”
    (HR. Muslim 2937)

    “Hampir dekat masanya Al Masih Isa bin
    Maryam akan turun dengan membawa hukum
    dan keadilan, serta menjadi pemimpin yang
    adil. Dia akan membunuh babi dan
    mematahkan salib sehingga dakwah hanya akan
    menjadi satu. Sampaikanlah kepadanya salam
    dari Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ dan
    ceritakanlah (hadits) kepadanya, niscaya dia
    akan membenarkanku.” Ketika Rasulullah
    hampir meninggal, beliau kembali berkata:
    “Sampaikan salamku kepadanya.” [HR Ahmad
    (9110). Hadits hasan]

    Haditsnya cukup jelas dan shohih, apa itu juga yg dialami MGA semasa hidupnya? Kalau benar dia adalah Al-masih seharusnya MGA seharusnya dia tidak dilahirkan dari rahim seorang ibu. Dan MGA memburu dan membunuh DAJJAL laknatullah, dan perlu di garis bawahi lagi bahwa Al-Masih BUKAN Imam mahdi.

  51. dedi said

    Abdullah said
    17/01/2015 at 21:32
    Dengan demikian, maka semua itu ada di dalam Al Qur’an dan Hadits, namun belum mau dipahami oleh umat Islam yang sudah terpecah-belah menjadi 72 golongan.

    ==> Dengan demikian jelas, pengikut Qadyani ini menggunakan tafsir versi sendiri yang disesuaikan wahyu yang diterima MGA, semua mengerucut pada satu kesimpulan yang diyakini pengikutnya bahwa MGA adalah nabi/rasul, dia adalah “Isa”, Khrisna, dll. sekaligus Imam Mahdi dan semua yang dikatakannya baik wahyu maupun ucapannya selalu dibenarkan oleh pengikutnya… Mendompleng nama ajarannya pada Agama Islam…

    Kami selalu waspada dengan ajaran semacam ajaran Qadyani ini, karena firman Allah:
    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS 49:6

    Wallahualam,

  52. dedi said

    Open Letter – Part 3 – Pen and Knowledge
    Posted on March 14, 2010 by AkberC

    There was a time, under leadership better suited for the times, when Ahmadiyya did something with the little money that they reeled in. Although most of what they did was ultimately useless, at least the chanda-payers saw it being invested somewhere. So, the agricultural research in Sind came to naught except create real-estate wealth for the Mirza Family; and the buildings and gardens of the post-graduate ‘degree college’ in Rabwah (Chenab Nagar) are in ruins (never completed); for decades, jars of preserved specimens remained locked up in a room in ‘Tibiya College’ (medical school). In an era of unprecedented quality in private education in Pakistan, and close to 100 universities in the country, the Ahmadiyya are still complaining about the nationalisation of their T.I. school and college in 1974.

    Similarly, the ‘King of the Pen’, Mirza Ghulam Ahmad, failed to inspire any writers or ‘Pen jihadists’ as the Ahmadiyya like to call themselves. Not a single writer of repute, not a single author of any renown, nor a single poet of recognition. After all, Urdu is spoken in India, and there is cross-over between Urdu and Hindi literature. Even if Pakistanis persecuted them, someone from their ranks could have been recognized in India. So barren is the literary landscape of the Ahmadiyya, that it is surprising, even taking into account the absolute literary mess of Mirza Ghulam Ahmad’s writings.

    So, while the Islamic world is busy writing and publishing, and Muslims are among the thought-leaders of today, Ahmadiyya are the ‘true Muslims’ sitting in their little town and creating endless numbers of ‘Sultan-ul-Qalam societies’. Is this jihad with the pen? Amazing. Not quite, if you look at the latest numbers that I have got (top-secret document leaked from Rabwah): 88,000 Ahmadis in Pakistan, 62,000 in India and 2,000 in Bangladesh.

    So, while the alma mater of Dr. Abdus Salam, Government College, Lahore, Pakistan, has created a prestigious Abdus Salam School of Mathematical Sciences in 2003 in his honour, those that cry ‘persecution’ have done nothing except write articles and letters condemning Pakistan for not recognizing its learned son. GC Lahore, one of the oldest and most prestigious institutions, has also named the Salam Chair in Physics in 1999.

    So, dear Ahmadi friends and family, while Chanda collection has gone up 1500 times since 1974, all you get is MTA and homeopathic ads in Alfazl (picture below, retrieved from Alfazl 13 March 2010). Why do you want to relegate your offspring to supporting this family business?

    Wallahualam,

  53. dedi said

    Open Letter – Part 2 – Seismology and Epidemiology
    Posted on March 7, 2010 by AkberC

    Mirza Ghulam Ahmad had never mentioned anything about earthquakes until the first week of April 1905. Even the great Assam earthquake of 1897 (magnitude 8.1) , when the Mirza Sahib was at the peak of his polemic, did not garner much from his attention span as the tremors had not reached any of his followers or reached the Punjab. The Assam earthquake was in June of that year, while the Mirza Sahib was busy demeaning Hussain Kami, ambassador of Sultan Abdul Hameed II, the Ottoman Khalifa, and busy with Queen Victoria’s jubilee celebrations later that month, and hinting that he, the Mirza Sahib, should be the successor to the Ottoman Caliphate.

    Fast forward to 1905, three years before his death. On the 4th of April, 1905, an earthquake struck Kangra and Dharamsala, and whose tremors were felt in Qadian as well. However, the Mirza Sahib was oblivious to it, and it was not until TWO days later, when the news became public, that he started having revelations about this great missed opportunity for prophecy. And prophecy he did, over and over, until he was blue in the face, about many more earthquakes in the days to come but Nature just smiled and nothing happened in his lifetime.

    Much before that, he had claimed ownership to the plague in a very similar way, relating an old dream about dark-green plants to the plague, but after-the-fact as most self-declared prophets do. And he foretold of many many other plagues, and much worse than the one that had just gone by, none of which came to pass. Alas, his Yalash had not told him about the progress in science, hygiene and antiseptics and antibiotics, and the plague became a thing of the past. (Sometimes, I am amazed at how cruel Nature was to the Mirza: even when there was a 50/50 chance for some prophecy of his, Nature betrayed the poor fellow.)

    Thus, dear friends and family, your cult of misery was born: from the misery of others. The way you gesticulate and are over-joyed by death and destruction is beyond human comprehension. It is simply sick — and sickening to rational human beings.

    Earthquakes happen in areas that lie on geological fault lines, and scientists can now measure the stress levels and predict relatively accurately about the probability of an event. On the other hand, engineers have designed buildings in a way that damage to life and limb is minimal: two of the strongest earthquakes ever recorded — the great Chilean earthquakes of 1960 and 2010 — were not as devastating to human life as the great Lisbon earthquake of 1755. A comparison of Haiti and Chile in 2010 tell the story of good engineering and following of building codes. The difference between Quetta and Kashmir also tell the same story.

    So great are the developments in seismology that recently seismologists have downgraded the Mirza’s 1905 Kangra earthquake. The same Mirza Sahib prophesied that his followers will continue to excel in knowledge. So, why can’t a bunch of Ahmadis get together and show unusual or inexplicable seismic activity at that time, or since? Oh, wait a minute — that might prove that it was all hot air? Is that the reason why you do not specialize in epidemiology or seismology, so that you can continue to shudder and smile at the ‘prophecy’?

    Earthquakes and the plague are a sign of your cult and give you great satisfaction (I will not use the word ‘pleasure’ or its connotations). Populations have increased and earthquakes will continue to happen in Indonesia, Japan, around the Himalayas and in Chile, among many other areas. Do you not see how absurd and inhuman that is? Do you want to relegate your offspring to this superstitious darkness whereas the world is becoming a better place day by day? When will you awaken?

    (More on the Ahmadiyya Quixotic forays into ‘knowledge’, literature and science . . . in part 3)

  54. dedi said

    Open Letter to Friends and Family – Part 1
    Posted on February 24, 2010 by AkberC

    Dear Ahmadi Friends and Family Members,

    It is almost 7 years now that I officially left the Ahmadiyya cult, and not a single month goes by that I do not feel myself more rational, clear and content, and sure of the step that I took. The first four years were spent in adjusting, and the last 3 years or so have been more of a plateau.

    The world makes more sense now and I can contribute more to it. I do not believe that homeopathy can cure all illnesses, nor am I buying pre-fabricated homeopathy kits for shipment to Africa. With all the resources at its disposal, neither Mirza Tahir nor his ‘200 million’ followers could distribute dirt-cheap homeopathy kits to the suffering people of the world. You ignore this, and yet you continue to use homeopathy sugar balls in your house. And Mirza Mahmud used this homeopathy also, according to his son, Mirza Tahir. Your brain says something else but you continue in your superstitious ways.

    You claim to be educated and the solution to the world’s social and economic ills. Yet, I do not see a single sociologist or economist of renown among your ranks? While being ‘300 times’ the population of world Jews! Why? Is it because mullahs conspire against you? or is it because a cultee’s mind is incapable of solving problems in a rational way, because the truth is already known? And then your Khalifa says in 2008 that the Nobel Prize is the minimum target for Ahmadi scientists. Who is kidding whom?

    And this is the total sum (0) of Ahmadiyya scientists activites:

    aams.usa.googlepages.com/aamsprojectsandactivities

    And you want me to wait? And my children to wait? And keep on waiting for when Ahmadiyya science and knowledge and technology will change the world? And wait? for what? and when? when Chanda collection cannot wait even one day!

    OK, back to the Ahmadiyya scientists’ site – take a look around – do we see a single paper, a single original thought? Why not? Because original thinking was discouraged by Mirza Ghulam Ahmad and made illegal by Mirza Mahmud. So, you are saying to me that one day this web site will grow into the biggest source of solutions for mankind, and overtake and falsify the thousands of research papers printed on social, economic, theological issues.

    Why so? Isn’t knowledge everybody’s? Why are you separate from the world? Why do you have all the answers to the world’s problems but cannot explain them to anybody?

    Are you sure you are not being duped by a lying cult? Absolutely sure?

    Still not sure? Check out some Muslim scientists, politicians and thought leaders in the world today. Stop – at this point, be honest: are you actually ashamed or getting angry at Muslims or finding some far-fetched excuse? Hmmm . . . the little thought in your head is telling you that you are just being fooled by a lying cult. Listen to it.

  55. Abdullah said

    Firdaus81 said

    18/01/2015 at 01:05

    (HR. Muslim 2937)
    (HR Ahmad 9110)

    Haditsnya cukup jelas dan shohih, apa itu juga yg dialami MGA semasa hidupnya? Kalau benar dia adalah Al-masih seharusnya MGA seharusnya dia tidak dilahirkan dari rahim seorang ibu. Dan MGA memburu dan membunuh DAJJAL laknatullah, dan perlu di garis bawahi lagi bahwa Al-Masih BUKAN Imam mahdi.

    ===>>> Kedua hadits tersebut sarat dengan kiasan, jadi untuk memahami sabda Rasulullah saw tersebut anda harus memahami arti kiasan-kiasan yang terkandung di dalamnya. Bahkan di dalam Musnad Ahmad bin Hambal terdapat hadits Rasulullah saw yang menyatakan bahwa “Isa Ibnu Maryam akan datang sebagai Imam Mahdi” yang artinya Al Masih Isa Ibnu Maryam (kiasan/perumpamaan) itu adalah Imam Mahdi. HMG Ahmad as telah menjelaskan arti kiasan-kiasan dalam kedua hadits tersebut berdasarkan Al Qur’an, dan beliau as sendiri mengalami hal itu. Sebagai contoh apakah anda memahami berdasarkan Al Qur’an arti (1) DAJJAL, (2) AL MASIH ISA BIN MARYAM, (3) BAB LUD, (4) MENARA PUTIH, (5) SAMPAIKAN SALAMKU KEPADANYA?

    Jika anda masih belum memahami arti kiasan-kiasan tersebut, atau anda hanya memahaminya secara harfiah saja, maka anda tidak akan memahami makna sabda Nabi Muhammad saw dalam kedua hadits tersebut. Akibatnya, anda akan selamanya menunggu-nunggu Imam Mahdi dan Isa Ibnu Maryam, bahkan sampai anda meninggal pun orang yang ditunggu-tunggu tersebut tidak akan datang.

    Oleh karena itu, untuk memahami arti kiasan-kiasan yang terdapat dalam hadits tersebut, saya sarankan anda mendatangi muballigh Jemaat Muslimin Ahmadiyah yang anda kenal baik.

  56. Abdullah said

    Dedi said

    18/01/2015 at 07:41

    Dengan demikian jelas, pengikut Qadyani ini menggunakan tafsir versi sendiri yang disesuaikan wahyu yang diterima MGA, semua mengerucut pada satu kesimpulan yang diyakini pengikutnya bahwa MGA adalah nabi/rasul, dia adalah “Isa”, Khrisna, dll. sekaligus Imam Mahdi dan semua yang dikatakannya baik wahyu maupun ucapannya selalu dibenarkan oleh pengikutnya… Mendompleng nama ajarannya pada Agama Islam…

    ===>>> Lihatlah, karena TUNA ILMU, Dedi kesulitan memahami arti kiasan-kiasan yang terdapat dalam hadits Rasulullah saw. Tetapi, reaksi Dedi sangat bertentangan dengan agama Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Apakah Nabi Muhammad saw mengajarkan kepada orang-orang yang telah, sedang dan akan senantiasa mentaati Allah dan Rasul-Nya untuk dituduh dan menuduh mendompleng ajaran Islam? Jika ya, silahkan Dedi tunjukkan ayat Al Qur’an dan Haditsnya.

  57. Abdullah said

    Dedi mengutip Open Letter 1, 2 & 3

    Apakah penulis Open Letter tersebut bermaksud baik terhadap HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam) as & Jemaat Muslimin Ahmadiyah? Jika, mereka bermaksud baik, maka mereka akan mengikuti ajaran Allah dan Rasul-Nya, yakni secara bijaksana sebagaimana firman Allah dalam An-Nahl 16:125/126.

  58. dedi said

    Wallahualam,

  59. dedi said

    Yalesh is Yalash is Satan
    Posted on March 4, 2010 by Shahid

    Who was Mirza’s god?

    From the 2004 edition of Tadhkirah, before we started quoting from it live on video after which they decided to modify it for 2009, we have:

    While I was engaged upon the compilation of this book, I received the revelation (Urdu): Yalesh – is the name of God Himself. This is a new word which is not found in this form in the Quran or hadith or in any dictionary. It has been disclosed to me that it connotes ya la shareek (O Thou without an associate).

    (Tohfa Golarviyya, p. 69, footnote)
    (n.b. Br. Rationalist has of course picked up on the Tadhkirah changes in his piece here.)

    There is the usual obtuse explanation for this manufactured rubbish, but it’s so mind-numbingly stupid that I will spare you its reproduction. No Mirzai can dispute that Mirza has claimed a revelation in which he understands that Yalesh is the name of God himself.

    (For further reading, I refer you to br. Fuad’s excellent piece, here)

    But who is Yalash? (They corrected the spelling in 2009 after br. Fuad corrected it for them of course…) You’d expect an entity that plays jokes on the recipient of revelation to have a wicked sense of humour. Just how wicked is about to be revealed.

    Please refer to p737 of Tadhkirah, 2004 edition, for this revelation:

    God says He would come secretly like a thief, that is to say, no astronomer or claimant of revelation or dreamer of dreams will be given any intimation of His coming except that much which He has revealed to His Promised Messiah or that which He might add to it. After these signs, the hearts of many will be drawn to God and away from the love of the world, and, the intervening obstructions being removed, they would be given to drink of the fountain of true Islam
    (Tajalleyat-iIlahiyya pp. 2-3)

    It is interesting that he gives Allah (SWT) who is free from all deviation or error, the attribute of a criminal, who under the strictest forms of hudood, would suffer hand-amputation. Can this be a positive attribute? Surely, any Muslim, indeed, any believe in the Allah (SWT) who revealed His make-up in Surat-al-Ikhlas would flinch at reading such blasphemous garbage.

    Please turn to page 809 and let’s now consider what Mirza Ghulam Ahmad himself thinks a thief is like:

    Last night I saw in my dream that a robe which had a good deal of gold work on it had been given to me as a present from God, a thief ran away with it but someone ran after him and caught him and took away the robe from him. Thereafter the robe changed into a book of the name of Tafsir Kabeer and I was given to understand that the thief had run away with it in order to destroy the Tafsir.

    The interpretation is that by thief is meant Satan, who desires to remove my writings from the notice of people, but that he will not succeed. The Tafsir (commentary) being shown in the form of a robe means, that it will be a source of honor and ornament for me. Allah knows best
    (Al-Hakam Vol. X, No. 31, September 10, 1906, p. 1)

    Clear, isn’t it? Mirza says that God comes like a thief, and around six months later, perhaps unwittingly, reveals that the interpretation of thief is Satan. Ergo, Mirza’s god, Yalash, is in fact, according to Mirza Ghulam Ahmad himself, Satan.

    Peace unto those who follow the hidaayah.

    Wallahualam,

  60. dedi said

    Play games with books
    Posted on February 24, 2010 by rationalist

    In the old version of Tadhkirah (2004 edition) there was an ilham on page 346:

    God almighty has conveyed it to me that every person to whom my call is conveyed and who does not accept me is not a Muslim and is accountable to God for his defult (Letter addressed to Dr. Abdul Hakeem)(April 1906).

    In the new version of the Tadhkirah this revelation does not exist!!! It seems that Masroor is at again, he has purposely re-published a new version of this book so that some controversial revelations might be suppressed.

    On a side note, MGA had denied ever making this statement.

    In Haqiqatul Wahy(1907) p. 178 he writes:

    Dr. Abdul Hakim in his pamphlet MASIH AL-DAJJAL and other writings accuses me of having written that anyone who does not believe in me, even if he has not heard my name or is living in a country beyond the reach of my call, is an unbeliever and shall go to hell. This is a patent fabrication by the Doctor. I have never said so in any book or poster of mine. It is binding on him to produce such writings of mine in which I have said so!

    MGA must have forgot what he wrote in that letter to Dr. Hakeem Khan, a year after writing the letter he totally denied it.

    The first edition (of Tadhkirah) was compiled by a committee, headed by Mirza Bashir Ahmad, appointed by Khalifatul Masih II and was published in 1935 (see the preface of the current edition).

    After the death of MGA his followers must have accidentally uncovered the truth. And now Masroor is trying to suppress this information.

  61. Abdullah said

    Sesungguhnya jika ada perbedaan penafsiran terhadap arti kata Khaataman-Nabiyyin, Allah tidak menganjurkan orang-orang Islam yang beriman untuk berselisih, karena Dia telah memberikan solusinya yang paling baik di dalam Al Qur’an:
    Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang memegang kekuasaan di antaramu. Dan, jika kamu berselisih mengenai sesuatu, maka kembalikanlah hal itu kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu memang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Hal demikian itu paling baik dan paling bagus akibatnya. (An-Nisa 4:59/60)

  62. firdaus81 said

    Kepada kaum Ahmadiyah, kalian mengatakan bahwa Nabi Isa as. telah wafat, tolong tunjukan dalil atau tanda atau bukti bahwa Allah SWT telah ingkar dengan wahyunya dlm Al-Qur’an, dan Rosulullah SAW telah berbohong dalam hadist nya yg menyatakan bahwa Isa ibnu Maryam akan kembali ke bumi, sebagai tanda akan datangnya hari kiamat.

  63. dedi said

    Abdullah said
    18/01/2015 at 09:38
    …TUNA ILMU…

    ==> Saya belajar, dari para Ulama yang mukhlisiin, dari para mantan pengikut Qadyani, dan lainnya…
    Pengikut Qadyani ini sudah merasa ilmunya tinggi sehingga kiasan yang dibuat “nabi” MGA adalah benar dan ada dalilnya… Rupanya sudah berulangkali pengikut Qadyani ini menyadur/mengutip ayat Al Quran dan Hadist Nabi SAW, namun dalam tafsir/terjemahannya disesuaikan/diedit dengan wahyu “nabi”nya, dengan mengakuinya sebagai “dari Allah”.
    Tanpa takut ancaman Allah:

    “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” QS 2:79

    Di thread sebelumnya sudah dibahas, tanpa harus mengulang-ngulang ayat mana saja yang telah dibelokkan oleh pengikut Qadyani ini. Kapan betobat Pak???

    Wallahualam,

  64. Abdullah said

    Firdaus81 said

    18/01/2015 at 15:58

    Kepada kaum Ahmadiyah, kalian mengatakan bahwa Nabi Isa as. telah wafat, tolong tunjukan dalil atau tanda atau bukti bahwa Allah SWT telah ingkar dengan wahyunya dlm Al-Qur’an, dan Rosulullah SAW telah berbohong dalam hadist nya yg menyatakan bahwa Isa ibnu Maryam akan kembali ke bumi, sebagai tanda akan datangnya hari kiamat.

    ===>>>Allah Tuhan Yang Maha Mengetahui berfirman:
    “Dan, bukanlah Muhammad itu, melainkan seorang rasul. Sesungguhnya telah berlalu (wafat) rasul-rasul sebelumnya.” (Ali Imran 3:145)
    Nabi Isa as adalah salah seorang dari rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad saw, BEGITU BUKAN?

    Rasulullah saw bersabda:
    “Jika Musa as dan Isa as masih hidup, mereka harus mengikuti aku” (Al Yawaaqit wal Jawaahir bab 32, hal.22, oleh Abdul Wahab Sya’rani).
    Karena Nabi Musa as dan Nabi Isa as tidak mengikuti Nabi Muhammad saw, maka Nabi Musa as dan Nabi Isa as telah wafat, BEGITU BUKAN?

  65. Abdullah said

    Dedi said

    18/01/2015 at 23:19

    Saya belajar, dari para Ulama yang mukhlisiin, dari para mantan pengikut Qadyani, dan lainnya…
    Pengikut Qadyani ini sudah merasa ilmunya tinggi sehingga kiasan yang dibuat “nabi” MGA adalah benar dan ada dalilnya… Rupanya sudah berulangkali pengikut Qadyani ini menyadur/mengutip ayat Al Quran dan Hadist Nabi SAW, namun dalam tafsir/terjemahannya disesuaikan/diedit dengan wahyu “nabi”nya, dengan mengakuinya sebagai “dari Allah”.

    ==>> “Sesungguhnya Allah tidak segan mengemukakan suatu misal/perumpamaan sekecil nyamuk atau yang lebih dari itu. Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka; dan adapun orang-orang yang ingkar berkata, “Apakah yang dikehendaki Allah swt. dengan perumpamaan ini?” Sebenarnya dengan ini banyak yang Dia nyatakan sesat dan dengan ini juga banyak yang Dia beri petunjuk dan tiada yang Dia nyatakan sesat dengan itu kecuali orang-orang durhaka.” (Al Baqarah 2:26/27)

    “Dan, apabila dijelaskan Ibnu Maryam sebagai misal/perumpamaan, tiba-tiba kaum engkau meneriakkan suara protes terhadapnya;” (Az-Zukhruf 43:57/58).

    Oooooh, Dedi tidak percaya bahwa kedua ayat suci Al Qur’an tersebut “dari Allah”, BEGITU BUKAN?

  66. Abdullah said

    Firdaus81 said

    18/01/2015 at 15:58

    Kepada kaum Ahmadiyah, kalian mengatakan bahwa Nabi Isa as. telah wafat, tolong tunjukan dalil atau tanda atau bukti bahwa Allah SWT telah ingkar dengan wahyunya dlm Al-Qur’an, dan Rosulullah SAW telah berbohong dalam hadist nya yg menyatakan bahwa Isa ibnu Maryam akan kembali ke bumi, sebagai tanda akan datangnya hari kiamat.

    ===>>> Jika anda belum memahami firman Allah dan sabda Rasulullah saw dengan benar, janganlah terlalu cepat menyatakan “ALLAH SWT TELAH INGKAR DENGAN WAHYU-NYA DALAM AL QUR’AN, DAN RASULULLAH SAW TELAH BERBOHONG DALAM HADITNYA” karena tidak ada bukti bahwa ISA IBNU MARYAM akan kembali ke bumi. Yang benar adalah sabda Rasulullah saw: “Hampir dekat saatnya orang yang hidup di antara kamu akan bertemu dengan Isa Ibnu Maryam, yang menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang adil” (Musnad Ahmad bin Hambal, Jilid II, hal. 411) yang didukung oleh firman Allah: “Dan, apabila dijelaskan Ibnu Maryam sebagai misal/perumpamaan, tiba-tiba kaum engkau meneriakkan suara protes terhadapnya; (Az-Zukhruf 43:57/58).

    Dengan demikian, maka Ibnu Maryam yang akan datang itu bukan Nabi Isa Ibnu Maryam as yang diutus Allah kepada Bani Israil (Ash-Shaf 61:6/7), dan yang telah wafat (Ali Imran 3:144/145), melainkan perumpamaan/misal/kiasan Isa Ibnu Maryam (Az-Zukhruf 43:57/58) yang menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang adil (Musnad Ahmad bin Hambal, Jilid II, hal. 411), dan Khalifatullah (An-Nur 24:55/56 & Sunan Ibnu Majah) yakni HMG Ahmad as (Ash-Shaf 61:6/7, Al Jumu’ah 62:3/4 & Shahih Bukhari, Kitab Tafsir)

  67. dedi said

    Oooooh, pendakwah Qadyan ini tidak percaya bahwa Kitab Suci Al Qur’an yang dipegang Ummat Islam tidak sama dengan Al Quran tafsiran ajaran Qadyani, sehingga tetap mengakui wahyu MGA adalah “dari Allah”, BEGITU BUKAN?

    Lihat saja tafsir Al Quran dan Hadist Nabi SAW yang diarahkan semua pada MGA:
    Abdullah said
    19/01/2015 at 07:42
    “Dengan demikian, maka Ibnu Maryam yang akan datang itu bukan Nabi Isa Ibnu Maryam as yang diutus Allah kepada Bani Israil (Ash-Shaf 61:6/7), dan yang telah wafat (Ali Imran 3:144/145), melainkan perumpamaan/misal/kiasan Isa Ibnu Maryam (Az-Zukhruf 43:57/58) yang menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang adil (Musnad Ahmad bin Hambal, Jilid II, hal. 411), dan Khalifatullah (An-Nur 24:55/56 & Sunan Ibnu Majah) yakni HMG Ahmad as (Ash-Shaf 61:6/7, Al Jumu’ah 62:3/4 & Shahih Bukhari, Kitab Tafsir)”

    Trik-trik pendakwah Qadyani adalah menakut-nakuti pengikutnya supaya tidak keluar dari ajaran Qadyani, ini tidak berpengaruh pada Ummat Islam, karena Ummat Islam sudah dibekali dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang lurus yang dipahami Ummat Islam semenjak dahulu, kini dan Insya Allah sampai hari akhir…

    Sudah buka-buka buku tafsir versi Ummat Islam Pak? Atau tetap tidak perduli, dan maju terus dengan kepercayaan Qadyaninya….

    Firman Allah:
    “Dan demikian Kami telah menjadikan kamu, umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” QS 2:143

    Wallahualam,

  68. Ade said

    http://makassar.tribunnews.com/2015/01/17/bacalah-ini-penjelasan-nabi-muhammad-saw-soal-cincin-batu-permata

    Lalu siapakah yang mengartikan KHATAM artinya PENUTUP…..???

  69. Abdullah said

    Dedi said

    19/01/2015 at 16:01
    Oooooh, pendakwah Qadyan ini tidak percaya bahwa Kitab Suci Al Qur’an yang dipegang Ummat Islam tidak sama dengan Al Quran tafsiran ajaran Qadyani, sehingga tetap mengakui wahyu MGA adalah “dari Allah”, BEGITU BUKAN?

    ==>> He he he, ternyata memang Dedi tidak percaya bahwa ayat-ayat suci Al Qur’an berikut ini adalah dari Allah:

    “Sesungguhnya Allah tidak segan mengemukakan suatu misal/perumpamaan sekecil nyamuk atau yang lebih dari itu. Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka; dan adapun orang-orang yang ingkar berkata, “Apakah yang dikehendaki Allah swt. dengan perumpamaan ini?” Sebenarnya dengan ini banyak yang Dia nyatakan sesat dan dengan ini juga banyak yang Dia beri petunjuk dan tiada yang Dia nyatakan sesat dengan itu kecuali orang-orang durhaka.” (Al Baqarah 2:26/27)

    “Dan, apabila dijelaskan Ibnu Maryam sebagai misal/perumpamaan, tiba-tiba kaum engkau meneriakkan suara protes terhadapnya;” (Az-Zukhruf 43:57/58).

    Dedi said

    Trik-trik pendakwah Qadyani adalah menakut-nakuti pengikutnya supaya tidak keluar dari ajaran Qadyani, ini tidak berpengaruh pada Ummat Islam, karena Ummat Islam sudah dibekali dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang lurus yang dipahami Ummat Islam semenjak dahulu, kini dan Insya Allah sampai hari akhir…

    ==>> Sudah Ded, ngaku saja bahwa sesungguhnya anda itu sudah kehabisan dalil dari Al Qur’an dan Hadits, karena faktanya anda termasuk 72 golongan umat Islam – sesuai nubuatan Rasulullah saw – yang sudah tercerai-berai, padahal Allah melarangnya (Ali Imran 3:103).

  70. dedi said

    Buka mata, buka hati….

    Sama kah?

    Versi Qadyani:
    “Sesungguhnya Allah tidak segan mengemukakan suatu misal/perumpamaan sekecil nyamuk atau yang lebih dari itu. Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka; dan adapun orang-orang yang ingkar berkata, “Apakah yang dikehendaki Allah swt. dengan perumpamaan ini?” Sebenarnya dengan ini banyak yang Dia nyatakan sesat dan dengan ini juga banyak yang Dia beri petunjuk dan tiada yang Dia nyatakan sesat dengan itu kecuali orang-orang durhaka.”
    Tafsirnya:
    Al Qur’an menyatakan bahwa Allah membuat perumpamaan walaupun sekecil nyamuk (artinya perumpamaan Nabi Isa itu adalah MGA, lengkapnya catanya sama pendakwah Qadyani di atas)

    Versi Ummat Islam:
    Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,QS 2:26
    Tafsirnya:
    Mungkin banyak di antara kita yang menganggap nyamuk sebagai serangga yang biasa saja, atau bahkan menjengkelkan karena suka mengganggu orang tidur. Akan tetapi pernyataan: “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu” semestinya mendorong kita untuk memikirkan keajaiban binatang yang satu ini. (lengkapnya di bismillahku.blogspot.com/2014/08/keajaiban-yang-terdapat-dalam-nyamuk.html)

    Begitulah, pendakwah mengikuti hawa nafsu untuk membela nabi MGAnya sebagai nabi dengan segala cara, yakni dengan mentakwilkan semua ayat dalam Al Quran kepada nabi MGA.
    Sudah jelas jalan yang sesat dengan jalan yang lurus….

    Wallahualam,

  71. dedi said

    Sudahlah, para pendakwah Qayani, ngaku saja bahwa kalian terima gaji dari kroni khalifah, kenapa malu-malu sih…. Case closed.

    Wallahualam,

  72. firdaus81 said

    Tolong buat kalian yg faham dan mengerti tentang tafsir Al-qur’an dan Hadist, apa maksud dari ayat dan hadist berikut:

    1. Firman Allah SWT., :

    “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak
    dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi
    dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi;
    dan adalah Allah Maha mengetahui segala
    sesuatu” (QS. al-Ahzab [33]: 40).

    “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini
    adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah
    dia; dan janganlah kamu mengikuti
    jalan-jalan(yang lain), karena jalan-jalan itu
    menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya.Yang
    demikian itu diperintahkan Allah kepadamu
    agar kamu bertakwa” (QS. al-An’am [6]: 153).

    “Hai orang-orang yang beriman! Jagalah
    dirimu. tiadalah orang yang sesat itu akan
    memberi mudarat kepadamu apabila kamu
    telah mendapat petunjuk…” (QS. al-Ma’idah
    [5]: 105)
    .
    2. Hadis Nabi SAW antara lain:

    “Rasulullah bersabda: Tidak ada nabi
    sesudahku” (HR. al-Bukhari).

    “Rasulullah bersabda: “Kerasulan dan
    kenabian telah teputus; karena itu, tidak ada
    rasul maupun nabi sesudahku” (HR.Tirmizi).

  73. firdaus81 said

    Bahkan saya belum pernah ada satu ayatpun atau hadist yg menyinggung nabi MGA as. Semua dalil mengatakan bahwa tdk ada lagi nabi setelah Muhammad saw dan itu sangat jelas bukan kiasan, dan semua dalil yg anda sebutkan tentang MGA sebagai almasih, almahdi, apalagi krisna (nama yg sama skali tdk pernah disebut oleh rasulullah saw) sangat tidak masuk diakal, bahkan nabi Isa as yg dulu adalah utusan Allah swt, kelak akan turun ke bumi bukan sebagai nabi, tapi sebagai umat Rasulullah saw.

    Jadi Mas dul yg “ahli tafsir” bisa kita lihat dari kosa kata nya saja “TIDAK ADA NABI LAGI” berarti itu sudah harga mati, kecuali jika “MUNGKIN AKAN ADA NABI LAGI” itu masih ada kemungkinan akan ada nabi kelak.
    Dan semua dalil yg anda kemukakan menurut saya sangaat prematur, karena masih banyak dalil yg bertentangan dengan tafsir anda.

    Kalo penilaian saya sendiri tentang cara bicara anda, dan cara anda menfsirkan dalil, sudah sangat jauh melebihi para sahabat ra yg pernah hidup bersama Rasulullah dan menimba ilmu lagsung pada Rasulullah, dan mereka sdh mendapat kemuliaan oleh Allah swt. saya belum pernah dengar para sahabat Rasulullah menafsirkan bahwa akan ada nabi lagi, bahkan mereka lah yg berdiri di garis depan membantai nabi palsu setelah meninggalnya Rasulullah.

    Jadi kesimpulan yang dapat saya ambil dari pemikiran saya sebagai org awam adalah:
    1. MGA sangat tidak pantas untuk mendapat gelar ALAIHISSALAM.
    2. MGA dan anda dan semua orang yang telah terhasut sama sekali tidak sepantar dan sebanding dengan para sahabat ra. Apalagi dengan Rasulullah saw.
    3. Dalil yg anda kemukakan menurut saya sangat tidak sesuai dengan makna yg terkandung.
    4. Semua yg anda kemukakan tentang MGA dan Ahmadiyah sangat bertentangan dengan nilai sejarah islam.
    5. MGA dan para pengikutnya sangat tidak mengargai perjuangan para sahabat yg berjuang mati-matian menumpas nabi palsu, tak sedikit dari mereka yg menjadi syahid di medan perang melawan org-org seperti kalian.
    6. Menurut penilaian saya, anda dan jemaat ahmadiyah sudah jauh dari akidah islam, saya memang tidak berhak mengatakan itu tapi seprtinya kalian sudah MURTAD, apalagi MGA.

    Dan masih banyak lagi kesimpulan yg dapat saya ambil karena dari semua yg anda bicarakan disini sama sekali saya tidak merasa terpanggil apalagi tersentuh hati saya. Yang ada malah saya semakin MEMBENCI ajaran ahmadiyah.

    Seandainya di Indonesia tersisa dua aliran antara ahmadiyah dan ISIS saya lebih memilih ISIS. Karena menurut saya ahmadiyah lebih berbahaya dari ISIS, meskipun ISIS adalah islam bergaris keras tpi mereka JIHAD menegakkan akidah islam, yang mereka hancurkan adalah org kafir, sementara ahmadiyah justru melawan umat islam dan merusak akidah islam.

    Di mata ahmadiyah sudah pasti argumen saya salah.

    Kepada kaum muslimin yg ada di forum ini tolong beri koreksi terhadap komentar saya ini, jika pun ada kesalahan saya mohon maaf karena komentar ini sama sekali bukan atas nama umat islam tapi atas dasar pemikiran saya sendiri.

  74. firdaus81 said

    Buat mas dedi dan saudara-saudara muslim yg ada di forum ini, silahkan lanjutkan perjuangan kalian, saya cuma org awam, percuma saya meladeni omongan mereka yg ada bikin otak saya jadi buntet.

    Saya lbh baik bergaul dengan bajingan paling bejat sekalipun daripada hrs bertemu org-org seperti Ahmadiyah ini.

    Saya sdh lama dengar tentang ahmadiyah, tpi saya ga pernah cari tau apa itu ahmadiyyah, ajarannya sprti apa, sejarahnya bagaimana, tpi setelah tau pemaparan dari org ahmadiyah nya lgsg sperti mas dul ini, justru bukannya saya merasa tertarik tpi justru saya makin jijik.

    Kepada mas dedi dan smua saudara muslim disini lanjutkan jihad kalian di forum ini, org awam sekalipun pasti akan bisa menilai mana yg pinter mana yg keblinger,mana yg benar dan mana yg nanar.
    Maaf saya bukan ahli debat ulung, kesabaran saya tak sehebat mas dedi dan kawan-kawan semua, saya cukup memperhatikan saja, meskipun mereka mengeluarkan dalil sampe lebih dari 30 juz juga percuma, pembaca di forum ini pasti bisa menilai sendiri.

    Wassalam.

  75. firdaus81 said

    Jika melihat penafsiran mereka, al-qur’an dan al-hadist telah diciptakan bukan untuk umat Rasulullah SAW tpi hanya untuk memuliakan dan membuktikan keberadaan Mirza guhlam ahmad dan ahmadiyah

  76. Abdullah said

    Ade said

    19/01/2015 at 16:30
    http://makassar.tribunnews.com/2015/01/17/bacalah-ini-penjelasan-nabi-muhammad-saw-soal-cincin-batu-permata

    Lalu siapakah yang mengartikan KHATAM artinya PENUTUP…..???

    ==>> https://nahwusharaf.wordpress.com/2011/12/24/pengertian-idhafah-idhofah-sununan-mudhaf-dan-mudhof-ilaih-alfiyah-bait-385-386-387/

    Hukum Idhafah ketiga:

    Wajib menyimpan Huruf Jar Asli yg ditempatkan antara Mudhaf dan Mudhaf Ilaih. Untuk memperjelas hubungan pertalian makna antara Mudaf dan Mudhaf Ilaeh-nya. Huruf-huruf simpanan tersebut berupa MIN, FIY dan LAM.

    1. Idhafah menyimpan makna huruf MIN Lil-Bayan apabila Mudhaf Ilaih-nya berupa jenis dari Mudhaf. contoh:

    خاتمُ ذهبٍ
    KHOOTAMU DZAHABIN = cincin dari emas

    Takdirannya adalah KHOOTAMUN MIN DZAHABIN’

  77. Abdullah said

    Dedi said

    20/01/2015 at 06:00
    Buka mata, buka hati….

    Sama kah?

    Versi Qadyani:
    “Sesungguhnya Allah tidak segan mengemukakan suatu misal/perumpamaan sekecil nyamuk atau yang lebih dari itu. Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka; dan adapun orang-orang yang ingkar berkata, “Apakah yang dikehendaki Allah swt. dengan perumpamaan ini?” Sebenarnya dengan ini banyak yang Dia nyatakan sesat dan dengan ini juga banyak yang Dia beri petunjuk dan tiada yang Dia nyatakan sesat dengan itu kecuali orang-orang durhaka.”
    Tafsirnya:
    Al Qur’an menyatakan bahwa Allah membuat perumpamaan walaupun sekecil nyamuk (artinya perumpamaan Nabi Isa itu adalah MGA, lengkapnya catanya sama pendakwah Qadyani di atas)

    Versi Ummat Islam:
    Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,QS 2:26
    Tafsirnya:
    Mungkin banyak di antara kita yang menganggap nyamuk sebagai serangga yang biasa saja, atau bahkan menjengkelkan karena suka mengganggu orang tidur. Akan tetapi pernyataan: “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu” semestinya mendorong kita untuk memikirkan keajaiban binatang yang satu ini. (lengkapnya di bismillahku.blogspot.com/2014/08/keajaiban-yang-terdapat-dalam-nyamuk.html)

    Begitulah, pendakwah mengikuti hawa nafsu untuk membela nabi MGAnya sebagai nabi dengan segala cara, yakni dengan mentakwilkan semua ayat dalam Al Quran kepada nabi MGA.
    Sudah jelas jalan yang sesat dengan jalan yang lurus….

    ==>> Jika berbeda tafsir tentang Perumpamaan/Kiasan/Misal Isa Ibnu Maryam, Dedi tidak usah menuduh macam-macam terhadap Jemaat Muslimin Ahmadiyah, karena Allah telah memberikan solusinya yang paling baik, jika Dedi beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, sebagaimana firman-Nya di dalam Al Qur’an:
    Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang memegang kekuasaan di antaramu. Dan, jika kamu berselisih mengenai sesuatu, maka kembalikanlah hal itu kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu memang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Hal demikian itu paling baik dan paling bagus akibatnya. (An-Nisa 4:59/60)

  78. Abdullah said

    Dedi said

    20/01/2015 at 06:03
    Sudahlah, para pendakwah Qayani, ngaku saja bahwa kalian terima gaji dari kroni khalifah, kenapa malu-malu sih…. Case closed.

    ===>>> Apakah Allah SWT & Rasulullah saw mengajarkan Dedi untuk menuduh macam-macam seperti itu?
    Jika ya, silahkan tampilkan ayat Al Qur’an & Haditsnya.

  79. Abdullah said

    Firdaus81 said

    20/01/2015 at 07:10
    Tolong buat kalian yg faham dan mengerti tentang tafsir Al-qur’an dan Hadist, apa maksud dari ayat dan hadist berikut:

    1. Firman Allah SWT., :

    “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak
    dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi
    dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi;
    dan adalah Allah Maha mengetahui segala
    sesuatu” (QS. al-Ahzab [33]: 40).

    ==>> Maksud ayat di atas adalah Nabi Muhammad saw itu penutup nabi-nabi yang membawa syariat baru.
    .
    2. Hadis Nabi SAW antara lain:

    “Rasulullah bersabda: Tidak ada nabi
    sesudahku” (HR. al-Bukhari).

    “Rasulullah bersabda: “Kerasulan dan
    kenabian telah teputus; karena itu, tidak ada
    rasul maupun nabi sesudahku” (HR.Tirmizi).

    ==>> Ali bin Abu Thalib ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya aku diutus Allah sebagai PEMBUKA dan PENUTUP para nabi.” (Kanzul Ummal).

    Maksud hadits itu adalah bahwa Nabi Muhammad saw diutus sebagai PENUTUP nabi-nabi yang membawa syariat baru, karena kerasulan dan kenabian yang membawa syariat baru telah terputus, maka tidak ada rasul maupun nabi yang akan membawa syariat baru setelah Nabi Muhammad saw. Tetapi, kerasulan dan kenabian yan tidak membawa syariat baru dan hanya melaksanakan syariat Islam masih terbuka, karena Nabi Muhammad saw diutus sebagai PEMBUKA nabi-nabi yang tidak membawa syariat baru atau hanya sebagai pengikut Nabi Muhammad saw.

  80. Abdullah said

    Firdaus81 said

    20/01/2015 at 07:20

    Bahkan saya belum pernah ada satu ayatpun atau hadist yg menyinggung nabi MGA as. Semua dalil mengatakan bahwa tdk ada lagi nabi setelah Muhammad saw dan itu sangat jelas bukan kiasan, dan semua dalil yg anda sebutkan tentang MGA sebagai almasih, almahdi, apalagi krisna (nama yg sama skali tdk pernah disebut oleh rasulullah saw) sangat tidak masuk diakal, bahkan nabi Isa as yg dulu adalah utusan Allah swt, kelak akan turun ke bumi bukan sebagai nabi, tapi sebagai umat Rasulullah saw.

    ==>> Coba anda pelajari kata AHMAD dalam Ash-Shaf 61:6/7 yang dijelas dalam Al Jumu’ah 62:2/3-3/4 & Shahih Bukhari.

    Firdaus81 said
    Jadi Mas dul yg “ahli tafsir” bisa kita lihat dari kosa kata nya saja “TIDAK ADA NABI LAGI” berarti itu sudah harga mati, kecuali jika “MUNGKIN AKAN ADA NABI LAGI” itu masih ada kemungkinan akan ada nabi kelak.
    Dan semua dalil yg anda kemukakan menurut saya sangaat prematur, karena masih banyak dalil yg bertentangan dengan tafsir anda.

    Kalo penilaian saya sendiri tentang cara bicara anda, dan cara anda menfsirkan dalil, sudah sangat jauh melebihi para sahabat ra yg pernah hidup bersama Rasulullah dan menimba ilmu lagsung pada Rasulullah, dan mereka sdh mendapat kemuliaan oleh Allah swt. saya belum pernah dengar para sahabat Rasulullah menafsirkan bahwa akan ada nabi lagi, bahkan mereka lah yg berdiri di garis depan membantai nabi palsu setelah meninggalnya Rasulullah.

    Jadi kesimpulan yang dapat saya ambil dari pemikiran saya sebagai org awam adalah:
    1. MGA sangat tidak pantas untuk mendapat gelar ALAIHISSALAM.
    2. MGA dan anda dan semua orang yang telah terhasut sama sekali tidak sepantar dan sebanding dengan para sahabat ra. Apalagi dengan Rasulullah saw.
    3. Dalil yg anda kemukakan menurut saya sangat tidak sesuai dengan makna yg terkandung.
    4. Semua yg anda kemukakan tentang MGA dan Ahmadiyah sangat bertentangan dengan nilai sejarah islam.
    5. MGA dan para pengikutnya sangat tidak mengargai perjuangan para sahabat yg berjuang mati-matian menumpas nabi palsu, tak sedikit dari mereka yg menjadi syahid di medan perang melawan org-org seperti kalian.
    6. Menurut penilaian saya, anda dan jemaat ahmadiyah sudah jauh dari akidah islam, saya memang tidak berhak mengatakan itu tapi seprtinya kalian sudah MURTAD, apalagi MGA.

    Dan masih banyak lagi kesimpulan yg dapat saya ambil karena dari semua yg anda bicarakan disini sama sekali saya tidak merasa terpanggil apalagi tersentuh hati saya. Yang ada malah saya semakin MEMBENCI ajaran ahmadiyah.

    ==>> Menurut anda, apa yang disebut AKIDAH ISLAM?

    Firdaus81 said
    Seandainya di Indonesia tersisa dua aliran antara ahmadiyah dan ISIS saya lebih memilih ISIS. Karena menurut saya ahmadiyah lebih berbahaya dari ISIS, meskipun ISIS adalah islam bergaris keras tpi mereka JIHAD menegakkan akidah islam, yang mereka hancurkan adalah org kafir, sementara ahmadiyah justru melawan umat islam dan merusak akidah islam.

    Di mata ahmadiyah sudah pasti argumen saya salah.

    ==>> Argumen anda memang SANGAT SALAH, karena semua pimpinan Ormas-Ormas Islam di Indonesia menolak ISIS. Sebaliknya, Ketua Umum NU menganggap Ahmadiyah adalah saudara dan patut dihormati, coba baca deh:
    http://news.okezone.com/read/2013/11/14/337/897151/ketum-pbnu-ahmadiyah-saudara-dan-patut-dihormati

  81. Abdullah said

    Firdaus81 said

    20/01/2015 at 15:50

    Saya lbh baik bergaul dengan bajingan paling bejat sekalipun daripada hrs bertemu org-org seperti Ahmadiyah ini.

    Saya sdh lama dengar tentang ahmadiyah, tpi saya ga pernah cari tau apa itu ahmadiyyah, ajarannya sprti apa, sejarahnya bagaimana, tpi setelah tau pemaparan dari org ahmadiyah nya lgsg sperti mas dul ini, justru bukannya saya merasa tertarik tpi justru saya makin jijik.

    ===>>> Sabar, sabar, sabar dan banyak-banyaklah ISTIGHFAR, karena saya lebih baik bergaul dengan orang-orang yang sabar, beriman dan beramal shaleh ketimbang dengan bajingan paling bejat. Sesungguhnya HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Misal Isa Ibnu Maryam) as itu hanya mengajak orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh untuk bersatu dan bersaudara dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah, beribadah kepada Allah, mentaati Allah dan Nabi Muhammad saw, serta mengajarkan dan menyebarkan agama Islam kepada sekalian manusia di seluruh penjuru dunia.

  82. Abdullah said

    Firdaus81 said

    20/01/2015 at 15:56

    Jika melihat penafsiran mereka, al-qur’an dan al-hadist telah diciptakan bukan untuk umat Rasulullah SAW tpi hanya untuk memuliakan dan membuktikan keberadaan Mirza guhlam ahmad dan ahmadiyah

    ==>> Sesungguhnya kedatangan HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Perumpamaan Isa Ibnu Maryam itu untuk memuliakan Nabi Muhammad Rasulullah saw dan menyatukan orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh dari antara umat Islam yang sudah terpecah-belah menjadi 73 golongan ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah.

  83. dedi said

    Abdullah said
    20/01/2015 at 22:27
    Sesungguhnya kedatangan HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Perumpamaan Isa Ibnu Maryam itu untuk memuliakan Nabi Muhammad Rasulullah saw dan menyatukan orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh dari antara umat Islam yang sudah terpecah-belah menjadi 73 golongan ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah.

    ===>
    Kami selalu waspada dengan ajaran semacam ajaran Qadyani ini, karena firman Allah:
    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS 49:6

    Wallahualam,

  84. dedi said

    +£40000 a year for Masroor’s horses – no kidding
    Postby shahzad10 » 03 Oct 2011, 12:05

    The Ahmadiyya Community is looking for a farm manager who will manage Masroor’s horses in Islamabad, UK.

    totaljobs.com/JobSeeking/Ani … ob51686171

    £25000 salary + £15000 bonus + accommodation – all of that for Masroor’s horses. I guess since Wandsworth Council refused to approve his palace at Gressenhall Road he is now trying to build up a luxurious life in Islamabad. This is £40000 a year of chanda money being wasted on Masroor’s horses. £40000 a year! All in the name of Islam of course.

    It’s time to stop funding Masroor’s lavish lifestyle Ahmadis. Chanda is not an islamic obligation. Zakah is the only obligatory payment in Islam and it is not used to fund anyones lifestyle.

    Wallahualam,

  85. Abdullah said

    Dedi said

    21/01/2015 at 06:20

    Kami selalu waspada dengan ajaran semacam ajaran Qadyani ini, karena firman Allah:
    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS 49:6

    ==>> Silahkan anda waspada dan periksa dengan teliti sebaik-baiknya, jangan sampai anda menimpakan musibah kepada Jemaat Muslimin Ahmadiyah sehingga menyebabkan anda menyesal atas perbuatan anda. Karena, sesungguhnya kedatangan HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Perumpamaan Isa Ibnu Maryam itu untuk memuliakan Nabi Muhammad Rasulullah saw dan menyatukan orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh dari antara umat Islam yang sudah terpecah-belah menjadi 73 golongan ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah.

  86. Abdullah said

    Dedi said

    21/01/2015 at 06:22
    +£40000 a year for Masroor’s horses – no kidding
    Postby shahzad10 » 03 Oct 2011, 12:05

    The Ahmadiyya Community is looking for a farm manager who will manage Masroor’s horses in Islamabad, UK.

    totaljobs.com/JobSeeking/Ani … ob51686171

    £25000 salary + £15000 bonus + accommodation – all of that for Masroor’s horses. I guess since Wandsworth Council refused to approve his palace at Gressenhall Road he is now trying to build up a luxurious life in Islamabad. This is £40000 a year of chanda money being wasted on Masroor’s horses. £40000 a year! All in the name of Islam of course.

    It’s time to stop funding Masroor’s lavish lifestyle Ahmadis. Chanda is not an islamic obligation. Zakah is the only obligatory payment in Islam and it is not used to fund anyones lifestyle.

    ===>>> Apakah Allah SWT dan Rasulullah saw mengajarkan Dedi untuk menuduh macam-macam seperti itu kepada seorang Khalifatul Masih V atba?
    Jika ya, silahkan tampilkan ayat Al Qur’an & Haditsnya.

  87. dedi said

    Financial Fairplay?

    Postby alterego » 31 Jul 2011, 18:40
    Hi.

    So, I have been attending the Majlis Shura for about 5 years now, held in Bait ul Futuh in Morden London every year.

    For those who are unaware of what Majlis Shura is; its basically a consultative council for the entire jamaat. The council members are formed of all the senior management, local, regional, national sadr’s and murrabhi’s. Several elected members also attend from each local qiadat. So Amir UK and all his team attend.

    The council essentially proposes ideas, debates and votes for how the jamat will be run over the coming year.

    A very high profile closed door event!

    This year everyone recieved the Ahmadiyya Muslim Association Finance Report for the year ending 30 june 2010.

    Its a 25 page document and contains all the figures; incomes, expenditures, assets, liabilities.
    Now this document is only for council members, so the rest of the jamaat have no visibility of this.

    It contains some interesting numbers………..income figures first for 2010…

    Zakaat income = £121,000

    Now this isn’t too bad is it? Well remember that Zakat is one of the five pillars of Islam, our faith.
    So, you would see Zakat as being important and fundamental.
    Compare this to the following…..

    Chanda Aam income = £2,202,000
    Wasiyyat income = £2,825,000
    Tahrike Jadid income = £758,000
    Waqfe Jadid income =£621,000
    Jalsa Salana Fund income = £991,000
    Sadqa income = £187,000
    Miscellaneous = £266,000 (theres no detail of what this means..could be anything)
    Tax Repayment income = £1,076,000

    (There are more income lines but these are the big ones)

    I don’t think I need to say anything when you look at these figures and compare it to the Zakaat contributions!

    Now, lets work on the key expenditures figures……

    Staff allowances/salaries = £528,000, up from £372,000. (Bonuses? New Car? Sky Sports? Mercedes?)
    Travel & Transport = £48,000, up from £37,000. (Holiday? Limo?)
    Furniture & Equipment = £89,000, up from £71,000. (A new sofa – DFS Sale?, Luxury Chair?)
    Hospitality & Kitchen = £189,000, up from £140,000. (Business Lunches? A new kitchen?)
    Postage & Telephone = £135,000, up from £84,000. (New iPhone? Stamps???? -come on, email is free and quick)

    Again there’s more expenditure lines, but these are the key ones that went up when times are difficult for everyone with the recession and unemployment.

    Personally for me, these expenditure figures should have remained static or reduced in the current climate.

    Here’s the thing, these figures are never shared with all the jamat members, only with senior positioned members. But I’ll tell you, if everyone could see how their money was being spent and where, they would ask for change!

    enjoy.

    Wallahualam,

  88. Abdullah said

    Apakah Allah SWT dan Rasulullah saw mengajarkan Dedi untuk menuduh macam-macam terhadap Jemaat Muslimin Ahmadiyah?
    Jika ya, silahkan tampilkan ayat Al Qur’an & Haditsnya. Jika tidak, apakah Dedi termasuk pengikut ajaran Allah dan Rasulullah saw?

  89. dedi said

    Abdullah said
    21/01/2015 at 06:41
    Apakah Allah SWT dan Rasulullah saw mengajarkan Dedi untuk menuduh macam-macam seperti itu kepada seorang Khalifatul Masih V atba?
    Jika ya, silahkan tampilkan ayat Al Qur’an & Haditsnya.

    ===>
    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS 49:6

    Wallahualam,

  90. Abdullah said

    Dedi said

    22/01/2015 at 06:00
    Abdullah said
    21/01/2015 at 06:41
    Apakah Allah SWT dan Rasulullah saw mengajarkan Dedi untuk menuduh macam-macam seperti itu kepada seorang Khalifatul Masih V atba?
    Jika ya, silahkan tampilkan ayat Al Qur’an & Haditsnya.

    ===>
    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS 49:6

    ===>>>
    Jika Dedi telah memeriksa dengan teliti berdasarkan fitnah dari para ulama uhum dan/atau mantan Ahmadiyah yang berbeda dengan kenyataan yang ada pada Jemaat Muslimin Ahmadiyah, Al Qur’an telah memberikan solusi yang paling baik sebagaimana firman-Nya di dalam Al Qur’an:
    “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang memegang kekuasaan di antaramu. Dan, jika kamu berselisih mengenai sesuatu, maka kembalikanlah hal itu kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu memang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Hal demikian itu paling baik dan paling bagus akibatnya.” (An-Nisa 4:59/60)

  91. dedi said

    “Berita” dari Abdullah
    21/01/2015 at 06:39
    Karena, sesungguhnya kedatangan HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Perumpamaan Isa Ibnu Maryam itu untuk memuliakan Nabi Muhammad Rasulullah saw dan menyatukan orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh dari antara umat Islam yang sudah terpecah-belah menjadi 73 golongan ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah.

    ==>
    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS 49:6

    Wallahualam,

  92. Ade said

    Asiiikkk ada yang ingin masuk ISIS….ayo Densus 88 ada yang ingin masuk ISIS atau memilih ISIS…ayo Densus 88 sikat yang ingin mengacau di NKRI…!!!

  93. Abdullah said

    Dedi said

    22/01/2015 at 10:29
    “Berita” dari Abdullah
    21/01/2015 at 06:39
    Karena, sesungguhnya kedatangan HMG Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Perumpamaan Isa Ibnu Maryam itu untuk memuliakan Nabi Muhammad Rasulullah saw dan menyatukan orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh dari antara umat Islam yang sudah terpecah-belah menjadi 73 golongan ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah.

    ==>
    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS 49:6

    ===>>> Ya, silahkan periksa dengan teliti dan menggunakan akal sehat serta hati yang suci/bersih, karena hanya dengan cara seperti itu kebenaran firman Allah Tuhan Yang Maha Suci akan dapat ditemukan, bukan dengan cara mendengarkan dari para ulama uhum dan orang-orang durhaka serta fasik yang mengingkari firman Allah Tuhan Yang Maha Suci dan sabda Rasul-Nya saw. Tetapi, jika anda menemukan perbedaan pendapat, maka jangan berselisih, melainkan ikutilah solusi yang diperintahkan Allah di dalam Al Qur’an, kalau anda memang termasuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian:
    “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang memegang kekuasaan di antaramu. Dan, jika kamu berselisih mengenai sesuatu, maka kembalikanlah hal itu kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu memang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Hal demikian itu paling baik dan paling bagus akibatnya.” (An-Nisa 4:59/60)

  94. dedi said

    Tanya kanan, tanya kiri, pelajari dari telaahan Para Ulama Islam, dari mantan pengikut,dan yah, ngga ada salahnya baca dari sumber aslinya. Perbedaan dari masing-masing pendapat kita ambil kesimpulan, dan kesimpulan akhirnya adalah….

    Ahmadiyah bukan Islam dan Islam bukan Ahmadiyah…..

    InsyaAllah itu yang semenjak dahulu, kini dan nanti akan menjadi pegangan Ummat Islam…

    Wallahualam,

  95. Abdullah said

    Dedi said

    22/01/2015 at 17:38
    Tanya kanan, tanya kiri, pelajari dari telaahan Para Ulama Islam, dari mantan pengikut,dan yah, ngga ada salahnya baca dari sumber aslinya. Perbedaan dari masing-masing pendapat kita ambil kesimpulan, dan kesimpulan akhirnya adalah….

    Ahmadiyah bukan Islam dan Islam bukan Ahmadiyah…..

    InsyaAllah itu yang semenjak dahulu, kini dan nanti akan menjadi pegangan Ummat Islam…

    ===>>> TERBUKTI bahwa umat Islam yang terpecah belah menjadi 72 golongan itu tidak mentaati firman Allah di dalam Al Qur’an, Ali Imran 3:103 dan ayat berikut:
    “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang memegang kekuasaan di antaramu. Dan, jika kamu berselisih mengenai sesuatu, maka kembalikanlah hal itu kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu memang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Hal demikian itu paling baik dan paling bagus akibatnya.” (An-Nisa 4:59/60)

  96. Abdullah said

    Firman Allah Tuhan Yang Maha Suci, Maha Mengetahui, Maha Perkasa, Maha Bijaksana di dalam Al Qur’an:“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang memegang kekuasaan di antaramu. Dan, jika kamu berselisih mengenai sesuatu, maka kembalikanlah hal itu kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu memang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Hal demikian itu paling baik dan paling bagus akibatnya.” (An-Nisa 4:59/60)

    Solusi terbaik yang diperintahkan Allah Tuhan Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana di dalam ayat itu adalah bahwa jika umat Islam yang beriman (kepada Allah dan Hari Kemudian) berselisih mengenai sesuatu (tentang Jemaat Muslimin Ahmadiyah), kembalikanlah hal itu kepada Allah dan Rasul-Nya, karena hal demikian itu paling baik dan paling bagus akibatnya. Di dalam ayat itu, Allah Tuhan Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana tidak memerintahkan untuk menuduh “Ahmadiyah bukan Islam dan Islam bukan Ahmadiyah” seperti yang dinyatakan oleh Dedi dan para ulama dan umat Islam yang sudah terpecah-belah menjadi 72 golongan itu.

  97. dedi said

    Ummat Islam dari dahulu, kini dan nanti sudah satu pendapat tentang Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir
    “Bukanlah Muhammad itu ayah seseorang dari kalian, namun ia adalah utusan Allah dan nabi terakhir. Dan sesungguhnya Allah maha tahu akan segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab: 40)

    dan tentang Ahmadiyah, Bahai, dsb….

    Ahmadiyah bukan Islam dan Islam bukan Ahmadiyah…..

    Wallahualam,

  98. dedi said

    Pendapat Almarhum Buya Hamka:

    Kita tetap memegang pendirian Ahli Sunnah, bahwa sesudah Muhammad tidak akan datang nabi lagi. Karena soalnya sudah habis. kalau akan kita terima kedatangan itu, manakah yang akan kita tetapkan? Apakah Mirza Ghulam Ahmad, atau Mirza Ali Muhammad (Al-Bab), atau Bahaullah? Atau kita akui semuanya, padahal diantara satu sama lain berlawanan pula. Atau kita akui semuanya, dan kita akui pula yang lain yang akan mendakwakan dirinya menjadi nabi pula nanti.

    Kalau dikatakan karena dia menyerukan perdamaian Dunia, maka dia membawa syariat baru, tidak bolehkah Mahatma Gandhi dikatakan pula nabi? Atau Krisna Vedanta di Colorado? Yang juga menyerukan perdamaian dunia.

    Kaum Ahmadi mengemukakan alasan yang sama untuk menolak pendirian umum bahwa Nabi Muhammad “Penutup Segala Nabi,” dengan ayat “Khataman Nabiyyin.” Menurut qiraat (bacaan) yang umum ayat itu dibaca “Khatam,” bukan “Khatim.” Tetapi artinya adalah “Khatim.” Khatam artinya cincin, dan Khatim artinya penutup.

    Khataman Nabiyyin artinya cincin permata segala nabi. Kalau sekiranya kita perturutkan rasa bahasa, tentu Nabi Muhammad itu tidak nabi lagi, hanyalah cincin perhiasan segala nabi-nabi. Yang mempunyai cincinlah yang nabi, bukan cincin itu sendiri.

    Didalam keterangan yang biasa mereka kemukakan, adalah bahwa tidaklah perkara yang mustahil bahwa Allah akan berkata-kata dengan hambanya. Tidaklah akan putus sampai hari kiamat orang yang dipilih Allah buat menumpahkan katanya. Tidaklah akan hilang begitu saja wahyu sampai kiamat.

    Tentang itu Ahli Sunnah-pun mengakui juga. Di kalangan sahabat Nabi, ketika Nabi masih hidup terdapatlah orang istimewa yang demikian. Yaitu Umar bin Khattab. Sehingga Nabi Muhammad pernah mengatakan, bahwasanya jika ada nabi sesudahku, niscaya Umarlah orang itu. Tetapi tidak ada lagi nabi sesudahku.

    Mengapa tidak? Nabi Muhammad sendiri menjelaskan bahwa “Ulama-ulama umatku adalah sama derajatnya dengan nabi-nabi Bani Israil.” Kalau kata nabi yang demikian akan diperluas, maka seluruh ulama yang berjasa membangun Islam, patutlah disebut nabi. Imam Al-Ghazali, Imam ul Haramain, Ibnu Taimiyah, dan muridnya Ibnu Qayyim, dan Syeh Muhammad ibnu Abdil Wahhab, dan Said Jamaluddin Al-Afghani, dan Syeh Muhammad Abduh dan Said Rasyid Ridha, patutlah disebut sebagai nabi. Karena mereka dalam sifat keulamaannya samalah jasanya dengan nabi-nabi Bani Israil. Dan orang Indonesia dalam kalangan Nahdhatul Ulama patutlah menyebut kyai besarnya Hasyim Ashari sebagai nabi, sebab jasanya besar pula. Demikian pula Muhammadiyah dengan Kyai H.A. Dahlannya.

    Banyak diantara ulama mendapat ilham dari Tuhan, seakan-akan wahyu Illahi. Karena mereka berfaham Ahli Sunnah, tidaklah mereka berani mengatakan dirinya nabi. Dan kalau mereka mendakwakan dirinya nabi, akan musnahlah mereka.

    Kalimat wahyu suci yang diberikan Tuhan, oleh faham Ahli Sunnah telah ditentukan buat rasul dan nabi. Setinggi-tinggi martabat manusia ini hanyalah mendapat hatif atau ilham, atau mimpi yang benar, atau mahaddas. Kalau wahyu itu dikatakan akan putus selama-lamanya, perkataan itu benar juga dari segi lain. Lebah menurut Sabda Tuhan didalam Quran, mendapat wahyu untuk membuat sarangnya di bukit dan di bubungan rumah. Ibu Musa mendapat wahyu Tuhan supaya melemparkan puteranya dalam peti di sungai Nil. Dan lebah bukanlah nabi, padahal sampai sekarang tidaklah putus dia mendapat wahyu itu, selama dia masih bersarang di bukit dan di bubungan rumah. Dan ibu Nabi Musa bukanlah nabi.

    ==>Insya Allah kami akan selalu bersama Beliau, sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, satu pendapat hingga akhir hayat kita….
    Wallahualam,

  99. Abdullah said

    Dedi said

    24/01/2015 at 05:51
    Ummat Islam dari dahulu, kini dan nanti sudah satu pendapat tentang Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir
    “Bukanlah Muhammad itu ayah seseorang dari kalian, namun ia adalah utusan Allah dan nabi terakhir. Dan sesungguhnya Allah maha tahu akan segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab: 40)

    dan tentang Ahmadiyah, Bahai, dsb….

    Ahmadiyah bukan Islam dan Islam bukan Ahmadiyah…..

    ===>>> Ahmadiyah adalah Jemaat Muslimin yang didirikan oleh HMG Ahmad as atas perintah Allah Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana, dan Dia juga telah mengutus HMG Ahmad as sebagai Imam Mahdi dan Misal Isa Ibnu Maryam berkat ketaatannya yang sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw (An-Nisa 4:69/70). HMG Ahmad as menerima mandat Ilahi untuk menerima baiat dari sekalian umat Islam di seluruh penjuru dunia, dan Rasulullah saw memerintahkan kepada semua umat Islam di seluruh penjuru dunia untuk bai’at kepadanya: “Barangsiapa melihatnya, maka baiatlah kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi (HR Sunan Ibnu Majah).

    Jika anda ingin termasuk orang-orang shaleh, maka taatilah perintah Rasulullah saw tersebut dan taatilah perintah Allah di dalam Al Qur’an berikut ini:
    “Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul (Nabi Muhammad saw) ini maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah memberikan nikmat, yakni: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid, dan orang-orang saleh. Dan, mereka itulah sahabat Allah yang sejati.” (An-Nisa 4:69/70)

    Dan, ketika anda berselisih mengenai sesuatu, maka taatilah perintah Allah di dalam Al Qur’an berikut ini, jika anda beriman kepada Allah dan Hari Kemudian:
    “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang memegang kekuasaan di antaramu. Dan, jika kamu berselisih mengenai sesuatu, maka kembalikanlah hal itu kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu memang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Hal demikian itu paling baik dan paling bagus akibatnya.” (An-Nisa 4:59/60)

  100. Abdullah said

    Dedi said

    24/01/2015 at 17:21
    Pendapat Almarhum Buya Hamka:

    Kita tetap memegang pendirian Ahli Sunnah, bahwa sesudah Muhammad tidak akan datang nabi lagi. Karena soalnya sudah habis. kalau akan kita terima kedatangan itu, manakah yang akan kita tetapkan? Apakah Mirza Ghulam Ahmad, atau Mirza Ali Muhammad (Al-Bab), atau Bahaullah? Atau kita akui semuanya, padahal diantara satu sama lain berlawanan pula. Atau kita akui semuanya, dan kita akui pula yang lain yang akan mendakwakan dirinya menjadi nabi pula nanti.

    Kalau dikatakan karena dia menyerukan perdamaian Dunia, maka dia membawa syariat baru, tidak bolehkah Mahatma Gandhi dikatakan pula nabi? Atau Krisna Vedanta di Colorado? Yang juga menyerukan perdamaian dunia.

    Kaum Ahmadi mengemukakan alasan yang sama untuk menolak pendirian umum bahwa Nabi Muhammad “Penutup Segala Nabi,” dengan ayat “Khataman Nabiyyin.” Menurut qiraat (bacaan) yang umum ayat itu dibaca “Khatam,” bukan “Khatim.” Tetapi artinya adalah “Khatim.” Khatam artinya cincin, dan Khatim artinya penutup.

    Khataman Nabiyyin artinya cincin permata segala nabi. Kalau sekiranya kita perturutkan rasa bahasa, tentu Nabi Muhammad itu tidak nabi lagi, hanyalah cincin perhiasan segala nabi-nabi. Yang mempunyai cincinlah yang nabi, bukan cincin itu sendiri.

    Didalam keterangan yang biasa mereka kemukakan, adalah bahwa tidaklah perkara yang mustahil bahwa Allah akan berkata-kata dengan hambanya. Tidaklah akan putus sampai hari kiamat orang yang dipilih Allah buat menumpahkan katanya. Tidaklah akan hilang begitu saja wahyu sampai kiamat.

    Tentang itu Ahli Sunnah-pun mengakui juga. Di kalangan sahabat Nabi, ketika Nabi masih hidup terdapatlah orang istimewa yang demikian. Yaitu Umar bin Khattab. Sehingga Nabi Muhammad pernah mengatakan, bahwasanya jika ada nabi sesudahku, niscaya Umarlah orang itu. Tetapi tidak ada lagi nabi sesudahku.

    Mengapa tidak? Nabi Muhammad sendiri menjelaskan bahwa “Ulama-ulama umatku adalah sama derajatnya dengan nabi-nabi Bani Israil.” Kalau kata nabi yang demikian akan diperluas, maka seluruh ulama yang berjasa membangun Islam, patutlah disebut nabi. Imam Al-Ghazali, Imam ul Haramain, Ibnu Taimiyah, dan muridnya Ibnu Qayyim, dan Syeh Muhammad ibnu Abdil Wahhab, dan Said Jamaluddin Al-Afghani, dan Syeh Muhammad Abduh dan Said Rasyid Ridha, patutlah disebut sebagai nabi. Karena mereka dalam sifat keulamaannya samalah jasanya dengan nabi-nabi Bani Israil. Dan orang Indonesia dalam kalangan Nahdhatul Ulama patutlah menyebut kyai besarnya Hasyim Ashari sebagai nabi, sebab jasanya besar pula. Demikian pula Muhammadiyah dengan Kyai H.A. Dahlannya.

    Banyak diantara ulama mendapat ilham dari Tuhan, seakan-akan wahyu Illahi. Karena mereka berfaham Ahli Sunnah, tidaklah mereka berani mengatakan dirinya nabi. Dan kalau mereka mendakwakan dirinya nabi, akan musnahlah mereka.

    Kalimat wahyu suci yang diberikan Tuhan, oleh faham Ahli Sunnah telah ditentukan buat rasul dan nabi. Setinggi-tinggi martabat manusia ini hanyalah mendapat hatif atau ilham, atau mimpi yang benar, atau mahaddas. Kalau wahyu itu dikatakan akan putus selama-lamanya, perkataan itu benar juga dari segi lain. Lebah menurut Sabda Tuhan didalam Quran, mendapat wahyu untuk membuat sarangnya di bukit dan di bubungan rumah. Ibu Musa mendapat wahyu Tuhan supaya melemparkan puteranya dalam peti di sungai Nil. Dan lebah bukanlah nabi, padahal sampai sekarang tidaklah putus dia mendapat wahyu itu, selama dia masih bersarang di bukit dan di bubungan rumah. Dan ibu Nabi Musa bukanlah nabi.

    ==>Insya Allah kami akan selalu bersama Beliau, sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, satu pendapat hingga akhir hayat kita….
    Wallahualam,

    ====>>>> Menurut Pendapat Almarhum Buya Hamka yang dikutip oleh Dedi, seluruh ulama yang berjasa membangun Islam, patutlah disebut nabi, padahal menurut Allah dan Nabi Muhammad saw, para nabi itu diutus oleh Allah Tuhan Yang Maha Mengutus: “Dan, berapa banyak nabi telah Kami utus kepada kaum terdahulu!” (Az-Zukhruf 43:6/7). Dengan demikian, maka Pendapat Almarhum Buya Hamka yang diamini oleh Dedi tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad saw.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: